Swiss Guard

Tanpa diduga oleh sebagian besar orang yang hadir, Paus Fransiskus datang menghadiri upacara peresmian bendera baru Garda Swiss pada hari Jumat sore, 1 Mei 2015, dan memberi sambutan kepada kepada korps itu, serta berbicara tentang karakteristik seorang komandan, menurut Injil.

Christoph Graf diangkat sebagai komandan baru Garda Swiss di bulan Februari, namun upacara peresmiannya disertai pemberkatan bendera baru korps itu baru dilaksanakan 1 Mei 2015.

Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin merayakan Misa di Gereja Pemakaman Teutonik, yang terletak di pekarangan Vatikan. Selanjutnya, di Markas Garda Swiss dilakukan “aksi militer,” yang secara tak terduga dihadiri oleh Paus Fransiskus.

Setelah mendengarkan pidato dari Komandan Graf ini, Paus memberi sambutan kepada mereka yang hadir, seraya menyampaikan selamat kepada komandan baru itu.

Paus mengatakan seorang komandan harus menjadi insan persatuan, amal kasih, cinta, dan kerendahan hati. Paus mendorong komandan baru itu untuk menggunakan sifat kebapakan terhadap para garda dan berdoa agar Roh Kudus menebarkan dan membuat persatuan dan cinta tumbuh di kalangan semua anggota korps itu.

Paus mengakhiri sambutannya dengan mengenang moto korps itu: “Mut und Demut” (keberanian dan kerendahan hati).

Memerintah secara Injili berarti melayani, lanjut Paus.

Setelah pidato singkat nya, Paus memberkati komandan baru itu, para garda Swiss, serta keluarga dan rekan-rekan mereka yang hadir. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Christoph Graf1

Tinggalkan Pesan