1604822_708661275841341_1788061078_n

Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Bandung memberi kesempatan kepada Orang Muda Katolik (OMK) di Keuskupan Bandung untuk belajar berkarya, belajar kreatif dan belajar berwirausaha lewat talkshow yang menghadirkan seorang usahawan Katolik dan seorang akademisi yang ahli manajemen dan marketing.

Sekitar 120 OMK menghadiri talkshow di aula Paroki Katedral Santo Petrus Bandung, tanggal 27 Februari 2014 itu. Mereka mendengar dan berdiskusi dengan usahawan terkenal dari Bandung, Perry Tristianto, dan ketua Program Studi Manajemen dan Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Popy Rufaidah.

Talkshow bertema “Yang Muda Yang Berkarya Yang Kreatif Berwirausaha” itu dibuka oleh Ketua PUKAT Keuskupan Bandung Robert Hadi itu guna mendorong OMK untuk membangun jiwa “entrepreneur” yang modalnya, menurut Perry Tristianto, adalah sumber daya manusia yang loyal, mau bekerja keras dan mempunyai keahlian atau kemampuan.

Menurut Perry, usahawan yang terkenal dengan Factory Outlet di Bandung dan Floating Market (pasar terapung) di Lembang, selain jiwa usaha, OMK juga harus menciptakan pasar yakni “memulai usaha di tempat yang bukan sudah lebih dulu ramai dengan produk yang akan dijual dan bukan dengan mengikuti pasar yang sudah ada, tetapi sebaliknya.”

Selain itu, tegas usahawan yang digelar “Raja Factory Outlet” itu, yang diperlukan dalam memulai sebuah usaha adalah “kemauan dalam diri kita sendiri.”

Mengakui bahwa setiap usaha akan mengalami kegagalan, usahawan itu mendorong kaum muda untuk tidak mundur karena kegagalan, tetapi “menjadikannya proses belajar agar lebih baik untuk membangun usaha.”

Menurut Popy Rufaidah, kehidupan sehari-hari saat ini dipengaruhi oleh brand dengan menggunakan merek-merek tertentu. Apa yang sedang dibangun oleh PUKAT Keuskupan Bandung, katanya, adalah brand, dengan mengajak kaum muda untuk berkarya dalam bentuk apa pun agar memiliki keunggulan dalam bersaing dan mempunyai kekhasan masing-masing.

Dalam percakapan dengan PEN@ Indonesia, Robert Hadi mengatakan bahwa misi ‘gerakan sosial’ PUKAT Keuskupan Bandung terdiri dari tiga obyek pokok, yaitu melayani kesehatan warga usia lanjut, membantu pendidikan orang muda dan mengkader mereka menjadi pemimpin, serta mendorong kaum muda untuk menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Misi ketiga ini yang mendorong kami melaksanakan kegiatan ini,” kata Robert Hadi yang menjelaskan bahwa acara bulanan yang dilaksanakan oleh Bidang Persaudaraan dan Kerohanian itu sekaligus merupakan ajang berkumpul guna mensosialisasikan kegiatan sesuai rencana strategis pengurus PUKAT Bandung.

Menurut Robert Hadi, kaum muda yang hadir cukup antusias mengikuti acara itu. “Sekitar 170 orang yang hadir. Dari jumlah itu kurang lebih 70% adalah orang muda. Kami mengharapkan dalam suasana kebersamaan itu muncul ide-ide kreatif dari kaum muda,” katanya.

Acara itu diawali Misa di Gereja Katedral Bandung. Dalam homili, Pastor Antonius Haryanto Pr yang memimpin Misa mengajak kaum muda melihat sosok Simon yang diberi tugas oleh Yesus untuk menjala ikan, melihat bagaimana Simon tidak mudah putus asa untuk mendapatkan perubahan. Bertumbuh, jelas imam itu, berarti ada perubahan. “Bertumbuh berarti mau berubah dan bertumbuh berarti mau bekerja keras,” kata imam itu seraya mengajak kaum muda untuk tidak putus asa.(Kristiana Ariani Widianti)

1900063_708661202508015_1718108895_n

Tinggalkan Pesan