Seorang perempuan diterima sebagai anggota baru Persaudaran Dominikan Awam dengan pengenaan skapulir sebagai pelindung (PEN@ Katolik/pcp/screenshot)
Seorang perempuan diterima sebagai anggota baru Persaudaran Dominikan Awam dengan pengenaan skapulir sebagai pelindung (PEN@ Katolik/pcp/screenshot)

“Apa yang kamu cari?” adalah rumusan pertanyaan bagi seseorang untuk diterima menjadi anggota Keluarga Dominikan, baik imam, suster, dan awam. Pertanyaan dalam Bacaan Injil 17 Januari (Yohanes 1:35-42) itu mengingatkan pertanyaan Yesus kepada ibu-Nya dalam Pesta Perkawinan di Kana, kepada Wanita Samaria, dan orang buta yang disembuhkan.

Pertanyaan yang melambangkan kekuasaan Yesus yang mau berikan semua yang terbaik, belas kasih dan kemurahan Allah itu, ditanyakan juga kepada 46 orang di Jakarta saat Misa Penerimaan Dominikan Awam Santa Katarina Siena Jakarta, 17 Januari, dan kepada tiga orang di Cimahi, dua orang di Cirebon, serta satu di Chapter Yogyakarta di hari sebelumnya.

Kedua Misa penerimaan online itu dipimpin Moderator Persaudaraan Dominikan Awam (PDA) Indonesia Pastor Andrei Kurniawan OP dari Rumah Santo Dominikus Pontianak.

Pastor Andrei menyambut 52 anggota baru PDA itu memasuki Sekolah Santo Dominikus, Sekolah Para Kudus Dominikan, pelatihan yang sama bagi semua anggota Keluarga Dominikan, pastor, suster dan awam, tanpa memandang usia, tanpa perlu takut dan khawatir “karena kita akan mendengar pertanyaan yang sama dari Tuhan dan karena kita meminta hal yang sama dari Tuhan yaitu belas kasih.”

Aturan yang dipilih Keluarga Dominikan, menurut imam itu, adalah juga aturan yang sama yakni Regula Santo Agustinus, artinya semua anggota Keluarga Dominikan “harus kumpul dalam satu komunitas dengan satu hati dan satu pikiran untuk hidup rukun dalam Tuhan, belajar bersama, berdoa bersama.”

Tujuan awam, suster dan imam dalam bergabung di Keluarga Dominikan sama, “untuk keselamatan jiwa-jiwa, supaya diri kita selamat, komunitas kita selamat, dan orang yang kita kasihi dan sudah mendahului kita selamat.”

Dasar dan kekuatan Keluarga Dominikan juga sama ”menjadi saksi yang bersukacita dan penuh harapan, serta berdoa tiada putusnya, sesuai kesempatan komunitas, bisa juga dengan cara virtual, ofisi (ibadah pagi, sore dan malam) dan Rosario.”

Pastor Andrei mengingatkan, “setelah menjawab pertanyaan ‘apa yang kamu cari, apa yang kamu mau dan kamu minta,’ serta tinggal bersama Yesus, Dia nanti akan bertanya, ‘Siapa yang kamu cari?’ seperti pertanyaan Yesus saat di Taman Getsemani, saat Dia menyerahkan diri supaya kita selamat.”

Semua anggota Keluarga Dominikan, kata imam itu, “menjadi perpanjangan tangan Tuhan menjadi pewarta sukacita demi keselamatan jiwa-jiwa.” Setelah berdoa bersama, belajar bersama, melakukan kegiatan sosial bersama, dan merasa damai, mereka pun diminta “mengajak teman-teman lain, supaya semua orang selamat.

Setelah diterima sebagai anggota Dominikan, semua anggota baru yang akan mulai “kelas baru” dengan “seragam baru warna putih,” menerima skapulir bergambar Maria dan Kanak-Kanak Yesus sebagai perlindungan dari depan dan belakang, juga Rosario, dan Buku Pentunjuk Peraturan Dominikan Awam.

“Sekolah atau kelas yang baru dimulai harus hidup atau jalan terus meski dengan online, dan anggota PDA harus selalu makan bersama Yesus dalam Ekaristi, online atau offline, selalu berdoa, senantiasa memberi belas kasih Tuhan kepada sesama,” minta imam itu.

