Uskup Kaggwa dan para imam dalam pemakaman Bruder Mugarura di  Kiteredde, 8 Juli 2019. (Foto Ambrose Musasizi)
Uskup Kaggwa dan para imam dalam pemakaman Bruder Mugarura di Kiteredde, 8 Juli 2019. (Foto Ambrose Musasizi)

“Kami berusaha memverifikasi situasi kematian Bruder Norbert Emmanuel Mugarura,” kata Uskup Emeritus Masaka Mgr John Baptist Kaggwa, sehubungan dengan pembunuhan terhadap Bruder Mugarura, Superior Jendral Bruder-Bruder Santo Charles Lwanga.

“Dari apa yang kita pelajari, Bruder Mugarura pergi menghadiri pertemuan di Kampala,” kata Mgr Kaggwa, yang melaporkan bahwa Bruder Mugarura mengadakan serangkaian pertemuan di berbagai tempat di ibukota Uganda.

“Dia berhenti di Rubaga untuk bertemu salah satu anggota kongregasinya. Kemudian biarawan itu mengadakan pertemuan lain di Gereja Kristus Raja di Kampala. Rencana perjalanannya termasuk pemberhentian-pemberhentian selanjutnya di Namugongo dan di Nsambya, di kantor pusat ARU (Asosiasi Religius Uganda). Namun, dia hilang sejak pulang dari Gereja Kristus Raja,” kata uskup itu.

“Dia mungkin diculik oleh seseorang dan kemudian dibawa ke Universitas Kyambogo. Studi dari Robert Asiimwe dari sekolah dasar hingga universitas itu mendapat dukungan dana dari Bruder Mugarura,” kata Mgr Kaggwa seperti yang dilaporkan oleh Fides dari Kampala, 10 Juli 2019.

Menurut polisi, di kamar mahasiswa inilah Bruder Mugarura dibunuh. Tampaknya mahasiswa itu ingin mengambil mobil biarawan itu hanya untuk menyembunyikan jenazahnya. Tetapi karena mobilnya tidak diberikan oleh karyawan-karyawan kantor pusat itu, ia terpaksa menelpon perusahaan kebersihan.

“Keraguan kita adalah: siapa yang membuat janji dengan Bruder di Gereja Kristus Raja? Apakah seseorang membujuk biarawan itu untuk pergi ke Universitas Kyambogo atau dia dibawa ke sana dengan paksa?” tanya Mgr Kaggwa yang mencurigai ada orang lain yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

Mgr Kaggwa, yang mundur dari jabatannya tanggal 16 April, mengatakan “merasa sedih dengan desas-desus di media sosial yang menyebut mahasiswa itu membunuh Bruder Mugarura untuk membela diri dari pelecehan.”

“Mereka semua berbohong untuk menyembunyikan kebenaran dan mendiskreditkan Gereja Katolik,” kata Uskup Emeritus itu. “Kami mengenal Bruder Mugarura dengan baik dan kami tidak ragu akan kebenaran moralnya. Sejak ia menjadi Pemimpin Umum Bruder-Bruder Santo Charles Lwanga di bulan Januari, dia telah membangun kembali tatanan internal di institut itu, mengurus bagian spiritual, dan menjaga agar kaul kemiskinan dan kemurnian dihormati. Jika dia masih hidup, dia akan terus melakukan pekerjaan yang hebat itu,” kata Mgr Kaggwa. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Agenzia Fides)

Artikel Terkait:

Superior Jendral Ordo Bruder-Bruder Santo Charles lwanga terbunuh

Tinggalkan Pesan