Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu saat mengitari Gelora Samador da Cunha Maumere dengan mobil terbuka sambil memberkati puluhan ribu umat yang memadatinya saat Misa Tahbisannya. PEN@ Katolik/pcp
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu saat mengitari Gelora Samador da Cunha Maumere dengan mobil terbuka sambil memberkati puluhan ribu umat yang memadatinya saat Misa Tahbisannya. PEN@ Katolik/pcp

“Saudara-saudari terkasih, Keuskupan Maumere kini mempunyai seorang uskup baru yang akan memimpin serta mempersatukan umat pada Kristus, memperhatikan keselamatan, serta hidup bersatu sehati sejiwa dalam suka dan duka dengan umat. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan, kita semua dengan gembira menyambut Uskup Edwaldus Martinus Sedu sebagai pemimpin Keuskupan Maumere.”

Serentak sekitar 30 ribu umat yang memenuhi Gelora Samador da Cunha Maumere dalam Misa Tahbisan Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu, 26 September 2018, bertepuk tangan menanggapi pernyataan dari Penahbis Utama, Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD, yang akan menjalani masa emeritusnya.

Sebanyak 27 uskup, termasuk Penahbis Pertama Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota, Penahbis Kedua Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung dan Duta Vatikan Mgr Piero Pioppo, dan satu uskup emeritus hadir dalam Misa itu bersama 420 imam dari berbagai keuskupan dan kongregasi di Indonesia. Dua vikjen mewakili uskupnya juga hadir. Misa itu dimeriahkan oleh koor berkekuatan 1000 orang dari delapan paroki serta para frater.

Tokoh-tokoh pemerintah seperti Gubernur NTT serta Bupati Sikka dan bupati lainnya serta anggota DPR RI dan DPRD, anggota TNI dan Polri, tokoh masyarakat dan tokoh agama lain, serta orangtua dan keluarga Mgr Edwaldus juga hadir dalam Misa itu.

Tahbisan itu diterima setelah semua yang hadir mendengarkan surat pengangkatan dari Tahta Suci yang diperlihatkan kepada semua uskup dan semua yang hadir. Surat yang dibacakan Mgr Piero Pippo itu menyatakan bahwa Mgr Edwaldus memiliki kualitas yang diperlukan serta keahlian dalam formasi imamat dan dalam perkara pastoral.

“Untuk alasan-alasan inilah setelah mendengarkan nasihat dari Kongregasi untuk Penginjilan Bangsa-Bangsa, melalui otoritas apostolik tertinggi, kami mengangkat Anda sebagai Uskup Maumere dengan segala kewajiban dan hak khusus yang terkait dengan jabatan ini dan seturut Hukum Kanonik,” tulis surat pengangkatan dari Paus Fransiskus yang diberikan di Basilika Santo Petrus, Roma, 14 Juli 2018.

Setelah mendengarkan homili dari Uskup Denpasar yang merangkap Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr Silvester San, Mgr Edwaldus menyatakan kesediaan untuk mewartakan Injil Kristus, memelihara harta iman sesuai Tradisi yang dipertahankan Gereja, membangun Tubuh Kristus, setia kepada pengganti Rasul Santo Petrus, membimbing umat Allah, berhati lapang dan penuh belas kasih terhadap orang miskin, terlantar dan berkekurangan, mencari domba-domba tersesat, menghormati semua yang memegang kekuasaan sah dalam negara dan masyarakat serta memajukan kerukunan umat beragama dan menggalang persatuan dan kesatuan, berdoa tanpa henti kepada Tuhan dan menunaikan tugas Imam Agung tanpa cela.

Sebagai ungkapan kerendahan hati dan ketidakmampuan, Mgr Edwaldus memohon bantuan Tuhan seraya bertiarap di hadapan Tuhan selama Litani Orang Kudus dinyanyikan. Setelah berdiri, Mgr Kherubim dan semua uskup lain secara bergantian menumpangkan tangan ke atas kepala Mgr Edwaldus yang diikuti dengan Doa Tahbisan yang diucapkan di bawah Injil terbuka di atas kepala Mgr Edwaldus.

Selesai Doa Tahbisan, Mgr Kherubim mengurapi kepala Uskup Baru itu dengan minyak Krisma, dan kepadanya diserahkan Kitab Injil dan dikenakan Cincin, Mitra dan Tongkat Kegembalaan.

Meski Gereja Indonesia masih berduka dengan meninggalnya Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap, namun, menurut Mgr Piero Pioppo, Allah menghibur Gereja-Nya dengan memberikan seorang gembala yang baru yang berharga bagi keluarga besar Keuskupan Maumere.

“Paus Fransiskus juga hadir secara rohani di antara kita dan bersukacita sepenuh hati, karena melihat betapa banyak putra dan putri Keuskupan Maumere yang berkumpul di sini dalam momen amat penting dalam sejarahnya,” kata Mgr Pioppo yang mengajak semua untuk bersyukur atas karunia berlimpah yang Dia berikan melalui sosok kebapaan Mgr Kherubim.

“Pelayanannya yang berbuah telah memberkati Keuskupan Maumere sejak 2007 dan akan berlanjut dengan memberikan dorongan, nasehat dan pelayanan bagi Uskup Baru dan Anda semua sebagai bapa rohani,” lanjut Duta Vatikan seraya mengajak umat mendengar lagi suara kebapaan Santo Yohanes Paulus II di Ledalero, Rabu 11 Oktober 1989, “sebagai uskup dan imam Anda, akan melayani banyak orang yang membutuhkan. Anda dipanggil untuk bertindak sebagai jembatan di sepanjang jalan mereka menuju Allah, menjadi citra Sang Gembala Baik yang hidup yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.”