“Apa yang kamu cari? Tuhan menunggu kita memberi jawaban terdalam. Akankah kita tinggal bersama Kristus Sang Guru dan mencari belas kasihan Tuhan dan belas kasih-Nya? Jawabannya ada pada Anda sekalian,” kata Pastor Andrei mengakhiri homili.

Para calon lalu menyalakan lilin di tangan dan menjawab panggilan presiden atau pimpinan masing-masing dengan jawaban “Saya Hadir.” Pastor Andrei memberkati skapulir yang dikenakan kepada mereka dan Rosario serta buku peraturan yang diberi kepada mereka.

Kepada 46 anggota dari Jakarta yang terbagi dalam enam kelompok yakni Bernardo, Ciputat, Pius, Ratu Rosari, Thomas Aquinas, Taman Aries, Suster Maria Serafine Widi OP sebagai pendamping spiritual mereka berharap agar mereka bergabung dengan sukacita. “Semoga happy dan berbagi happy, menjadi pewarta sukacita dan belas kasih.”

Sementara itu, Pendamping Spiritual Dominikan Awam Indonesia Suster Maria Lucia Kusrini OP mengamati peristiwa dua hari itu menunjukkan bahwa persaudaraan Dominikan makin melebar dan meluas. “Ini sejarah hidup yang sering disebut momentum indah, titik balik dari kehidupan lama ke kehidupan baru yang lebih cerah dan lebih baik dengan perlindungan dari rahmat Allah.”

Suster Lucia berharap peristiwa itu, “membuat kita menjadi saudara yang berbekas kasih dan bermurah hati karena kalian ujung tombak yang mau membantu masyarakat.” Suster lalu mengajak mereka bergandengan tangan iman meski dalam pandemi agar bisa menolong sesama “sehingga pewartaan sukacita dan saluran rahmat Tuhan tidak pernah putus karena di mana-mana ada Dominikan Awam, di mana-mana ada tangan yang menggandeng untuk menuju kehidupan yang baik.”

Suster Lucia juga menyebut anggota-anggota baru PDA sebagai “saudara serta kakak dan adil kita” dan menjamin bahwa pertanyaan mereka “akan diterima dengan penuh syukur.”

Meski dalam masa pendemi, Superior Jenderal Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus Suster Maria Elisabeth Yaya Budiarti OP melihat bahwa semangat doa tetap bisa dihidupi meski serba online. Bahkan di masa ini, tegas suster itu, “ternyata panggilan Dominikan sangat berlimpah” baik untuk awam dan untuk suster.

Suster itu mengajak para anggota baru itu menyadari bahwa panggilan mereka untuk jadi anggota PDA “datang dari Allah” dan “kita pantas menerima belas kasih Allah” karena “kita dipanggil untuk hidup dalam sukacita dan kegembiraan yang semuanya mengarah pada proses kekudusan yang terjadi dalam PDA.”

Presiden Chapter Jakarta Stephanus Suriaputra OP mengajak 46 anggota baru itu untuk “menjalani empat pilar Dominikan dengan kerendahan hati dan berdoa bagi keselamatan jiwa-jiwa.” Sementara itu Presiden PDA Indonesia Theo Atmadi OP, yang menjelaskan bahwa kini anggota PDA Indonesia berjumlah sekitar 260 orang, berharap acara itu “bukan akhir tapi awal studi” agar semua anggota baru “bersama-sama menjadi kudus dengan teladan para orang kudus Dominikan.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Pastor Andrei memberkati skapulir dan juga anggota bari PDA (PEN@ Katolik/screenshot)
Pastor Andrei memberkati skapulir dan juga anggota bari PDA (PEN@ Katolik/screenshot)

Cirebon, Cimahi dan YogyakartaCimahi

Cirebon
Cirebon

Jakarta 1Jakarta 2Jakarta 3Jakarta 4Jakarta 5Jakarta 6Jakarta

Suster Maria Elisabeth OP
Suster Maria Elisabeth OP

Theo

Tinggalkan Pesan