15-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH VI (P)

Santo Dominikus Savio;
Beata Ana Rosa Gattorno

Bacaan I: Kis. 18:9-18

Mazmur: 47:2-3.4-5.6-7; R:8a

Bacaan Injil: Yoh. 16:20-23a

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.”

Renungan

Dalam bacaan pertama, Tuhan meyakinkan Paulus untuk tidak takut mewartakan kabar gembira karena Tuhan akan beserta dia. Berdasarkan jaminan Tuhan itu, Paulus dengan berani mewartakan kabar gembira di Korintus dan mampu mengatasi kesulitan yang ditimbulkan oleh orang-orang Yahudi. Sementara itu, di dalam Injil Yesus menjanjikan sukacita dan kegembiraan kepada para murid setelah mengalami kesulitan dan penderitaan karena nama-Nya. Dia membandingkannya dengan wanita bersalin yang mengalami penderitaan sesaat sebelum mengalami sukacita karena kelahiran anaknya.

Janji Tuhan ini tentu saja memberikan kekuatan kepada kita yang mungkin kadang-kadang mengalami tantangan dan penderitaan karena memberi kesaksian tentang Yesus. Bukankah Yesus sendiri sudah mengisyaratkan bahwa salib atau penderitaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mengikuti Yesus. Namun, sebagaimana salib merupakan jalan untuk mencapai kemenangan, demikianpun kesulitan dan penderitaan yang kita alami karena memberi kesaksian tentang Tuhan, akan berubah menjadi kegembiraan dan sukacita.

Tuhan, janganlah membiarkan aku berkecil hati kalau terkadang aku mengalami kesulitan semata-mata karena mengimani Engkau. Amin.

Tinggalkan Pesan