MO

Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadoré OP serta asistennya Pastor Vivian Boland OP mengadakan kunjungan kanonik ke Pontianak dengan mengunjungi Seminari Tinggi Interdiosesan Antonino Ventimiglia Pontianak, Rumah Santo Dominikus di Palapa, Pontianak, serta lapas dan rutan yang rutin mendapat pelayanan dari Keluarga Dominikan Pontianak.

Saat tiba di seminari, 26 September 2017, Pastor Bruno Cadoré OP langsung memasuki kapel Sang Pemanih di STT Pastor Bonus itu untuk berdoa. Para frater dan imam Dominikan dari Pontianak dan Surabaya juga berada di kapel itu. Selesai doa pribadi, para biarawan Dominikan bersama-sama menyanyikan Salve Regina versi Dominikan.

Barulah selesai doa pribadi itu, para biarawan OP menyalami Master Ordo dan asistennya di kapel inkulturasi Dayak itu. Arsitek kapel itu, Pastor Edmund Nantes OP, imam asal Filipina yang kini menjadi rektor seminari itu lalu menjelaskan arti simbol-simbol Dayak di kapel itu.

Musik Dayak lalu terdengar mengiringi tarian Dayak saat Master Ordo menuruni tangga kapel. Musik itu mengiringi para tamu dan para biarawan OP berjalan menuju lapangan yang dilengkapi panggung dengan lukisan Dayak. Di sana dua penari cilik menyerahkan bunga kepada Pastor Bruno dan Pastor Vivian, dan setelah mendengar sambutan singkat dari dekan seminari, selendang Dayak dikenakan kepada para tamu.

Setelah makan malam yang disertai dengan penyampaian pesan-pesan dari Pastor Bruno di seminari, kedua tamu mengunjungi dan tinggal di Rumah Santo Dominikus, Palapa, Pontianak.

Hari kedua, 27 September 2017, Master Ordo Pastor Bruno Cadoré OP mengikuti pelayanan Keluarga Dominikan Pontianak yang kebetulan setiap hari Rabu memberikan pelayanan rohani, ibadat bersama atau Misa serta penerimaan sakramen-sakramen kepada para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan di Sei Raya Pontianak dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pontianak. Bahkan beberapa bulan lalu, ada tahanan yang mereka dampingi sampai menerima Sakramen Pembaptisan.

Menurut Master Ordo, “bagi kami Dominikan, sangat penting untuk hadir di tengah-tengah kalian yang berada di lembaga pemasyarakatan.” Bahkan para tahanan itu dipanggilnya sebagai teman, saudara dan keluarga, karena mereka adalah teman, saudara dan keluarga dari Keluarga Dominikan Pontianak.

Di sana, Master Ordo memberi pesan, semangat dan berkat bagi para tahanan. “Kami semua Keluarga Dominikan yang datang ke sini, imam, suster, frater, dan awam, percaya kepada kalian semua, dan kami yakin masa depan kalian akan berbeda. Kalian percaya, masa depan kalian akan lebih bagus. Oleh karena itu, tulislah kembali kehidupan kalian sampai menjadi bagus.”

Di lapas dewasa, seorang tahanan bahkan meminta kepada Pastor Bruno untuk memberikan mereka buku doa ofisi dan Misa atau Verbum Veritatis secara berkala. “Buku itu sangat membantu kami untuk berdoa,” katanya.

Pastor Bruno mencoba menjelaskan bahwa meski buku doa itu tidak ada, kita masih tetap terus berdoa, seperti Doa Rosario. “Berdoa Rosario sama seperti membaca buku yang terdiri dari 20 bab kisah tentang Tuhan Yesus sendiri,” kata Pastor Bruno seraya menjelaskan kepada mereka  khususnya peristiwa-peristiwa gembira dalam Doa Rosario. Yang dijelaskan hanya Maria Menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel, Maria Mengunjungi Elisabeth Saudarinya dan Yesus Dilahirkan di Bethlehem. Kemudian Pastor Bruno meminta Dominikan Awam untuk melanjutkan pengajaran peristiwa-peristiwa selanjutnya sampai selesai.

Imam itu juga berpesan agar para tahanan tidak menyerah menghadapi kesulitan-kesulitan karena “masih ada masa depan bagi kalian.” Kesulitan-kesulitan itu, lanjut Pastor Bruno, bisa berakhir dengan cara lain melihat masa depan.

Sebelum meninggalkan lapas, Pastor Bruno berjanji akan “selalu berdoa bagi teman-teman di sini, juga buat keluarga dari teman-teman kalian, dan jangan lupa doakan kami.”

Dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pontianak, Pastor Bruno mengunjungi Pusat Pastoral dan Kantor Keuskupan Agung Pontianak, serta Katedral Santo Yoseph Pontianak, dan kembali ke Rumah Santo Dominikus Palapa untuk mengadakan rapat komunitas biarawan Dominikan Surabaya dan Pontianak, Misa bersama Keluarga Dominikan, dan makan malam bersama Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus.

Pastor Bruno Cadoré OP dan Pastor Vivian Boland OP melanjutkan perjalanan ke Filipina tanggal 28 September 2017. Sebelum terbang ke Filipina, di Jakarta mereka bertemu dengan Koordinator Dominikan Awam Indonesia Theophilus Adiwiyarta Atmadi OP dan Presiden Dominikan Awam Chapter Santa Katarina Siena Jakarta Stephanus Suriaputra OP.(aop)

Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadoré OP dan Pastor Vivian Boland OP bersama Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan imam-imam OP yang berkarya di Pontianak
Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadoré OP dan Pastor Vivian Boland OP bersama Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan imam-imam OP yang berkarya di Pontianak
MO 3
Di Lapas Anak Pontianak
MO 1
Bergambar bersama di Lapas Dewasa Pontianak
MO 4
Master Ordo Dominikan diterima dengan Musik dan Tarian Adat di Seminari Antonio Ventimiglia Pontianak
Di Airport Jakarta bersama Dominikan Awam Jakarta
Di Airport Jakarta bersama Dominikan Awam Jakarta

Tinggalkan Pesan