img_2375

PEKAN BIASA XVI (H)
Santa Brigitta; Santo Apolinaris

Bacaan I: Yer. 7:1-11

Mazmur: 84:3-6a.8a.11; R:2

Bacaan Injil: Mat. 13:24-30

Yesus membentangkan suatu per­umpamaan lain lagi kepada orang banyak, kata-Nya: ”Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, tampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Renungan

Kadang kita heran: yang ditanam bunga-bunga indah, tapi tumbuh juga rumput di sekitarnya. Rumput itu tidak pernah ditanam. Bahkan sudah dicabut, kok tumbuh terus. Kita heran, rumput yang tidak dipelihara cepat sekali tumbuh, sementara bunga yang ditanam lambat tumbuhnya, bahkan perlu perawatan khusus.

Hal yang sama terjadi pada kita, manusia. Kita heran, mengapa ada orang jahat? Bukankah Tuhan menciptakan manusia itu baik? Bukankah setiap orang dididik dengan baik oleh orangtua dan gurunya? Tetapi mengapa ada orang jahat? Bahkan kadangkala orang jahat hidupnya lebih makmur dari orang baik dan jujur. Mengapa Tuhan tak mencabut saja nyawa orang jahat itu?

Kenyataannya memang demikian, bahwa orang baik dan orang jahat selalu ada. Dalam Kitab Suci, kita baca umat Israel beribadah kepada Tuhan, tetapi mereka masih juga mengikuti alah-alah lain dan mempersembahkan kurban kepada dewa/i. Bahkan mereka juga mencuri, membunuh, berzina, dan bersumpah palsu. Hal itu terjadi juga sekarang. Banyak orang beribadah kepada Tuhan, tetapi tidak sedikit juga yang pergi ke dukun, mencuri, korupsi, berzina, membunuh, dsb.

Agaknya, Tuhan membiarkan orang jahat tumbuh bersama orang baik. Tujuannya agar yang baik tetap terasah baik, dan yang jahat bertobat menjadi baik. Pada akhir zaman, hanya orang baik yang masuk Surga. Tapi, kita sendiri pun tidak selalu 100% baik; ada juga benih-benih jahat di hati kita. Untuk itu, kita pun perlu bertobat. Tuhan masih memberi kita waktu.

Ya Tuhan, dengan melihat adanya orang jahat, semoga aku tidak melakukan yang sama, dan segera bertobat menjadi baik. Tolonglah aku, Tuhan. Amin.

Tinggalkan Pesan