Mgr Ewaldus Martinus Sedu membacakan Pengakuan Iman didampingi Duta Vatikan Mgr Piero Pioppo dan Mgr Sensi Potokota. PEN@ Katolik/pcp
Mgr Edwaldus Martinus Sedu membacakan Pengakuan Iman didampingi Duta Vatikan Mgr Piero Pioppo dan Mgr Sensi Potokota. PEN@ Katolik/pcp

“Saya Mgr Edwaldus Martinus Sedu, yang diangkat menjadi Uskup Keuskupan Maumere akan senantiasa setia kepada Gereja Katolik dan Santo Bapa, gembala-Nya yang utama, wakil Kristus, pengganti rasul Santo Petrus.”

Mgr Edwaldus mengatakan itu dalam Salve Agung, Pengakuan Iman dan Sumpah Setia Menjelang Tahbisan Uskup Maumere di Katedral Santo Yoseph Maumere, 25 September 2018. Sumpah setia itu diucapkan didampingi oleh Duta Vatikan untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo dan Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota, pemimpin Salve Agung itu.

Sumpah setia itu dibacakan setelah uskup baru Maumere itu menyampaikan pengakuan iman kepada Allah dengan mengucapkan Syahadat Para Rasul dan kepercayaannya yang teguh “akan segala sesuatu yang terkandung dalam Sabda Allah baik yang tertulis maupun yang diturunkan dalam tradisi dan yang diputuskan oleh Gereja baik melalui keputusan yang definit maupun melalui Magisterium yang biasanya ditetapkan untuk dipercaya sebagai yang diwahyukan secara ilahi.”

Selain akan menghormati pelaksanaan tugas Bapa Suci atas Gereja universal, memajukan dan mempertahankan hak-hak dan kewibawaan Bapa Suci, serta mengakui dan menghormati hak dan tugas prerogatif Bapa Suci, Mgr Edwaldus bersumpah akan dengan sangat saksama “menjalankan tugas-tugas apostolik yang dipercayakan kepada para uskup yang mengajarkan, menguduskan, dan memimpin umat Allah dalam persekutuan dengan kepala dan anggota kolegium para uskup” serta “akan menjalankan hukum Gereja universal.”

Hal lain yang termasuk dalam sumpahnya adalah menjaga iman yang telah diturunkan para rasul, meneruskan dan menerangkan kebenaran yang disampaikan oleh Magisterium Gereja kepada semua orang, menunjukkan kasih kebapaan kepada yang sesat imannya dan berusaha membimbing mereka kepada kepenuhan kebenaran Katolik.

Dalam salve yang dilaksanakan sehari sebelum penahbisan, Mgr Edwaldus juga bersumpah akan memenuhi tugas kepercayaan yang dipercayakan kepada dirinya, menjadi suri teladan  bagi umat beriman untuk mencapai kesempurnaan kristiani, menjunjung tinggi tata tertib yang berlaku umum di dalam seluruh Gereja, dan melaksanakan semua tugas Gereja terutama yang ditemukan dalam Hukum Kanonik.

Sumpah lain berkenaan dengan upaya menghindari penyalahgunaan berkaitan dengan Perayaan Sabda dan Perayaan Sakramen, pengelolaan harta benda Gereja, perhatian khusus bagi para imam dan diakon, panggilan hidup imamat dan biara.

“Saya akan mengakui dan memajukan martabat awam dan peranan mereka yang khas dalam tugas perutusan Gereja dan secara khusus akan memperhatikan perkembangan karya missioner yang diperuntukkan bagi evangelisasi bangsa-bangsa,” sumpah Mgr Ewaldus yang juga bersedia hadir secara pribadi atau menjawab sesegera mungkin jika dipanggil untuk konsili dan kegiatan kolegial lain, dan memberikan pertanggungjawaban tentang tugas-tugas pastoralnya kepada Tahta Suci, serta menerima dan melaksanakan dengan penuh rasa hormat perintah, saran dan nasehat” Tahta Suci.

Sesudah Pengakuan Iman dan Pengucapan Sumpah Setia, Mgr Edwaldus sebagai Uskup Terpilih bersama Mgr Sensi Potokota dan Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD sebagai uskup emeritus yang menjadi pendamping dalam Salve itu menandatangani dokumen-dokumen pengakuan iman dan sumpah setia itu.  Penandatanganan dan serah terima dokumen-dokumen itu diakhiri dengan rangkulan Duta Vatikan kepada Mgr Ewaldus.

Dalam Salve itu, Provinsial SVD Ende Pastor Lukas Jua SVD membacakan Injil dan menyampaikan homili dan Mgr Sensi Potokota memberkati insignia atau tanda-tanda yang akan dikenakan uskup baru yakni mitra, cincin, tongkat dan kalung salib serta beberapa perlengkapan yang akan digunakan untuk kegiatan liturgis uskup yang baru.

Mgr Pareira, yang menjadi uskup kedua Keuskupan Maumere (sejak 2008) menggantikan Mgr Potokota yang ditunjuk sebagai Uskup Agung Ende, kemudian mengalungkan Salib itu kepada Mgr Edwaldus.

Setelah lagu penyerahan Magnifikat dan Tantum Ergo, Mgr Potokota sebagai pemimpin upacara memberkati umat dengan Sakramen Mahakudus.

Acara malam itu diakhiri dengan makan malam bersama para uskup serta para imam dan biarawan-biarawati dan undangan di rumah dinas Bupati Sikka yang baru, Fransiskus Roberto Diogo.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Mgr Ewaldus Martinus Sedu akan ditahbiskan uskup Maumere pada HUT ke-77 Mgr Parera

Paus Fransiskus angkat Pastor Ewaldus Martinus Sedu sebagai Uskup Maumere

Permohonan pensiun sudah dikabulkan Paus kata Mgr Kherubim saat HUT ke-75

Mgr Edwaldus  Martinus Sedu menandatangani dokumen Pengakuan Iman dan Sumpah Setia. PEN@ Katolik/pcp
Mgr Edwaldus Martinus Sedu menandatangani dokumen Pengakuan Iman dan Sumpah Setia. PEN@ Katolik/pcp
Duta Vatikan memeluk dan menyalami Mgr Edwaldus. PEN@ Katolik/pcp
Duta Vatikan memeluk dan menyalami Mgr Edwaldus. PEN@ Katolik/pcp
Penandatanan dokumen oleh Mgr Pareira. PEN@ Katolik/pcp
Penandatanan dokumen oleh Mgr Pareira. PEN@ Katolik/pcp

Pemberkatan Insignia oleh Mgr Sensi Potokota

Mgr Potokota memberkati umat dengan Sakramen Mahakudus. PEN@ Katolik/pcp
Mgr Potokota memberkati umat dengan Sakramen Mahakudus. PEN@ Katolik/pcp
Para Uskup di rumah dinas Bupati Sikka yang baru. PEN@ Katolik/pcp
Para Uskup di rumah dinas Bupati Sikka yang baru. PEN@ Katolik/pcp
Tahta Uskup Maumere yangakan ditempati Mgr Edwaldus Martinus Sedu dengan semboyan "Duc In Altum". PEN@ Katolik pcp
Tahta Uskup Maumere yangakan ditempati Mgr Edwaldus Martinus Sedu dengan semboyan “Duc In Altum”. PEN@ Katolik pcp

Tinggalkan Pesan