Asosiasi Nennolina Antonietta Meo – Paroki Salib Suci di Yerusalem
Asosiasi Nennolina Antonietta Meo – Paroki Salib Suci di Yerusalem

Gereja Stasi Hari 44:

Venerabilis Nennolina meninggal di saat baru berusia 6 tahun. Aleteia mengundang Anda melakukan ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Di Basilika Santa Croce (Hati Kudus), yang menampung relikui-relikui Sengsara Tuhan, kami bertemu Antonietta Meo, seorang anak kecil perempuan yang menjalani Sengsara pribadinya dalam jejak Yesus, dan mempersembahkan penderitaannya sendiri untuk keselamatan dunia.

“Nennolina” lahir tahun 1930. Dia bersemangat dan penuh sukacita, dan di atas segalanya, dia penuh dengan iman, sesuatu yang dia pelajari di rumah dan dalam Catholic Action (Aksi Katolik). Ketika berusia 5 tahun, dia didiagnosis menderita osteosarcoma, tumor tulang yang ganas. Maka mulailah “Jalan Salib” dirinya: dari amputasi kaki hingga kematiannya pada usia enam setengah tahun.

Penyakitnya agresif dan sangat menyakitkan, tetapi dia mempersembahkan segalanya untuk keselamatan orang berdosa, tanpa keluhan. Bahkan pada peringatan amputasi kakinya, dia ingin merayakannya karena “Saya tidak kehilangan kaki saya, saya memberikannya kepada Yesus.” Di malam Natal 1936 dia menerima Komuni Pertama.

Nennolina menceritakan kepada ibunya bahwa dia melihat Yesus Yang Tersalib: “Saya melihat Dia hidup, dalam daging, seperti saya melihatmu! … Kadang-kadang Dia menatapku, di lain waktu Dia memandang ke bawah atau menutup matanya.” Anak perempuan kecil itu meninggal 3 Juli 1937, dan tubuhnya disemayamkan di Basilika Hati Kudus di Yerusalem.

Tahun 2007, Benediktus XVI menyatakan Nennolina sebagai Venerabilis. Beberapa hari kemudian, Paus itu mengatakan kepada orang-orang muda Aksi Katolik, “Kalian bisa menganggap dia sebagai teman kalian, model untuk menginspirasi kalian. Keberadaannya menunjukkan bahwa kesucian untuk segala usia.”

“Sekalipun Ia adalah Anak, Ia belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya” (Ibrani 5: 8-9)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

Antonietta Meo (Nennolina), sedang berlibur di Montopoli, memeluk salib. Nennolina menjalani Sengsara pribadinya mengikuti jejak Yesus, menawarkan penderitaannya sendiri untuk keselamatan dunia. Asosiasi Nennolina Antonietta Meo – Paroki Salib Suci di Yerusalem
Antonietta Meo (Nennolina), sedang berlibur di Montopoli, memeluk salib. Nennolina menjalani Sengsara pribadinya mengikuti jejak Yesus, menawarkan penderitaannya sendiri untuk keselamatan dunia.
Asosiasi Nennolina Antonietta Meo – Paroki Salib Suci di Yerusalem

Lihatlah foto-fotonya di sini

Artikel Terkait:

Kunjungan virtual-ke Basilika Santo Yohanes Lateran pada Kamis Putih hari katedral itu

Janji ditepati: Kunjungi mosaik Santa Maria Maggiore secara virtual

Gereja Santa Prisca: seorang martir anak-anak

Basilika Santa Praxedes: tempat Sengsara Kristus berakhir dengan kemuliaan

Menjelang Paskah: Santo Yohanes Lateran dan Tangga Suci

Basilika Santo Yohanes Porta Latina: Kemartiran yang gagal

Santo Stefanus al Celio: penghargaan untuk para martir

Basilika Santo Apollinaris dan gambar Bunda Maria yang ditemukan kembali

Basilika Santo Marcellus al corso dan Salib Ajaib

Rumah Lukas, Penjara Paulus: Basilika Santa Maria di via Lata

Basilika Santo Krisogonus: terkait dengan pembebasan umat Kristen dari perbudakan

Basilika Santo Petrus: tiang-tiang dan pilar-pilar gereja

Basilika Santo Eusebius di Esquiline melawan bidaah mencintai ekologi

Basilika Santo Sylvester dan Martinus ai Monti

Santo Paulus di Luar-Tembok: monumen pertobatan

Santo Laurensius di Damaso: Paus Damasus mengurus katakombe

Basilika empat mahkota suci: Jenazah mereka disimpan di ruang bawah basilika ini

Basilika Salib Suci di Yerusalem: Di sini ada relikui duri, mahkota, paku dan salib Yesus

Gereja Santa Susanna yang menolak seorang pangeran

Basilika Santo Laurensius di Lucina: alat pemanggang dan rantainya ada di sini

Setengah Prapaskah: Basilika Santo Kosmas dan Santo Damianus

Di sini Santo Petrus menjadi tamu: Basilika Santa Pudensiana

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan