Sergey-73 | Shutterstock
Sergey-73 | Shutterstock

Gereja Stasi Hari 20:

Menurut tradisi, Santo Markus tinggal di sini dan menulis Injilnya. Aleteia mengundang Anda melakukan ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi Roma: satu gereja per hari, dari 17 Februari hingga 11 April.

Basilika Santo Markus Penginjil di Roma terletak beberapa langkah dari Piazza Venezia, meskipun agak tersembunyi. Menurut tradisi, Santo Markus tinggal di sini dan menulis Injilnya.

Basilika ini dibangun oleh Paus Markus tahun 336, untuk menghormati santo pelindungnya, Santo Markus. Renovasi yang ditugaskan oleh Gregorius IV tahun 833 itu penting, mungkin setelah perpindahan tubuh Santo Markus dari Aleksandria ke Venesia.

Mosaik di apse berasal dari periode ini, dengan Kristus di tengah dan Santo Markus serta Gregorius IV di sebelah kanannya. Model basilika itu diberikan oleh Gregorius IV. Bentuk yang sekarang diberikan oleh Paulus IV, seorang Venesia. Basilika itu menyimpan beberapa relikui Santo Markus dan para martir Persia Abdon dan Semnen, yang dibunuh selama penganiayaan Decius. Dengan demikian basilika ini hampir menjadi jembatan alami dengan Timur.

Dulu, di depan gereja, sekarang di samping, ditempatkan patung Madam Lucrezia. Dia adalah salah satu patung berbicara Roma. Orang-orang menempelkan lembaran kertas pada patung itu untuk menyuarakan kritik dan sindiran tentang tokoh-tokoh publik saat itu.

Biasanya, prosesi “Rogation Santo Markus” berangkat dari basilika ini, tanggal 25 April, dan berakhir di Basilika Santo Petrus, “untuk menenangkan Tuhan, dan menjadikan Dia baik bagi kita sehingga Dia bisa mengampuni dosa-dosa kita, menjauhkan hukuman-Nya dari kita, dan memberkati buah-buah bumi.” (Katekismus Santo Pius X)

Mari ikuti prosesi ini untuk meminta maaf dan berkat.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.” (Mazmur 130)

* Bekerja sama dengan Kantor Komunikasi Sosial Vikariat Roma

(PEN@ Katolik/paul c pati/Marinella Bandini/Aleteia)

 

Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio, di Roma. Menurut tradisi, gereja itu dibangun di tempat Santo Markus tinggal dan menulis Injilnya. © Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio, di Roma. Menurut tradisi, gereja itu dibangun di tempat Santo Markus tinggal dan menulis Injilnya.
© Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio, di Roma, hanya beberapa langkah dari Piazza Venezia. © Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio, di Roma, hanya beberapa langkah dari Piazza Venezia.
© Sergey-73 | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Paulus IV, seorang Venesia, yang memberikan bentuknya saat ini. – © Stefano_Valeri | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Paulus IV, seorang Venesia, yang memberikan bentuknya basilika itu saat ini. © Stefano_Valeri | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Dari sini biasanya prosesi “Rogation Santo Markus” berangkat, tanggal 25 April. © Stefano_Valeri | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Mosaik apsidal (abad ke-9). Berdiri di dekat tangan kanan Kristus adalah Santo Markus, bersama dengan Gregorius IV, yang memberikan model basilika itu kepada Kristus. © Renata Sedmakova | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Mosaik apsidal (abad ke-9). Berdiri di dekat tangan kanan Kristus adalah Santo Markus, bersama dengan Gregorius IV, yang memberikan model basilika itu kepada Kristus.
© Renata Sedmakova | Shutterstock
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Sebuah lukisan (Jaume Huguet, 1460) di sebuah gereja Catalonian menggambarkan martir Persia Abdon dan Semnen, yang relikui-relikui mereka ada di Basilika Santo Markus. © Amador Alvarez (CC BY-SA 3. 0) melalui Wikimedia Commons
Basilika Santo Markus Penginjil di Campidoglio. Sebuah lukisan (Jaume Huguet, 1460) di sebuah gereja Catalonian menggambarkan martir Persia Abdon dan Semnen, yang relikui-relikui mereka ada di Basilika Santo Markus.
© Amador Alvarez (CC BY-SA 3. 0) melalui Wikimedia Commons

Basilika Santo Markus 7

Artikel Terkait:

Di luar tembok tetapi di dalam hati Gereja: Basilika Santo Lauresius

Gereja Maselinus dan Petrus: para martir yang muncul dalam mimpi

Basilika Santo Vitalis di Fovea: sebuah basilika keluarga

Minyak ajaib atau air tercemar: kunjungan virtual ke Basilika Santa Maria di Trastevere

Basilika Santa Cecilia di Trastevere: dibangun di atas rumah martir itu

Basilika Santa Balbina: martir yang disembuhkan oleh rantai Santo Petrus

Kunjungan virtual ke Basilika Santo Klemens: sebuah perjalanan melintasi waktu

Basilika Santa Maria di Domnica: kapal dan tabut

Datang ke pusat Gereja: mengunjungi Basilika Santo Petrus

Basilika 12 Rasul: bersama Rasul Filipus dan Rasul Yakobus

Gereja Santo Laurensius di Jalan Roti dan Ham

Basilika Santa Maria Maggiore, bunda dan pelindung kami

Berdoa di depan jubah Santo Yosef di Basilika Santa Anastasia

Basilika Santo Petrus dalam Rantai: ada rantai penahan Santo Petrus dan patung Moses

Prapaskah pernah dimulai hari Minggu Basilika Santo Yohanes Lateran

Berdoa secara virtual di Basilika Santo Agustinus, tempat Santa Monica beristirahat

Yohanes dan Paulus, pejabat-pejabat Romawi yang menjadi martir

Serigala betina atau naga? Gereja San Giorgio di Velabro

Aleteia ajak ziarah Prapaskah virtual melalui 42 gereja stasi di Roma satu gereja per hari

Santa Sabina, tempat Santo Dominikus harus hindari batu yang dilempar oleh iblis

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan