Paus Fransiskus bersama dua Suster Misionaris Cinta Kasih berdoa di depan Patung Santa Ibu Teresa di Skopje,  Makedonia Utara (Vatican Media)
Paus Fransiskus bersama dua Suster Misionaris Cinta Kasih berdoa di depan Patung Santa Ibu Teresa di Skopje, Makedonia Utara (Vatican Media)

Dalam Perjalanan Apostolik satu hari ke Makedonia Utara, Paus Fransiskus berhenti untuk berdoa di Memorial House Ibu Teresa di Skopje, tempat kelahiran orang kudus itu.

Ketika Ibu Teresa lahir, kota Skopje adalah bagian dari Kosovo Vilayet dari Kekaisaran Ottoman. Kini, Skopje adalah ibu kota Makedonia Utara. Tahun 1963, gempa bumi menghancurkan Gereja Hati Kudus tempat orang kudus itu dibaptis. Tetapi tahun 2009, struktur futuristik dengan nama Mother Teresa Memorial House itu didirikan di sana.

Paus mengunjungi Memorial House itu segera setelah kedatangannya di Makedonia Utara hari Selasa pagi, 7 Mei 2010. Sebelum menyapa sejumlah orang miskin yang dibantu oleh Misionaris Cinta Kasih Ibu Teresa, Paus berdoa di depan relikui orang kudus itu di dalam kapel.

Paus mulai dengan berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberi kepada kita kehidupan dan karisma Santa Ibu Teresa, “Engkau meminta dia untuk bersaksi tentang kasih-Mu di antara yang termiskin dari yang miskin,” kata Paus.

“Dia bisa melakukan banyak hal baik untuk orang yang sangat membutuhkan, karena dia melihat wajah Putra-Mu di setiap pria dan wanita.” Ibu Teresa “menjadi seruan penuh doa dari orang miskin dan dari semua orang yang lapar dan haus akan keadilan,” kata Paus.

Di kota tempat Ibu Teresa dilahirkan dan tinggal selama 18 tahun pertama hidupnya itu, Paus berkata kepada Ibu Teresa: “Di sini engkau mulai melihat dan bertemu orang-orang yang membutuhkan, orang miskin dan orang yang tak berdaya.”

“Di sini engkau belajar dari orang tuamu untuk mencintai mereka yang sangat membutuhkan dan membantu mereka. Di sini, dalam keheningan gereja, engkau mendengar panggilan Yesus untuk mengikutinya sebagai seorang religius dalam misi.”

“Di sini, di tempat ini,” Paus berdoa, “kami meminta engkau untuk menjadi perantara kami dengan Yesus, sehingga kami juga bisa memperoleh rahmat untuk waspada dan memperhatikan tangisan orang miskin, orang yang haknya dirampas, orang sakit, orang buangan, dan yang terkecil dari saudara dan saudari kita.”

Paus melanjutkan dengan meminta Yesus untuk memberi kita rahmat “untuk melihat Dia di mata semua orang yang memandang kita dalam kebutuhan mereka… untuk menjadi tanda-tanda cinta dan harapan di zaman kita sendiri, ketika begitu banyak orang miskin, ditinggalkan, terpinggirkan dan migran.”

Paus meminta kepada Santa Ibu Teresa untuk “berdoa untuk kota ini, untuk bangsa ini, untuk Gerejanya dan untuk semua orang yang ingin mengikuti Kristus … Untuk mengikuti Dia, yang datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.” (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (27)

Paus berdoa di Kapel Memorial House Ibu Teresa di depan relikui orang kudus itu. (Vatican Media)
Paus berdoa di Kapel Memorial House Ibu Teresa di depan relikui orang kudus itu. (Vatican Media)

Tinggalkan Pesan