IMG-20180923-WA0026 (1)
Pastor Anselmus Meo SVD (kanan). PEN@ Katolik/YM

“Kalau saya diutus ke tanah ini untuk bersama dengan masyarakat asli di sini, … Jangan sibuk kalau saya mati. Jangan bawa saya kubur di Flores, tetapi kuburkan saya di tanah ini supaya jasad saya, tubuh saya menyatu dengan tanah ini dan memberkati tanah ini.”

Pastor Anselmus Meo SVD yang akrab disapa Pastor Ansel mengatakan hal itu dalam Pesta Perak Imamatnya bersama umat Kuasi Paroki Kristus Raja Damai Kampung Nasem, Keuskupan Agung Merauke, 22 September 2018. Pesta Perak Imamat itu dirayakan bersama Peringatan 143 Tahun Tarekat Societas Verbi Divini (SVD) atau Tarekat Serikat Sabda Allah.

Homili dari Kepala Kuasi Paroki Nasem itu menekankan keinginan dirinya untuk jadi seperti orang Papua, di dunia maupun di surga nanti. “Karena telah melayani orang Papua, saya ingin menjadi bagian dari mereka,” kata imam itu seraya menegaskan bahwa seorang SVD sejati berada dan bersama masyarakat yang dilayaninya dan “bila perlu kematiannya juga harus menjadi bagian dari umat yang dilayani.”

Menyadari bahwa panggilan hidupnya adalah mewujudkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang miskin, terpinggirkan dan yang menderita, imam itu mengajak semua yang hadir dalam Misa itu untuk menyatukan ucapan syukur 25 tahun imamat dan 143 tahun usia SVD, dengan “terus menghadirkan kasih di setiap panggilan hidup kita.”

Perayaan 25 Tahun Imamat itu, lanjut imam itu, “tidak saya rayakan sebagai puncak ucapan syukur kehadiran saya di sini, tetapi sebagai sebuah komitmen, setelah lima tahun saya berkarya di sini.”

Misa yang dipimpin oleh Pastor Ansel dengan konselebran Pastor Vitalis Atty SVD, Pastor John Kota Sando Pr dan dibantu oleh Diakon Simon Kaize MSC itu, diawali dengan arakan tarian adat Suku Bajawa yang kemudian disambut dan diterima oleh masyarakat lokal dengan tarian adat Suku Marind (suku Asli Merauke).

Misa yang juga dihadiri Ketua DPRD Merauke, Sekda Merauke, mantan Bupati Merauke, dan oleh Ketua Flobamora Merauke itu dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan juga pemotongan sagu sep (makanan khas suku Marind) yang telah disiapkan masyarakat,” ucap Pastor Ansel. (Yakobus Maturbongs)

Pastor Ansel dijemput dengan tarian Adat Suku Marind. PEN@ Katolik/YM
Pastor Ansel Meo SVD bersama Sekda Merauke Daniel Pauta, Ketua DPRD Fransiskus Sirfefa, Mantan Bupati Romanus Mbaraka, dan Ketua Flobamora Adrianus Molo memotong kue ulang tahun Pastor Ansel. PEN@ Katolik/pcp
Pastor Ansel Meo SVD bersama Sekda Merauke Daniel Pauta, Ketua DPRD Fransiskus Sirfefa, Mantan Bupati Romanus Mbaraka, dan Ketua Flobamora Adrianus Molo memotong kue ulang tahun Pastor Ansel. PEN@ Katolik/pcp

Tinggalkan Pesan