Peresmian Posko Pengungsi Gempa Flores di Paroki Aeramo

NAGAKEO, Pena Katolik – Di Keuskupan Agung Ende, Caritas Indonesia bersama KKP-PMP Keuskupan maumere dan Justice and Peace OFM Indonesia dengan dukungan BNPB membuka pelayanan Pos Pengungsian Terpadu Aeramo di Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo. Posko ini akan menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Aesesa dan sekitarnya. Wakil Vikep Mbay, Romo Basilius Lewa mengatakan, posko ini adalah tempat di mana persaudaraan kemanusiaan diwujudkan. Meski dibuat di Paroki Aeramo, Romo Basilius menegaskan semangat inklusif posko ini yang terbuka melayani siapa saja yang membutuhkan pelayanan pada masa kebencanaan ini. 

“Posko ini adalah posko inklusif, yang terbuka untuk siapa saja,” ujarnya. 

Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk menyampaikan, kejadian bencana ini menantang kebersamaan dan kebersamaan. Ia sangat berharap, pos pelayanan ini dapat meringankan beban warga terdampak pada situasi kebencanaan ini. 

“Semoga layanan kita ini, bisa meringankan beban dan bersolider untuk saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagakeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan bagi warga terdampak bencana. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. 

Peresmian poks pengungsi ini juga dihadiri Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap. Ia memastikan dukungan BNPB dalam berjalannya pos pelayanan ini. Pos pelayanan ini akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan bagi para penyintas bencana. 

“Siapapun yang memiliki kepedulian, siapapun yang memiliki kepedulian dengan semangat belaras, silahkan bergabung dalam pelayanan di pos ini,” ujarnya.

Kekerlibatan Paroki

Keterlibatan aktif paroki di empat keuskupan menjadi tulang punggung utama yang menggerakkan merespons dampak gempa bumi di Flores. Setiap paroki menjadi aktor penting sebagai pusat koordinasi, mengorganisir sumber daya lokal untuk menjangkau warga yang paling membutuhkan. 

Para pastor, pengurus paroki, stasi, komunitas basis gerejani dan kaum muda, mendirikan pos pelayanan, tempat perlindungan sementara, dapur umum, serta layanan psikososial bagi para warga terdampak. Hampir semua yang terlibat dalam gerakan ini juga adalah para penyintas gempa dan setiap pelayanan yang mereka lakukan berlaku inklusif dan tidak membedakan latar belakang mereka yang dibantu.

Untuk menjaga semangat solidaritas ini, setiap paroki yang bergerak tetap menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan bantuan agar tidak mencederai semangat dan kepercayaan para pemberi sumbangan.  

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini