OMK KAMe (3)

“Wake Up … wake up … wake up Young Catholics.“ Seruan Paus Fransiskus itu juga terdengar hingga ujung timur Indonesia, bahkan menjadi acuan bagi Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Merauke (KAMe) dan Panitia Pra Indonesian Youth Day setempat yang kian gencar menghimbau OMK KAMe untuk turut ambil bagian dalam menyukseskan IYD di Manado.

Sebelum utusan-utusannya berangkat ke Manado, OMK se-KAMe sudah melaksanakan tiga kali kegiatan Pra IYD. Yang pertama di Kampung Poo, yang kedua di Paroki Bupul, Dekanat Muting, dan yang ketiga di Kevikepan Mindiptana. Kegiatan terakhir berlangsung dengan melibatkan OMK dari empat dekanat dan dua kevikepan yang berada di wilayah KAMe.

Sebanyak 500 Orang Muda Katolik (OMK) mengikuti kegiatan di Kevikepan Mindiptana yang berada dalam cakupan wilayah Kabupaten Boven Diegul. Sebelum berangkat menuju Boven Diegul peserta dari Dekanat Merauke, Dekanat Wendu dan Dekanat Muting menerima pesan dan berkat perutusan serta pelepasan oleh Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Seputra MSC di halaman kantor KAMe di Merauke.

Dalam pesannya Uskup Niko mengajak peserta agar mampu menunjukkan jati diri sebagai OMK yang berkualitas, membangun kerja sama yang baik, mampu merefleksikan diri dan menjalankan dengan sukacita, serta saling mendukung demi menyukseskan kegiatan itu.

Setelah menerima berkat, berjalanlah peserta dan pembina, dari Merauke, Muting dan Wendu, menempuh perjalanan darat selama delapan jam untuk sampai ke tujuan.

Kegiatan itu dimulai tanggal 30 Juni 2016 dengan Misa yang dipimpin oleh Vikep Mindiptana Pastor Yohanes Yan Sareta MSC dan konselebran Pastor Jhems Kumolontang MSC, Pastor Yosep Jorolan MSC, Pastor Fransiskus Melky MSC dan Pastor Allo Batmyanik MSC.

Setelah membuka kegiatan itu, Bupati Boven Diegul Benediktus Tambonop mengatakan bahwa kegiatan itu sangat baik dan positif dan “bisa dijadikan ajang pertemuan untuk saling mengenal di antara OMK serta ajang untuk membangun komitmen yang kuat sebagai suatu komunitas dalam mengembangkan iman umat di Keuskupan Agung Merauke dan Kevikepan Mindiptana.”

Tema Pra IYD-Indonesia KAME “Sukacita Injil di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk,” menurut bupati, “dapat dimaknai bahwa injil yang membawa Kabar Gembira tentang kebenaran dan sukacita, dan dapat diwujudkan dalam sukacita dan semangat setiap OMK sebagai warga Gereja yang baik di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan tetap menjunjung tinggi perbedaan Bhinneka Tunggal Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Bupati juga menghimbau dan berharap kepada semua peserta untuk mengikuti kegiatan itu dengan baik sehingga benar-benar memberikan kesan  dan manfaat yang positif bagi perkembangan pribadi sebagai individu maupun dalam komunitas OMK.

Selama tiga hari itu, peserta diperkaya dengan mendengar materi tentang “Quo Vadis OMK KAMe?” oleh Ketua Komisi Kepemudaan KAMe, dan “Pandangan dan Harapan Pemerintah tentang Peranan OMK dalam Pembangunan Daerah” oleh Bupati Benediktus Tambonop.

Hari-hari itu, peserta juga menjalani bersama Ziarah Salib Pra IYD dan Renungan Malam, Prosesi Pawai Obor, Jalan Salib dan Pembaharuan Janji Baptis, Proses Pertobatan atau Pembakaran Ujud, dan Misa Penutup tanggal dari tanggal 3 Juli 2016. (Yovita Tael)

OMK KAMe (4)

OMK KAMe (2)

OMK KAMe

OMK KAMe (5)

Tinggalkan Pesan