Mgr Pioppo berharap agar Mgr Edwaldus dan domba-dombanya terus mengasihi Allah agar kalian semua dapat “mempunyai hidup dan hidup yang berlimpah di dunia ini dan dunia yang akan datang.”

Mgr Kherubim mengatakan bahwa kita semua berbahagia. “Hari ini kerinduan kita untuk mendapat seorang uskup baru sudah dipenuhi. Bagi saya sendiri, dua tahun tanpa kepastian sejak saya menulis surat untuk memohon dibebastugaskan karena usia. Sesudah satu tahun diberitakan bahwa permohonan dikabulkan tapi tunggu sampai ada pengganti. Dan hari ini kita menyaksikan uskup baru ditahbiskan.”

Uskup baru itu, menurut Mgr Kherubim, bukan orang baru di Keuskupan Maumere. “Sejak ditahbiskan dia bekerja di Keuskupan Maumere dan punya pengalaman di kota dan desa serta sesudah gempa. Dia seorang calon uskup berpengalaman. Untuk saya suatu kabar gembira ketika dia diangkat menjadi uskup karena sudah beberapa tahun lamanya dia menjadi vikjen saya. Dia menghadiri seluruh rapat konsultores dan kuria sehingga dia tahu segala masalah dalam keuskupan ini.” Mgr Edwaldus memiliki hubungan baik dengan umat agama lain karena ditugaskan juga dalam bidang antaragama bahkan menjadi ketua badan kerja sama antarumat beragama.

“Hari ini begitu menggembirakan di saat kita sekalian boleh mengalami cinta Allah. Betapa mengagumkan kita semua boleh menyaksikan betapa indahnya rencana Tuhan di dalam hidup kita terutama ziarah hidup menggereja Keuskupan Maumere,” kata Uskup Baru Mgr Edwaldus.

Perayaan Pentahbisan Uskup Merauke, menurut Mgr Edwaldus, “adalah perayaan kasih Allah yang boleh kita syukuri dengan penuh sukacita. Ketika jabatan pelayanan ini mesti dihayati dalam kesederhanaan dan  kerendahan hati, ketika tugas kepemimpinan ini mesti selalu  terbuka pada setiap kritikan, masukan dan mungkin juga kecaman pedas, kuasa jabatan sebagai rahmat harus dibagikan dengan penuh cinta, harus dibagikan dengan penuh keikhlasan.”

Atas nama Konferensi Waligereja Indonesia, Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC  mengucapkan selamat berkarya kepada Mgr Edwaldus. “Selamat bergabung dengan kolegium para uskup di Konferensi Waligereja Indonesia, dan selamat bertemu pada pertemuan pertama Sidang Pleno KWI tanggal 5-15 November 2018. Mon segera dijadwalkan,” kata Mgr Subianto seraya berharap Mgr Edwaldus menjadi gembala yang baik.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Mgr Edwaldus diterima di Katedral Maumere dengan sapaan dalam bahasa Sikka

Mgr Edwaldus Martinus Sedu akan setia kepada Gereja Katolik dan memajukan peranan awam

Mgr Ewaldus Martinus Sedu akan ditahbiskan uskup Maumere pada HUT ke-77 Mgr Parera

Paus Fransiskus angkat Pastor Ewaldus Martinus Sedu sebagai Uskup Maumere

Permohonan pensiun sudah dikabulkan Paus kata Mgr Kherubim saat HUT ke-75

Mgr Edwaldus didampingi Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD dan Mgr Vincentius Sensi Potokota memberkati umat seputar Gelora Samador da Cunha Maumere. PEN@ Katolik/pcp
Mgr Edwaldus didampingi Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD dan Mgr Vincentius Sensi Potokota memberkati umat seputar Gelora Samador da Cunha Maumere. PEN@ Katolik/pcp
PEN@ Katolik/pcp
PEN@ Katolik/pcp
Mgr Piero Pioppo memperlihatkan Surat Pengangkatan Mgr Edwaldus sebagai Uskup Maumere sebelum membacanya. PEN@ Katolik/pcp
Mgr Piero Pioppo memperlihatkan Surat Pengangkatan Mgr Edwaldus sebagai Uskup Maumere sebelum membacanya. PEN@ Katolik/pcp
Penumpangan tangan di kepala uskup baru. PEN@ Katolik/pcp
Penumpangan tangan di kepala uskup baru. PEN@ Katolik/pcp
Doa Tahbisan. PEN@ Katolik/pcp
Doa Tahbisan. PEN@ Katolik/pcp
Pengenaan mitra dan tongkat penggembalaan yang dibawa oleh saudara-saudarinya (dua suster). PEN@ Katolik/pcp
Pengenaan mitra dan tongkat penggembalaan yang dibawa oleh saudara-saudarinya (dua suster). PEN@ Katolik/pcp
“Saudara-saudari terkasih, Keuskupan Maumere kini mempunyai seorang uskup baru". PEN@ Katolik/pcp
“Saudara-saudari terkasih, Keuskupan Maumere kini mempunyai seorang uskup baru”. PEN@ Katolik/pcp
Suasana Misa. Alar ditempatkan dalam panggung yang dihias bagaikan bahtera oleh seorang haji. PEN@ Katolik/pcp
Suasana Misa. Alar ditempatkan dalam panggung yang dihias bagaikan bahtera oleh seorang haji. PEN@ Katolik/pcp
Membawa persembahan dalam bentuk kapal. PEN@ Katolik/pcp
Membawa persembahan dalam bentuk kapal. PEN@ Katolik/pcp

Tinggalkan Pesan