Deklarasi Bersama saling mengakui pembaptisan

Salah satu peristiwa penting dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Kairo, Mesir, adalah menandatangani pernyataan atau deklarasi bersama dengan Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodoks Koptik dari Alexandria yang isinya untuk pertama kali saling mengakui Sakramen Permandian masing-masing.

Pernyataan bersama itu dipublikasikan setelah pertemuan para pemimpin Katolik dan pemimpin Gereja Ortodoks Koptik di Kairo pada hari Jumat, 28 April 2017, atau 44 tahun setelah Paus Paulus VI pertama kali bertemu dengan Paus Copouda Shenouda III, Mei 1973.

Perjumpaan itu merupakan tonggak sejarah dalam hubungan yang terputus selama berabad-abad itu. Perjumpaan itu juga mengarah pada pembentukan Komisi Dialog Teologis dengan seluruh keluarga Gereja-Gereja Ortodoks Oriental.

Dalam deklarasi bersama yang baru itu, Fransiskus dan Tawadros mengingat kemajuan yang telah dicapai sejak saat itu dan meminta pendalaman akar bersama mereka dalam iman melalui doa bersama. Secara khusus, pernyataan itu menghimbau adanya terjemahan bersama Doa Bapa Kami dan tanggal bersama untuk perayaan Paskah.

Orang-orang Katolik dan Koptik, tulis deklarasi itu, dapat memberi kesaksian bersama tenang nilai-nilai kehidupan manusia, kesucian pernikahan dan keluarga, dan penghormatan terhadap ciptaan. Deklarasi itu menghimbau doa intensif untuk semua orang Kristen yang dianiaya dan dibunuh karena iman mereka, terutama di Mesir dan Timur Tengah.

Yang paling penting, pernyataan itu juga memecahkan isu yang telah menjadi sumber ketegangan konstan dalam dialog di antara orang Ortodoks Koptik dan orang Katolik: yakni menuntut baptisan kedua bagi orang-orang Kristen yang berpindah dari satu Gereja ke Gereja lainnya. Hari ini, kedua paus itu menyatakan, “kita tidak akan mengulangi baptisan yang diberikan di salah satu Gereja kita untuk setiap orang yang ingin bergabung dengan Gereja yang lain.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan