Suster Maria Florentina Memu OSU memeluk seorang staf sekolah yang  mewakili seluruh guru yang terharu dan menangis saat memberikan  cenderamata (PEN@ Katolik/mp)
Suster Maria Florentina Memu OSU memeluk seorang staf sekolah yang mewakili seluruh guru yang terharu dan menangis saat memberikan cenderamata (PEN@ Katolik/mp)

Mungkin di masa depan akan “banyak persoalan besar akan terjadi, maka saya mengajak untuk terus berbuat serta jangan pernah menyerah dan putus asa untuk mengajarkan kebaikan, karena kita tidak sendiri.”

Itulah pesan perpisahan yang disampaikan Suster Maria Florentina Memu OSU kepada seluruh pendidik SMP dan SMA Theodorus Kotamobagu dan Ketua Yayasan Setia Bhakti Kota Kotamobagu yang baru Suster Theresia Sri Biastuti OSU, 10 Juli 2019, seperti yang disampaikan Suster Florentina kepada PEN@ Katolik di hari yang sama.

Suster Florentina akan bertugas di Kalimantan dan pada hari yang sama Suster Herlina Helena Simanjorang OSU yang menjabat sebagai Kepala sekolah SMP Katolik Theodorus Kotamobagu menggantikan Christine Damping.

Meski harus melepaskan jabatannya sebagai ketua yayasan dan berpindah ke pulau yang lain, namun Suster Florentina “merasa terberkati,” karena selama enam tahun bisa bersama-sama dengan orang hebat.”

Suster Florentina menambahkan, “Melepas semua ini ternyata begitu indah ketika karya ilahi Tuhan yang sangat setia dan sabar hadir dalam diri, serta mengutus diri ini untuk menjalani kehidupan dengan terus semangat mengabdi, bersyukur dan tersenyum di mana pun berada.”

Menurut Ketua Tiga Yayasan Satya Bhakti Suster Edith Watu OSU kerja tim dan dialog yang selama ini dijalankan memang perlu bagi sebuah komunitas, “karena di jaman sekarang komunikasi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman.”

Kemajuan pendidikan, tegas Suster Edith, ada di tangan guru, “maka pola kerja pendidikan Ursulin perlu perubahan.” Pola kerja yang selama ini biasa-biasa saja, jelasnya, harus bisa berkembang mengikuti perkembangan jaman era revolusi industri 4.0.

Saat ini, lanjutnya, pendidikan Ursulin mempunyai komisi pendidikan, “sehingga ke depan pembinaan sumber daya manusianya bisa lebih mudah dan dapat mengikuti tuntutan perkembangan pendidikan jaman now.”

Sekarang, tegas Suster Edith, teknologi Android bukan barang asing dan anak-anak sudah bisa membuat teknologi animasi hanya dengan melihat di Internet. Maka, kata suster itu, “persoalan sekarang ini adalah bagaimana kita sebagai guru bisa lebih maju dari mereka.”

Diingatkan, anak-anak jaman now “sudah tidak suka membuka buku dan disuruh mencatat, maka perlu adanya perubahan pola pikir, pola pembelajaran, kedisiplinan dan tanggung jawab.”

Pesan Suster Edith itu disampaikan kepada seluruh pendidik Persekolahan Theodous Kotamobagu dan kepada Ketua Yayasan Setia Bhakti Kota Kotamobagu yang baru yang menggantikan Suster Florentina. Namun, “memperkenalkan budaya pendidikan Ursulin yang lebih dikenal dengan disiplin dalam bekerja dan bertanggung jawab kepada sekolah perlu proses,” kata Suster Edith. (PEN@ Katolik/michael)

Artikel Terkait:

SMP dan SMA Katolik Theodorus Kotamobagu raih penghargaan Adiwiyata Sulawesi Utara

SMP dan SMA Katolik diminta setia dan taat pada hal kecil seperti Santa Angela Merici

Serah terima ketua yayasan dari Suster  Maria Florentina Memu OSU (kanan) kepada Suster  Theresia Sri Biastuti  OSU (kiri) (PEN@ Katolik/michael)
Serah terima ketua yayasan dari Suster Maria Florentina Memu OSU (kanan) kepada Suster Theresia Sri Biastuti OSU (kiri) (PEN@ Katolik/michael)
penandatanganan serah terima jabatan (PEN@ Katolik/michael)
penandatanganan serah terima jabatan (PEN@ Katolik/michael)

Tinggalkan Pesan