1381498546000-EPA-VATICAN-POPE-EUROPEAN-PARLIAMENT-SCHULZ
(Foto: Pietro Naj-Oleari/EUROPEAN UNION)

Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz diterima oleh Paus Fransiskus di Istana Apostolik Vatikan tanggal 11 Oktober 2013. Kunjungan Presiden Schulz bertepatan dengan penerbitan esai yang dia tulis untuk memperingati ulang tahun ke-25 dari kunjungan Beato Paus Yohanes II ke Parlemen Eropa.

“Dua puluh lima tahun lalu, pada hari yang sama, Yohanes Paulus II menyampaikan pidato inspiratif di depan pertemuan Parlemen Eropa di Strasbourg,” tulis Schulz dalam editorial. Hari ini, lanjutnya, “adalah kehormatan besar bagi Parlemen Eropa untuk mendengar kembali pesan Bapa Suci, pandangannya ke depan, solidaritasnya, dan harapannya.”

Direktur Kantor Pers Tahta Suci Pastor Federico Lombardi mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Schulz kembali mengundang Bapa Suci untuk mengunjungi dan memberikan sambutan di depan Parlemen Eropa.

Dalam kunjungan itu, jelas Pastor Lombardi seperti dilaporkan oleh Zenit.org, Bapa Suci mengangkat beberapa topik diskusi, termasuk masalah kemiskinan, imigrasi, pengangguran pemuda, budaya “sekali pakai,” dan situasi ekonomi saat ini di Eropa dan dunia.

Kepada Bapa Suci diberikan hadiah serangkaian foto peringatan kunjungan Beato Paus Yohanes Paulus II. Setelah audiensi dengan Paus, Presiden Schulz merilis pernyataan tentang kunjungannya dengan mengatakan bahwa kata-kata Bapa Suci “menginspirasi dan merangsang pemikiran.”

Juga dikatakan bahwa dalam pertemuan itu mereka berbagi pandangan dan sependapat mengenai perlindungan pengungsi di Mediterania, perang melawan kemiskinan dan pengucilan sosial atau meningkatkan prospek orang muda baik di dalam maupun di luar Uni Eropa.

Presiden Schulz menegaskan bahwa dia kembali “mengundang Paus Fransiskus untuk memberi sambutan dalam pertemuan paripurna” Parlemen Eropa.***