Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Halaman yang dikelilingi oleh barisan tiang ditambahkan pada tahun 1928. © Salvatore Micillo | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Halaman yang dikelilingi oleh barisan tiang ditambahkan pada tahun 1928.
© Salvatore Micillo | Shutterstock

Gereja Stasi Hari 48:

Paus sedang sakit dan tidak diberitahu tentang api yang menghancurkan basilika. Aleteia mengundang Anda melakukan ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Pada suatu waktu, pidato Paulus dari Kisah Para Rasul dibacakan pada hari Selasa setelah Paskah. Itulah mengapa saat ini gereja stasi berada di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Bangunan yang sekarang ini didirikan setelah kebakaran tahun 1823, tetapi dengan setia mencerminkan struktur basilika Konstantinus. Kebakaran yang menghancurkan basilika kuno itu terjadi di malam antara 15 dan 16 Juli 1823, mungkin karena kecerobohan beberapa pekerja yang bekerja di atap basilika itu: mungkin ada batu bara yang dibiarkan menyala, yang menyalakan api di malam hari.

Berita itu segera beredar di sekitar Roma. Hanya satu orang yang masih dalam kegelapan: Paus. Paus Pius VII sakit parah, dan tidak diberi tahu. Dia meninggal sebulan kemudian tanpa pernah mendengar apapun tentang kebakaran itu.

Rekonstruksi basilika itu dimulai oleh Paus Leo XII. Untuk pelaksanaannya, Paus itu memohon kepada kemurahan hati umat beriman: dalam ensiklik “Ad plurimas” Paus itu mengajak semua umat menyumbang sesuai kemampuan guna membantu mendukung pembangunan kembali. Ajakan itu ini juga diterima oleh banyak kepala negara, termasuk Tsar Nicholas I.

Basilika Santo Paulus yang baru itu ditahbiskan oleh Paus Pius IX tanggal 10 Desember 1854. Namun, pekerjaan terus berlanjut: tahun 1874 mosaik pada bagian luar depan selesai, sedangkan tahun 1928 halaman yang dikelilingi oleh barisan tiang ditambahkan. Basilika ini memiliki panjang 131 meter, lebar 65 meter, dan tinggi hampir 30 meter.

Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus… (Kisah Para Rasul 2:38)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Gereja saat ini dibangun setelah kebakaran yang menghancurkan total basilika sebelumnya di malam antara tanggal 15 dan 16 Juli 1823. © Kiev. Viktor | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Gereja saat ini dibangun setelah kebakaran yang menghancurkan total basilika sebelumnya di malam antara tanggal 15 dan 16 Juli 1823.
© Kiev. Viktor | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok setelah dihancurkan oleh api, digambarkan dalam lukisan oleh Jean Faure (1823). © Galleria Nazionale d'Arte Moderna e Contemporanea CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok setelah dihancurkan oleh api, digambarkan dalam lukisan oleh Jean Faure (1823).
© Galleria Nazionale d’Arte Moderna e Contemporanea CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok sebelum kebakaran, dalam ilustrasi oleh Giovanni Battista Piranesi (1748-49). © Koleksi Everett | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok sebelum kebakaran, dalam ilustrasi oleh Giovanni Battista Piranesi (1748-49).
© Koleksi Everett | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok hari ini. Rekonstruksi tetap menghormati struktur aslinya. © Zoran Karapancev | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok hari ini. Rekonstruksi tetap menghormati struktur aslinya.
© Zoran Karapancev | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Halaman yang dikelilingi oleh barisan tiang ditambahkan pada tahun 1928. © Salvatore Micillo | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Halaman yang dikelilingi oleh barisan tiang ditambahkan pada tahun 1928.
© Salvatore Micillo | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok adalah yang kedua setelah Basilika Santo Petrus berukuran: panjang 131 meter, lebar 65 meter dan tinggi hampir 30 meter. © Massimo Salesi | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok adalah yang kedua setelah Basilika Santo Petrus berukuran: panjang 131 meter, lebar 65 meter dan tinggi hampir 30 meter.
© Massimo Salesi | Shutterstock
Lambang Paus Leo XII, dibingkai di langit-langit Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Rekonstruksi basilika itu dimulai di bawah kepausannya. © Stefano_Valeri | Shutterstock
Lambang Paus Leo XII, dibingkai di langit-langit Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Rekonstruksi basilika itu dimulai di bawah kepausannya.
© Stefano_Valeri | Shutterstock
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Mosaik yang menggambarkan Paus Fransiskus. Basilika ini terkenal dengan potret medali mozaik dari semua paus. © Antoine Mekary / ALETEIA
Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Mosaik yang menggambarkan Paus Fransiskus. Basilika ini terkenal dengan potret medali mozaik dari semua paus.
© Antoine Mekary / ALETEIA

Artikel Terkait:

Basilika Santo Petrus: gereja yang dibangun di atas makam paus pertama

Paskah di palungan: Basilika-Santa Maria Maggiore

Menanti Kebangkitan: Kunjungi mosaik Santo Yohanes Lateran secara virtual

Basilika Hati Kudus dan gadis yang melihat Yesus yang tersalib

Kunjungan virtual-ke Basilika Santo Yohanes Lateran pada Kamis Putih hari katedral itu

Janji ditepati: Kunjungi mosaik Santa Maria Maggiore secara virtual

Gereja Santa Prisca: seorang martir anak-anak

Basilika Santa Praxedes: tempat Sengsara Kristus berakhir dengan kemuliaan

Menjelang Paskah: Santo Yohanes Lateran dan Tangga Suci

Basilika Santo Yohanes Porta Latina: Kemartiran yang gagal

Santo Stefanus al Celio: penghargaan untuk para martir

Basilika Santo Apollinaris dan gambar Bunda Maria yang ditemukan kembali

Basilika Santo Marcellus al corso dan Salib Ajaib

Rumah Lukas, Penjara Paulus: Basilika Santa Maria di via Lata

Basilika Santo Krisogonus: terkait dengan pembebasan umat Kristen dari perbudakan

Basilika Santo Petrus: tiang-tiang dan pilar-pilar gereja

Basilika Santo Eusebius di Esquiline melawan bidaah mencintai ekologi

Basilika Santo Sylvester dan Martinus ai Monti

Santo Paulus di Luar-Tembok: monumen pertobatan

Santo Laurensius di Damaso: Paus Damasus mengurus katakombe

Basilika empat mahkota suci: Jenazah mereka disimpan di ruang bawah basilika ini

Basilika Salib Suci di Yerusalem: Di sini ada relikui duri, mahkota, paku dan salib Yesus

Gereja Santa Susanna yang menolak seorang pangeran

Basilika Santo Laurensius di Lucina: alat pemanggang dan rantainya ada di sini

Setengah Prapaskah: Basilika Santo Kosmas dan Santo Damianus

Di sini Santo Petrus menjadi tamu: Basilika Santa Pudensiana

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 

 

Tinggalkan Pesan