Peringati 121 Tahun Misi MSC di Papua Selatan, Uskup Mandagi Soroti Perilaku Koruptif dan Ajak Umat Meneladani Misionaris Perintis

MERAUKE, Pena Katolik Ribuan umat Katolik memadati halaman Arca Hati Kudus Yesus di kawasan Bandara Mopah, Merauke, pada Jumat (14/8/2026). Perayaan Ekaristi dan peringatan berdirinya Misi Katolik yang ke-121 tahun di tanah Papua Selatan (14 Agustus 1905 – 14 Agustus 2026) berlangsung khidmat dan penuh refleksi.

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, menilai hidup dalam kasih yang dijalankan para misionaris perintis—di antaranya Pastor Hendri Nollen, MSC; Pastor Philipus Braun, MSC; Br. Melchior Oomen, MSC; dan Br. Dionisius van Roessel, MSC—adalah wujud kasih sejati yang hadir tanpa pandang bulu.

Menurut Mgr. Mandagi, sikap para misionaris yang rela meninggalkan keluarga demi pelayanan di Papua Selatan sejalan dengan teladan Yesus yang menerima sesama tanpa memandang latar belakang. Namun, beliau menyayangkan bahwa nilai pengorbanan tersebut kini sangat bertolak belakang dengan dinamika zaman modern yang diwarnai perilaku koruptif.

“Sekarang banyak yang bersikap koruptif. Mereka mengambil uang yang bukan miliknya. Korupsi itu berarti mencuri uang rakyat,” tegas Mgr. Mandagi dalam khotbahnya. Beliau mengakui korupsi sering dijadikan cara instan untuk memperkaya diri, namun pada akhirnya hanya akan berujung di jeruji besi.

Kritik Terhadap Korupsi dan Penyakit Sosial

Uskup Agung Merauke juga menyinggung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa sejumlah pejabat di tanah Jawa dan Sumatra, serta isu penindakan hukum terhadap oknum pejabat lokal di Papua Selatan. Secara khusus, beliau menyampaikan harapan agar Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan Wakil Bupati Fauzun Nihayah tidak sampai terlibat kasus serupa.

“Saya kenal baik keduanya sebagai pekerja keras yang memperhatikan rakyat. Saya akan sangat marah, kecewa, sekaligus sedih jika ada pejabat kita yang terkena operasi tangkap tangan,” ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa tindakan memperkaya diri secara ilegal bertentangan dengan nilai moral dan ajaran agama mana pun. Dampak buruk korupsi dan ketidakefisienan anggaran sangat nyata dalam menambah penderitaan rakyat kecil, termasuk pada penyaluran program sosial seperti makanan bergizi gratis.

Mgr. Mandagi juga melontarkan kritik keras terhadap formalitas beragama di Indonesia. “Jangan sampai kita menjadi bangsa yang munafik—gedung gereja dan masjid megah di mana-mana, namun perilakunya justru merusak dan menghancurkan sesama memakai lembaga agama,” ujanya. Beliau mengimbau pejabat serta seluruh umat Katolik di Papua Selatan untuk melakukan refleksi diri, meninggalkan perilaku korupsi, perselisihan, perzinahan, hingga kebiasaan mabuk-mabukan yang memicu kekerasan dalam keluarga.

Mengutip pesan Paus Fransiskus, Uskup Mandagi mengingatkan bahwa korupsi adalah bentuk penghujatan kepada Allah karena menyengsarakannya kaum lemah dan merusak tatanan hidup masyarakat. Para pelayan umat diingatkan kembali untuk menjadi “imam yang berbau domba”—menyatu dan mengabdi sepenuhnya bagi rakyat kecil.

Bupati Merauke Refleksikan Perjalanan Misi dan Persatuan

Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyambut momen peringatan 121 tahun Misi Katolik yang bertepatan dengan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 dengan rasa penuh syukur.

“Sungguh luar biasa kasih dan rahmat Tuhan, karena hingga saat ini kita dapat merasakan kedamaian dan toleransi antar suku dan agama di daerah ini,” tutur Yoseph.

Ia merefleksikan perjalanan panjang para misionaris MSC asal Belanda beserta para rasul awam dan guru perintis yang didatangkan dari Tanimbar, Kei, Manado, Flores, hingga Jawa. Kendati diperhadapkan pada hambatan bahasa, keterbatasan sarana usai Perang Dunia II, serta tantangan tradisi pengayauan di masa itu, semangat pengabdian mereka tidak pernah surut.

Bupati mengajak seluruh umat, tokoh pemuda, orang tua, hingga para romo untuk terus menjaga keberagaman sebagai kekayaan daerah dan tidak membiarkan gesekan-gesekan kecil merenggangkan tali persaudaraan.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini