Urbi et Orbi 8

Setiap pagi, di Casa Santa Marta, Paus Fransiskus mempersembahkan Misa bagi kelompok-kelompok orang tertentu yang menderita akibat pandemi virus corona, yang menunjukkan betapa Gereja dekat dengan mereka.

Baru-baru ini, Selasa, 31 Maret 2020, Paus berdoa “untuk tunawisma.” Paus berdoa, “Saat ini, ketika seharusnya setiap orang berada di rumah, semoga masyarakat, pria dan wanita, menyadari kenyataan ini dan membantu mereka, dan semoga Gereja bisa menerima mereka.”

Senin 30 Maret, intensi Paus “untuk banyak orang yang tidak berhasil mengatasi dan tetap dalam ketakutan karena pandemi.” Paus berdoa, “Semoga Tuhan membantu mereka untuk mendapatkan kekuatan untuk mengatasi demi kebaikan masyarakat dan seluruh komunitas.”

Kamis 26 Maret, Paus mengalihkan perhatian pada ketakutan yang sering menyertai penderitaan. Paus berkata, “Rasa takut para lansia yang sendirian di panti jompo, atau rumah sakit, atau rumah mereka sendiri, dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Ketakutan orang-orang yang tidak punya pekerjaan rutin dan berpikir bagaimana memberi makan anak-anak mereka. Mereka memperkirakan mereka akan kelaparan. Ketakutan banyak pegawai negeri. Saat ini mereka bekerja untuk menjaga agar masyarakat tetap berfungsi dan mereka bisa sakit. Ada juga ketakutan dari setiap kita. Setiap orang tahu ketakutannya sendiri. Kita berdoa kepada Tuhan agar Dia boleh membantu kita untuk percaya, dan untuk sabar menghadapi dan mengatasi ketakutan-ketakutan ini.”

Minggu 29 Maret, Paus memulai liturgi dengan mengatakan dia memikirkan “banyak orang yang menangis, orang-orang yang diisolasi, di karantina, orang lansia; orang-orang yang sendirian, di rumah sakit, orang tua yang bisa tahu sebelumnya apakah akan menerima gaji dan tidak tahu bagaimana memberi makan anak-anak mereka ….”

Paus mengatakan, “Banyak orang menangis. Kita juga, dari hati kita, menemani mereka. Tidak ada salahnya kita menangis sedikit seperti Tuhan kita menangis untuk semua umat-Nya.”

Sabtu 28 Maret, Paus berdoa bagi yang menderita kelaparan karena pandemi virus corona. Paus mengatakan, “Kita mulai melihat orang-orang yang lapar karena tidak bisa bekerja. Mereka mungkin tidak punya pekerjaan tetap, dan karena banyak kemungkinan lain. Kita mulai melihat akibat yang akan terjadi nanti. Tapi sudah mulai melihatnya sekarang. Kita berdoa untuk keluarga-keluarga yang mulai merasa membutuhkan bantuan karena pandemi.”

Dalam Misa pagi Jumat 27 Maret, Paus mengatakan, masa-masa sulit yang kita hadapi telah mengilhami banyak orang untuk lebih peduli kepada orang lain: bagi keluarga-keluarga yang tidak punya cukup uang untuk bertahan hidup, bagi para lansia yang sendirian, bagi orang sakit di rumah sakit. Mereka sedang berdoa bagi orang lain, “semoga bantuan boleh tiba.”

Paus mengatakan, “Ini pertanda baik, dan kita bersyukur kepada Tuhan, yang membangkitkan perasaan-perasaan ini di hati umat beriman.”

Paus juga menyadari penderitaan keluarga-keluarga yang menghadapi kesulitan keuangan. Senin 23 Maret, Paus berdoa khususnya untuk mereka: “Mari kita berdoa hari ini untuk orang-orang yang mulai mengalami persoalan ekonomi karena pandemi, karena mereka tidak bisa bekerja … Semua ini memengaruhi keluarga. Kita berdoa untuk orang-orang yang mengalami persoalan ini.”

Paus menyatakan kekagumannya terhadap para tenaga medis dan orang-orang yang mempertaruhkan nyawanya untuk merawat pasien virus corona. Sebelum Misa di Casa Santa Marta hari Selasa, 24 Maret, Paus berkata: “Saya menerima berita bahwa hari-hari ini, sejumlah dokter dan imam telah meninggal, saya tidak tahu apakah ada juga perawat yang meninggal. Mereka terinfeksi … karena mereka melayani orang sakit. Mari kita berdoa untuk mereka, untuk keluarga-keluarga mereka. Saya bersyukur kepada Tuhan untuk contoh kepahlawanan yang mereka berikan kepada kita dalam merawat orang sakit.”

Sebelum menyampaikan berkat Urbi et orbi di Lapangan Santo Petrus hari Jumat 27 Maret, Paus berdoa agar kita boleh “menyerahkan ketakutan kita” kepada Tuhan, agar “Ia dapat menaklukkannya.” Paus mengatakan, “Karena inilah kekuatan Allah: merubah semua yang terjadi pada kita menjadi baik, bahkan hal-hal yang buruk. Dia menenangkan badai kita, karena bersama Allah, hidup tidak pernah mati.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Tahta Suci berkabung untuk Italia dan dunia

Setelah didiagnosa positif Covid-19, Vikaris Jenderal Roma berdoa untuk yang menderita

Paus mendesak pemerintah untuk bertindak demi kebaikan bersama

Saya sedang pikirkan orang yang sedang menangis, kata Paus di hari Minggu air mata

Dua kasus baru Covid-19 di Vatikan 170 orang lainnya menjalani tes

Guru engkau tidak peduli kalau kita binasa, kutip Paus sebelum berkat Urbi et orbi

malam-ini-pukul-24-00-wib-Umat beriman seluruh dunia diundang ikut bersama Paus dalam doa

Paus membuat permintaan khusus untuk berdoa bagi orang sakit

Kongregasi untuk Ibadat Ilahi keluarkan dekrit 25 Maret yang perbarui dekrit sebelumnya

Paus berdoa Bapa Kami di tengah krisis global yang dipicu pandemi COVID-19

Paus mengundang semua umat ikut dengannya dalam doa pukul 6 sore WIB

Paus bersyukur atas teladan kepahlawanan dokter dan imam dan renungkan tentang air

Paus ajak umat Kristen doa bersama 25 Maret dan berkat luar biasa Urbi et Orbi 27 Maret/

Paus: COVID-19 mengajarkan bahwa kita adalah satu komunitas manusia

Vatikan beri indulgensi penuh bagi umat penderita COVID-19 dan yang bantu mereka

Paus Fransiskus pergi berdoa kepada Maria dan berjalan kaki di Via del Corso Roma

Covid-19: Perayaan Pekan Suci Vatikan tanpa partisipasi publik

Covid-19: Paus memanjatkan doa kepada Perawan Maria untuk perlindungan

Dengan persetujuan Paus, gereja-gereja paroki di Roma tetap dibuka untuk doa pribadi

Virus Corona: kantor-kantor Vatikan tetap buka, Paus sumbang 100 ribu Euro

Virus Corona: Vatikan menutup Basilika Santo Petrus bagi para wisatawan

Paus Fransiskus berdoa bagi mereka yang terke

Tinggalkan Pesan