Basilika Santo Stefano al Celio (eksterior). Basilika memiliki momen-momen kemegahan dan masa-masa  pengabaian dan ketidakpedulian. Renovasi besar terakhir dilakukan abad ke-16. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santo Stefano al Celio (eksterior). Basilika memiliki momen-momen kemegahan dan masa-masa pengabaian dan ketidakpedulian. Renovasi besar terakhir dilakukan abad ke-16.
© Antoine Mekary | ALETEIA

Gereja Stasi Hari 37:

Dikenal karena bentuknya yang melingkar. Aleteia mengundang Anda melakukan ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Basilika Santo Stefanus al Celio paling dikenal sebagai Santo Stefanus “Rotondo” (bulat) karena bentuknya yang melingkar. Inilah asal mula gagasan bahwa basilika itu dibangun di atas kuil berhala. Kenyataannya, basilika itu dibangun abad ke-5 di atas reruntuhan barak Romawi. Namun, bentuknya yang tidak biasa juga mengingatkan Makam Suci di Yerusalem.

Tahun 470, Paus Simplicius menahbiskan gereja untuk Santo Stefanus. Devosinya tersebar setelah ditemukannya apa yang dianggap sebagai makamnya di Yerusalem. Basilika itu memiliki momen-momen kemegahan dan saat-saat pengabaian dan ketidakpedulian. Renovasi besar terakhir dilakukan abad ke-16. Di antara unsur-unsur hari ini yang berasal dari waktu itu adalah siklus bergambar Pomarancio di sepanjang lingkar basilika itu, dengan 34 adegan kemartiran. Kita harus ingat bahwa kita sangat dekat dengan situs tempat banyak umat Kristen mengalami kemartiran.

Tidak ada relikui Santo Stefanus di gerejanya. Sebaliknya, ada relikui-relikui para martir Romawi, yakni Santo Primus dan Santo Felicianus, yang dipindahkan ke sini abad ke-7. Sebuah kapel dibuka untuk mereka di dinding perimeter. Di basilika ada juga katedral atau kursi. Dikatakan bahwa dari kursi itu Santo Gregorius Agung pernah berbicara. Tepatnya kursi itu dikenal sebagai “Kursi Gregorius Agung.”

Basilika yang dimulai abad ke-15 itu basilika pertama-tama dipercayakan kepada para biarawan dari Hongaria, Santo Paulus Pertapa, dan kemudian kepada ke Kolese Jerman-Hongaria, yang masih mengawasinya.

Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.” (Mazmur 18)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

Basilika Santo Stefano al Celio. Basilika ini juga dikenal sebagai Santo Stefano “Rotondo” (Bulat) karena bentuknya yang melingkar. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santo Stefano al Celio. Basilika ini juga dikenal sebagai Santo Stefano “Rotondo” (Bulat) karena bentuknya yang melingkar.
© Antoine Mekary | ALETEIA

Foto-foto lain dari basilika ini bisa dilihat di sini

Artikel Terkait:

Basilika Santo Apollinaris dan gambar Bunda Maria yang ditemukan kembali

Basilika Santo Marcellus al corso dan Salib Ajaib

Rumah Lukas, Penjara Paulus: Basilika Santa Maria di via Lata

Basilika Santo Krisogonus: terkait dengan pembebasan umat Kristen dari perbudakan

Basilika Santo Petrus: tiang-tiang dan pilar-pilar gereja

Basilika Santo Eusebius di Esquiline melawan bidaah mencintai ekologi

Basilika Santo Sylvester dan Martinus ai Monti

Santo Paulus di Luar-Tembok: monumen pertobatan

Santo Laurensius di Damaso: Paus Damasus mengurus katakombe

Basilika empat mahkota suci: Jenazah mereka disimpan di ruang bawah basilika ini

Basilika Salib Suci di Yerusalem: Di sini ada relikui duri, mahkota, paku dan salib Yesus

Gereja Santa Susanna yang menolak seorang pangeran

Basilika Santo Laurensius di Lucina: alat pemanggang dan rantainya ada di sini

Setengah Prapaskah: Basilika Santo Kosmas dan Santo Damianus

Di sini Santo Petrus menjadi tamu: Basilika Santa Pudensiana

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan