Sergey-73 | Shutterstock
Sergey-73 | Shutterstock

Gereja Stasi Hari 46:

Setelah Konsili Efesus, paus menginginkan sebuah tempat berdoa di Roma seperti di Betlehem. Aleteia mengundang Anda ke ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasiun Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Paskah di depan tempat tidur bayi? Stasi Prapaskah terakhir adalah di Basilika Santa Maria Maggiore. Di sini, selama 1.400 tahun, diawetkan sisa-sisa “Palungan Suci” tempat Yesus yang baru lahir dibaringkan. Palungan ini terdiri dari beberapa papan kayu, dengan karakteristik sesuai dengan yang berasal dari pohon maple yang tumbuh 2.000 tahun yang lalu di Palestina.

Tahun 431, Konsili Efesus mengumumkan dogma keibuan ilahi dari Maria. Tahun berikut, Paus Sixtus III memutuskan membangun kapel di dalam Basilika Santa Maria Maggiore yang akan mereproduksi “gua Kelahiran” di Betlehem. Untuk alasan ini, basilika itu juga disebut Santa Maria ad praesepem (Santa Maria di Palungan).

Relikui Palungan Suci tiba di Roma pertengahan abad ke-7. Patriark Yerusalem, Sophronius, memberikannya kepada Paus Theodore I dan ditempatkan di kapel itu. Pada abad ke-16 relikui itu (sebenarnya seluruh kapel) dipindahkan ke bawah altar tinggi.

Ada juga Kandang Natal lain yang sangat berharga di basilika ini. Kandang Natal itu adalah patung yang dipahat dengan marmer oleh Arnolfo di Cambio tahun 1291. Pekerjaan itu ditugaskan oleh Paus Nicholas IV, seorang Fransiskan, kurang dari 70 tahun setelah “Kandang Natal hidup” pertama dipentaskan oleh Santo Fransiskus dari Assisi di Greccio. Kandang Natal jenis itu dianggap yang tertua di dunia (dengan patung pahatan).

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari piahk Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita” (Mazmur 118)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

Basilika Santa Maria Maggiore. Pada abad ke-16, sebuah kapel dibangun di bawah altar untuk menampung relikui-relikui Palungan radle Suci, tempat Yesus yang baru lahir ditidurkan. © Madrugada Verde | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Pada abad ke-16, sebuah kapel dibangun di bawah altar untuk menampung relikui-relikui Palungan radle Suci, tempat Yesus yang baru lahir ditidurkan.
© Madrugada Verde | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Awalnya, palungan Suci disimpan di kapel yang ditugaskan oleh Sixtus III, yang mereproduksi “gua Kelahiran” Betlehem. Karena alasan ini, basilika itu juga disebut “Santa Maria ad praesepem” (Santa Maria di Palungan). © Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Awalnya, palungan Suci disimpan di kapel yang ditugaskan oleh Sixtus III, yang mereproduksi “gua Kelahiran” Betlehem. Karena alasan ini, basilika itu juga disebut “Santa Maria ad praesepem” (Santa Maria di Palungan).
© Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Relikui Palungan Suci tiba di Roma pertengahan abad ke-7. Patriark Yerusalem, Sophronius, memberikannya kepada Paus Theodore I. © Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Relikui Palungan Suci tiba di Roma pertengahan abad ke-7. Patriark Yerusalem, Sophronius, memberikannya kepada Paus Theodore I.
© Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Relikui itu berisi beberapa papan kayu, dengan karakteristik yang sesuai dengan yang berasal dari pohon maple yang tumbuh 2.000 tahun yang lalu di Palestina. © serato | Shutterstock
Basilika Santa Maria Maggiore. Relikui itu berisi beberapa papan kayu, dengan karakteristik yang sesuai dengan yang berasal dari pohon maple yang tumbuh 2.000 tahun yang lalu di Palestina.
© serato | Shutterstock
Kandang Natal yang dipahat dengan marmer oleh Arnolfo di Cambio tahun 1291. Kandang Natal jenis ini dianggap yang tertua di dunia (dengan patung pahatan). © Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons | Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui  Wikimedia Commons
Kandang Natal yang dipahat dengan marmer oleh Arnolfo di Cambio tahun 1291. Kandang Natal jenis ini dianggap yang tertua di dunia (dengan patung pahatan).
© Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons | Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui
Wikimedia Commons
Kandang Natal oleh Arnolfo di Cambio (detail). Itu ditugaskan oleh Paus Nicholas IV, seorang Fransiskan, kurang dari 70 tahun setelah “Kandang Natal hidup” pertama yang dipentaskan oleh Santo Fransiskus dari Assisi di Greccio. © Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons | Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons
Kandang Natal oleh Arnolfo di Cambio (detail). Itu ditugaskan oleh Paus Nicholas IV, seorang Fransiskan, kurang dari 70 tahun setelah “Kandang Natal hidup” pertama yang dipentaskan oleh Santo Fransiskus dari Assisi di Greccio.
© Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons | Stefano Bolognini; CC BY 3.0 melalui Wikimedia Commons

Artikel Terkait:

Menanti Kebangkitan: Kunjungi mosaik Santo Yohanes Lateran secara virtual

Basilika Hati Kudus dan gadis yang melihat Yesus yang tersalib

Kunjungan virtual-ke Basilika Santo Yohanes Lateran pada Kamis Putih hari katedral itu

Janji ditepati: Kunjungi mosaik Santa Maria Maggiore secara virtual

Gereja Santa Prisca: seorang martir anak-anak

Basilika Santa Praxedes: tempat Sengsara Kristus berakhir dengan kemuliaan

Menjelang Paskah: Santo Yohanes Lateran dan Tangga Suci

Basilika Santo Yohanes Porta Latina: Kemartiran yang gagal

Santo Stefanus al Celio: penghargaan untuk para martir

Basilika Santo Apollinaris dan gambar Bunda Maria yang ditemukan kembali

Basilika Santo Marcellus al corso dan Salib Ajaib

Rumah Lukas, Penjara Paulus: Basilika Santa Maria di via Lata

Basilika Santo Krisogonus: terkait dengan pembebasan umat Kristen dari perbudakan

Basilika Santo Petrus: tiang-tiang dan pilar-pilar gereja

Basilika Santo Eusebius di Esquiline melawan bidaah mencintai ekologi

Basilika Santo Sylvester dan Martinus ai Monti

Santo Paulus di Luar-Tembok: monumen pertobatan

Santo Laurensius di Damaso: Paus Damasus mengurus katakombe

Basilika empat mahkota suci: Jenazah mereka disimpan di ruang bawah basilika ini

Basilika Salib Suci di Yerusalem: Di sini ada relikui duri, mahkota, paku dan salib Yesus

Gereja Santa Susanna yang menolak seorang pangeran

Basilika Santo Laurensius di Lucina: alat pemanggang dan rantainya ada di sini

Setengah Prapaskah: Basilika Santo Kosmas dan Santo Damianus

Di sini Santo Petrus menjadi tamu: Basilika Santa Pudensiana

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan