Home OPINI Lukisan Botticelli yang kurang dikenal di Kapel Sistina

Lukisan Botticelli yang kurang dikenal di Kapel Sistina

0

Tentaciones_de_Cristo_Botticelli 1

Kalau memikirkan tentang Kapel Sistina maka yang muncul di benak kalian adalah lukisan dinding menakjubkan karya Michelangelo. Namun di ruangan paling terkenal di dunia ini juga disimpan lukisan dinding mengesankan karya master Abad Renaisans Awal, Sandro Botticelli.

Tahun 1480, Botticelli dipanggil ke Roma dari Florence, tempat ia terkenal karena melukis Kelahiran Venus, sebagai bagian dari pertukaran seniman antara penguasa Florence, keluarga Medici, dan Paus Sixtus IV. Bersama para pelukis Florentin lainnya, ia mulai mengerjakan serangkaian lukisan dinding tentang kesejajaran antara kehidupan Kristus dan kehidupan Musa.

Lukisan dinding yang diperlihatkan di atas adalah lukisan ‘percobaan’ Botticelli untuk Kapel Sistina, yang diupayakannya guna membuktikan dirinya kepada Paus Sixtus IV. Lukisan yang diselesaikan tahun 1482 ini menampilkan tiga godaan Setan terhadap Yesus.

Di paling kiri, iblis, yang berpakaian seperti seorang biarawan, menantang Yesus untuk membuktikan identitasnya dengan mengubah batu menjadi roti. Di tengah, iblis, yang berpakaian seperti seorang bhikkhu, menggoda Yesus untuk melemparkan diri-Nya dari tebing. Pencobaan terakhir, di ujung kanan, menunjukkan iblis menawarkan semua kerajaan dunia kepada Yesus.

Tentaciones_de_Cristo_Botticelli 1

Di bagian bawah, Botticcelli menampilkan perjumpaan simbolis antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dengan seorang pemuda yang disembuhkan dari kusta oleh Yesus yang menunjukkan dirinya kepada Imam Besar di depan Bait Suci seperti menyajikan unsur-unsur kurban pemurnian. Imam bisa mewakili Musa dan orang muda mewakili Yesus, yang mengorbankan diri-Nya demi keselamatan kita.

Pesan keseluruhan dari lukisan dinding itu adalah kemenangan Kristus atas pencobaan iblis. Sebuah dekorasi bertuliskan TEMPTATIO IESU CHRISTI LATORIS EVANGELICAE LEGIS (Pencobaan Kristus, Pembawa Perintah Baru). Sebuah lukisan dinding pendamping menggambarkan tiga pencobaan yang diatasi oleh Musa, sebagai bagian dari tradisi artistik mensejajarkan Musa dan Yesus.

Kapel Sistina telah dibuka kembali untuk umum, setiap hari kecuali hari Minggu, antara pukul 9 pagi dan 4 sore. Anda bisa juga melihat tur virtual kapel itu di sini.

Silakan melihat gambar-gambar di bawah ini untuk menemukan 20 hal yang tidak Anda ketahui tentang Kapel Sistina, kapel memiliki dimensi yang sama dengan Bait Salomo, seperti dijelaskan dalam 1Raj 7:23-26 dan 2Taw 4:2-5?(PEN@ Katolik/pcp diterjemahkan dari Aleteia/M. Traverso)

Kapel Sistina dibangun dari 1475 hingga 1481 dengan menggunakan bagian dari dinding bangunan sebelumnya yakni Capella Magna. Nama Kapel Sistina yang didedikasikan kepada Maria Diangkat ke Surga diberikan oleh Paus Sixtus IV yang memerintahkan pembangunannya
Kapel Sistina adalah kapel privat Paus dan dianggap satu dari karya “teologi visual” yang paling lengkap dan paling berarti, dalam tradisi “Biblia Pauperum” (Kitab Suci Orang Miskin) – buku-buku gambaran abad pertengahan yang melukiskan bab-bab penting dari Perjanjian Baru yang hampir sama dengan adegan-adegan sebelumnya dalam Perjanjian Lama
Dimensi-dimensi Kapel Sistina sama dengan Bait Solomon seperti digambarkan dalam Perjanjian Lama
Lukisan-lukisan Michelangelo mengambil ruang seluas 11.840 kaki per segi
Sejak 1870, Kapl Sistina sudah jadi tempat untuk konklaf, pertemuan saat para kardinal pemilih dari Dewan Kardinal memilih Paus baru. Saat Paus telah terpilih, dia akan dibawa ke ruang kecil dalam Kapel Sistina yang dikenal sebagai “Kamar Air Mata.” Ruang ini terletak di sebelah kiri altar di bahwa Pengadilan Terakhir. Nama itu diberikan karena para Paus yang baru sering meneteskan air mata karena emosinya setelah terpilih
Kapel Sistina masih digunakan saat ini dan seterusnya digunakan sebagai tempat untuk peristiwa-peristiwa penting dalam kalender Paus. Contohnya, setiap tahun Misa dirayakan di situ pada Pesta Pembaptisan Tuhan. Saat itu Bapa Suci juga membaptis sejumlah bayi.
Untuk melukis langit-langit, Michelangelo membangun perancahnya sendiri, sebuah platform kayu yang didukung oleh penyangga siku-siku yang dimasukkan ke dalam lubang di dinding, di ketinggian jendela. Bertentangan dengan kepercayaan umum, dia tidak berbaring di platform untuk melukis, melainkan berdiri, posisi canggung yang membuatnya sangat tidak nyaman. Dia bahkan menulis puisi tentang betapa tidak nyamannya dia saat melukis, dan termasuk sketsa dirinya melukis sambil berdiri dengan punggung melengkung ke belakang. © Korido
Sampai awal Renaisans, Allah Bapa biasanya digambarkan sebagai tangan yang menjulur keluar dari awan. Di Kapel Sistina, Michelangelo menggambarkan Allah Bapa dengan tubuh berotot dan janggut putih panjang, yang merupakan perkembangan yang relatif baru dalam seni Kristen, dan menggemakan gambar dewa Yunani Jupiter.
Tahun 1990, dokter Frank Meshberger menerbitkan sebuah makalah dalam Journal of American Medical Association yang menyatakan bahwa para malaikat, jubah, dan bayangan di sekitar Allah dalam Penciptaan Adam karya Michelangelo adalah penggambaran akurat dari otak manusia. Meshberger berteori bahwa inilah cara Michelangelo melambangkan kecerdasan yang diberikan Tuhan pada manusia yang baru diciptakan.
antroporama.net
Sejak pembangunan Kapel Sistina hingga 1536, dinding di belakang altar, tempat sekarang kita melihat gambar Pengadilan Terakhir, dihiasi gambar dinding lain dari seri yang menggambarkan kisah-kisah dari kehidupan Musa dan Yesus, serta lukisan-lukisan Perugino tentang Maria Diangkat ke Surga, Kelahiran Kristus, dan Penemuan Musa. Sayangnya gambar-gambar itu harus dikorbankan oleh Michelangelo. Karena hal itu, Michelangelo banyak banyak dikritik.
Domain Publik melalui Wikipedia
Penghakiman Terakhir dilukis sedemikian rupa sehingga bagian atas sedikit miring ke atas orang yang memandangnya, dan dirancang sedemikian rupa sehingga gambar itu bisa membangkitkan rasa takut dan menghormati kekuasaan Tuhan. Berbeda dengan lukisan dinding oleh pelukis lain di kapel itu, sosoknya sangat berotot dan dalam posisi memutar, termasuk Perawan Maria, yang berada di tengah dekat Kristus.
Domain Publik melalui Wikipedia
Komposisinya melingkar, bergerak searah jarum jam mulai dari kiri bawah: orang-orang yang dihakimi naik ke kiri; orang-orang yang adil tetap di atas, sementara yang terhukum turun ke kanan, menuju neraka.
Domain Publik melalui Wikipedia
Sosok sentral dan terpenting adalah Kristus Sang Hakim, seorang tokoh muda, atletis, dan berotot. Tatapannya tegas, dan menghadap ke kiri, ke neraka dan penderitaannya. Waktu untuk berbelas kasihan sudah lewat; di sini kita melihat Kristus memberlakukan keadilan, memisahkan “domba dari kambing” dan melemparkan mereka yang tidak layak ke dalam api abadi.
Domain Publik melalui Wikipedia
Yang berada di sebelah kanan di bawah kaki Kristus adalah Santo Bartholomeus. Di satu tangan, Dia memegang pisau yang digunakan untuk mengulitinya hidup-hidup; yang lain, Dia memegang kulitnya (semuanya utuh) setelah itu dilucuti dari tubuhnya. Wajah pada kulit yang menggantung adalah potret diri Michelangelo. Salah satu interpretasi dari hal ini adalah mungkin mencerminkan semangat Michelangelo yang tersiksa — saat dia melukis gambar ini, dia sudah lanjut usia dan mengalami krisis iman. Ada juga interpretasi lain: karena dia tidak ingin menerima komisi lukisan dinding itu, dia merasa lebih baik dikuliti hidup-hidup daripada melakukan pekerjaan itu.
Domain Publik melalui Wikipedia
Pengadilan Terakhir menyebabkan pertengkaran antara Kardinal Gian Pietro Carafa dan Michelangelo. Karena lukisan itu termasuk telanjang, seniman itu dituduh cabul dan tidak bermoral. Carafa dan Nino Sernini (duta besar Mantua) mengorganisir apa yang disebut “kampanye daun ara” agar membuat lukisan itu disensor, dan mungkin sepenuhnya dihapus. Domain Publik melalui Wikipedia
Pembawa acara kepausan, Biagio de Cesena, secara khusus menentang karya Michelangelo. Dia merasa sangat memalukan bahwa tempat suci semacam itu harus menampung representasi semua tokoh telanjang itu. Lebih jauh dia katakan bahwa lukisan-lukisan itu cocok “untuk pemandian umum dan bar,” tetapi tidak untuk sebuah kapel kepausan. Michelangelo bereaksi terhadap kritik itu dengan membuat gambar mirip pencelanya dalam lukis sebagai Minos, hakim neraka, dengan telinga keledai dan seekor ular menggigit kemaluannya. Dikatakan, ketika Cesena mengeluh kepada Paus, Paus menjawab dengan mengatakan bahwa otoritasnya hingga Api Penyucian, tetapi bukan Neraka, jadi potret itu harus tetap ada.
Domain Publik melalui Wikiped
Setelah kematian Michelangelo, para pendukung sensor menang secara sepihak, dan alat kelamin telanjang ditutupi dengan gambar oleh Daniele da Volterra. Dengan demikian dia menerima julukan “the Braghettone” (pembuat celana).
Domain Publik melalui Wikipedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Live RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifLive RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifKolaborasi AI dan Data RTP PG Soft Dinilai Mendorong Transparansi Baru dalam Ekosistem Gaming DigitalTeknologi Terbaru di Mahjong Ways 2 Mengubah Tempo, Visual, dan Respons Permainan secara MenyeluruhMengupas Data Mahjong Ways dan Ways 3 untuk Menemukan Perbedaan Karakter di Balik Sistem PermainannyaBlack Scatter dengan RTP Stabil Jadi Perhatian, Inilah Cara Membaca Polanya secara Lebih RasionalMengamati Scatter Mahjong Ways 1 dalam 1.000 Putaran, Sejumlah Pola Menarik Mulai TerlihatSweet Bonanza Kembali Populer Berkat Perpaduan Visual dan Animasi IkonikTransformasi Baccarat Digital dari Permainan Klasik Menuju Format yang Lebih ModernMahjong Ways dan Sweet Bonanza Mengisi Tren Gaming Terbaru, Apa Daya TariknyaSweet Bonanza vs Mahjong Ways, Menelusuri Perbedaan Desain dan Kekuatan TemanyaBagaimana Media Sosial Bisa Membuat Sebuah Game Mendadak Ramai DibicarakanKonten Game Berdurasi Pendek Kini Mendominasi Media Sosial, Apa PenyebabnyaKomunitas Gamer Mulai Beralih ke Acara Online yang Lebih Interaktif dan SeruPanduan Menyiapkan Malam Bermain Bersama agar Lebih Seru, Nyaman, dan TeraturLima Kesalahan Umum yang Bisa Mengganggu Keharmonisan Komunitas Game OnlineRekomendasi Format Turnamen Online yang Cocok untuk Komunitas Gamer LokalGates of Olympus dan Rahasia Tempo Putaran, Mengapa Kecepatan serta Ketepatan Waktu Sama PentingnyaMenjelang Hari Kemerdekaan, Mahjong Ways 2 Menghadirkan Nuansa Nusantara yang Lebih SemarakMengenal Teknik Kalibrasi Volatilitas melalui Interval dan Pembacaan Data Visual yang Lebih PresisiIstilah Parlay RTP Kerap Disalahpahami, Begini Peran Statistik dalam Membaca Peluang secara ObjektifModel Saintifik untuk Menjaga Konsistensi ketika Sistem Memasuki Titik Transisi yang Sulit Diprediksi
Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Game Dipahami melalui Pendekatan Analisis DataMahjong Ways dan Pemanfaatan Data untuk Memahami Variasi Hasil PermainanPeran Algoritma dalam Membentuk Mekanisme Berbagai Game Digital Masa KiniPerkembangan AI Membuka Perspektif Baru dalam Pengembangan Industri Game DigitalMahjong Ways dalam Perspektif Teknologi Digital dan Perkembangan Industri Game ModernStarlight Princess Menggambarkan Perkembangan Desain Visual dalam Teknologi Game DigitalMemahami RTP dan Volatilitas melalui Pendekatan Statistik dalam Analisis Game DigitalGate of Olympus dan Inovasi Mekanisme Game di Tengah Perkembangan Industri DigitalStarlight Princess dan Evolusi Identitas Visual pada Platform Game Berbasis MobileMemahami Probabilitas pada Game Digital melalui Pendekatan Statistik dan Literasi DataGate of Olympus serta Perkembangan Fitur Interaktif dalam Ekosistem Game OnlineMahjong Ways dan Peran Teknologi dalam Membentuk Pengalaman Interaktif PenggunaMahjong Ways 2 dan Perubahan Desain Interaktif yang Menarik Dikaji dari Sisi TeknologiMahjong Ways 2 Menjadi Objek Menarik untuk Melihat Evolusi Mekanisme Game DigitalBagaimana Data Statistik Membantu Menjelaskan Variasi Hasil pada Permainan DigitalTeknologi Random Number Generator dan Perannya dalam Sistem Game DigitalStarlight Princess dan Hubungan antara Desain Game dengan Pengalaman PenggunaGate of Olympus Memperlihatkan Pemanfaatan Teknologi Grafis dalam Game ModernMengapa Pemain Sering Mengenali Pola pada Sistem Acak dalam Perspektif Perilaku DigitalMahjong Ways dan Perkembangan Teknologi Mobile yang Mengubah Cara Pengguna Bermain
Dari Ilustrasi hingga Animasi, Begini Evolusi Seni Visual dalam Game ModernGate of Olympus dan Eksplorasi Desain Fantasi dalam Lanskap Game Digital Masa KiniStarlight Princess sebagai Gambaran Perkembangan Seni Digital dalam Industri GameMahjong Ways dan Perpaduan Estetika Visual dengan Perkembangan Budaya Game DigitalGate of Olympus dan Evolusi Estetika Visual dalam Industri Game ModernStarlight Princess dalam Perspektif Desain Karakter dan Kreativitas Visual Era DigitalPerilaku Pemain dan Perubahan Cara Menikmati Karya Visual dalam Era Game InteraktifStarlight Princess Memadukan Imajinasi, Desain Karakter, dan Teknologi dalam Satu PengalamanStarlight Princess dan Cara Warna, Karakter, serta Animasi Membentuk Identitas Sebuah GameMahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Menarik tentang Desain Simbol dalam Game DigitalMahjong Ways dan Cara Elemen Budaya Diolah Menjadi Identitas Visual Permainan DigitalKetika Game Menjadi Media Visual, Mahjong Ways dan Perubahan Selera Pengguna DigitalMahjong Ways 2 dan Pergeseran Estetika Game dari Tampilan Konvensional ke InteraktifMahjong Ways dan Perkembangan Bahasa Visual dalam Budaya Permainan DigitalGame Digital sebagai Medium Kreatif, Melihat Hubungan Teknologi, Seni, dan Pengalaman PemainGate of Olympus serta Perkembangan Representasi Mitologi dalam Budaya Game DigitalMengapa Estetika Menjadi Bagian Penting dalam Perancangan Game Digital ModernGate of Olympus Memperlihatkan Peran Efek Visual dalam Membangun Pengalaman InteraktifMahjong Ways 2 dan Hubungan antara Simbol Tradisional dengan Interpretasi Visual ModernDari Seni hingga Teknologi, Mahjong Ways dan Perubahan Lanskap Budaya Game Digital
Starlight PrincessMahjong Ways 2Mahjong WaysRTP LivePola GacorPola LiveRTP GacorMahjong Wins 2Mahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong WaysMahjong WaysRTP LiveMahjong Ways 2RTP GacorFortune TigerPG SoftMahjong Ways 2Pola GacorMahjong Ways 2Bonanza GoldMahjong Ways 2Pola GacorAztec GemsAztec GemsMahjong Ways 2Pola GacorPola GacorRTP LiveRTP LivePola Sugar Rush Disebut Hanya Dipahami Pemain Berpengalaman, Seberapa Masuk Akal Klaimnya?Aztec Gems Kerap Dikaitkan dengan Celah Tersembunyi, tetapi Mekanismenya Tetap Berbasis Sistem AcakFluktuasi RTP Starlight Princess Perlu Dibaca sebagai Statistik, Bukan Sinyal Pola BerikutnyaData RTP Gates of Olympus Menjelaskan Probabilitas Jangka Panjang, Bukan Hasil Putaran TertentuMahjong Ways Tetap Relevan saat Teknologi Gaming Modern Mengubah Cara Pengguna BerinteraksiEvolusi Teknologi Visual dan Pengalaman Imersif dalam Permainan DigitalMemahami Distribusi Simbol dalam Sistem Acak lewat Pendekatan MatematikaCara Kerja Algoritma RNG dalam Permainan Modern: Penjelasan Teknis dan BatasannyaData Real-Time dan Perubahan Ritme Sistem Interaktif yang Sering TerlewatMemahami Cara Kerja Multiplier dan Cascade pada Mahjong Ways 2 secara TeknikalMultiplier Berantai Mahjong Ways 2 Berubah Seiring Cascade, Begini Urutan MekanismenyaVolatilitas Permainan Bisa Diukur Lebih Objektif melalui Distribusi Hasil dan Variasi NilainyaAnalisis Real-Time Membantu Mendeteksi Perubahan Ritme Sistem yang Sulit Terlihat SekilasPeta Frekuensi Simbol Menunjukkan Mengapa Susunan Visual Bisa Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi LainMahjong Ways Kembali Populer, Perilaku Komunitas Digital Ikut Membentuk Gelombang PerbincangannyaPeran Teknologi dalam Mempelajari Distribusi Simbol di Sistem AcakModel Matematika Membantu Membaca Probabilitas Permainan tanpa Mengubahnya Menjadi PrediksiGolden Spin Starlight Princess Ramai Dibahas, Apa Sebenarnya Fungsi Mekanisme Ini?Scatter Naga Mahjong Ways 2 Terlihat Membentuk Pola, tetapi Apakah Datanya Benar-Benar Konsisten?Putaran Ke-50 Starlight Princess Disebut Menentukan Jackpot, Statistik Justru Menjelaskan Sebaliknya
Exit mobile version