Antoine Mekary | ALETEIA
Antoine Mekary | ALETEIA

Gereja Stasi Hari 27:

Di basilika ini sejarah terkait dengan legenda (dan matematika). Aleteia mengundang Anda melakukan ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Di Basilika Santi Quattro Coronati (Empat Mahkota Suci), pada awal minggu keempat Prapaskah, sejarah terjalin dengan legenda (dan matematika). Faktanya, tidak jelas siapa keempat “orang dimahkotai” (mahkota adalah kemartiran) itu. Juga tidak jelas apakah mereka empat atau lima orang …. Yang pasti, devosi mereka telah tersebar luas sejak abad ke-4 dan jenazah-jenazah mereka disimpan di ruang bawah tanah basilika ini.

Tradisi mengidentifikasikan mereka dengan salah satu dari dua kelompok berbeda. Salah satu kemungkinan, mereka adalah lima pekerja batu dari Pannonia (Claudius, Castorius, Sempronianus, Nicostratus dan Simplicius) yang dihukum mati karena menolak mengukir patung-patung kafir. Kemungkinan lain, mereka adalah empat tentara Romawi yang beriman Kristen: Severus, Severianus, Carpophorus, dan Victorinus.

Kami berada di lereng Bukit Celio, di depan kompleks biara berbenteng, yang dipercayakan kepada para biarawati Agustinian sejak pertengahan tahun 1500-an. Basilika pertama dibangun abad ke-5. Basilika itu dibangun kembali dan diperbesar pada era Carolingian oleh Leo IV dan dibangun kembali (dan dirampingkan lagi) oleh Paskalis II di awal abad ke-12: itulah bangunan yang kita lihat sekarang.

Di apse, lukisan kubah menggambarkan kemuliaan semua orang kudus itu. Di bawahnya ada sebuah siklus dengan kisah-kisah para orang kudus yang dimahkotai. Di lorong kiri, altar Santo Sebastianus menyimpan pecahan kepala martir itu.

Aula Gotik adalah salah satu dari permata-permata kompleks Santi Quattro (empat orang kudus) itu. Saat ini aula itu tidak dapat diakses. Permata lain adalah siklus bergambar dari abad ke-13.

Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak.(Yes. 65:19)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

Basilika Santi Quattro Coronati (bagian luar). Basilika pertama dibangun pada abad ke-5. Apa yang kita lihat hari ini dibangun kembali oleh Paskalis II pada awal abad ke-12. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (bagian luar). Basilika pertama dibangun pada abad ke-5. Apa yang kita lihat hari ini dibangun kembali oleh Paskalis II pada awal abad ke-12.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (interior). Faktanya, tidak jelas siapa keempat orang “yang dimahkotai” itu, atau apakah mereka empat atau lima orang ... Tradisi mengidentifikasi mereka dengan lima pekerja batu dari Pannonia atau empat tentara Romawi yang beragama Kristen. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (interior). Faktanya, tidak jelas siapa keempat orang “yang dimahkotai” itu, atau apakah mereka empat atau lima orang … Tradisi mengidentifikasi mereka dengan lima pekerja batu dari Pannonia atau empat tentara Romawi yang beragama Kristen.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (apse). Kompleks ini berada di bawah perawatan para biarawati Agustinian. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (apse). Kompleks ini berada di bawah perawatan para biarawati Agustinian.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Lukisan di apse menggambarkan kemuliaan semua orang kudus. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Lukisan di apse menggambarkan kemuliaan semua orang kudus.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Relikui para martir disimpan di ruang bawah tanah. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Relikui para martir disimpan di ruang bawah tanah.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Dalam apse, siklus lukisan menggambarkan kisah para martir yang dimahkotai (detail). © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Dalam apse, siklus lukisan menggambarkan kisah para martir yang dimahkotai (detail).
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Detail siklus lukisan di apse yang menggambarkan kisah para martir yang dimahkotai. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Detail siklus lukisan di apse yang menggambarkan kisah para martir yang dimahkotai.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Penggambaran para martir, di langit-langit kayu transept. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Penggambaran para martir, di langit-langit kayu transept.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Altar Santo Sebastianus berisi pecahan tengkorak martir. © Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati. Altar Santo Sebastianus berisi pecahan tengkorak martir.
© Antoine Mekary | ALETEIA
Basilika Santi Quattro Coronati (biara) © Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati
Basilika Santi Quattro Coronati (biara)
© Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati
Basilika Santi Quattro Coronati (kapel Santa Barbara) © Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati
Basilika Santi Quattro Coronati (kapel Santa Barbara)
© Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati
Basilika Santi Quattro Coronati. Permata-permata kompleks Santi Quattro Coronati antaralain aula Gotik dan siklus lukisan dari abad ke-13 (detail). © Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati
Basilika Santi Quattro Coronati. Permata-permata kompleks Santi Quattro Coronati antaralain aula Gotik dan siklus lukisan dari abad ke-13 (detail).
© Monache Agostiniane Monastero dei Santi Quattro Coronati

 

Artikel Terkait:

Basilika Salib Suci di Yerusalem: Di sini ada relikui duri, mahkota, paku dan salib Yesus

Gereja Santa Susanna yang menolak seorang pangeran

Basilika Santo Laurensius di Lucina: alat pemanggang dan rantainya ada di sini

Setengah Prapaskah: Basilika Santo Kosmas dan Santo Damianus

Di sini Santo Petrus menjadi tamu: Basilika Santa Pudensiana

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan