Zefanya 1
Zefanya Widya Nikita memasangkan masker kepada seorang ibu (PEN@ Katoli/yf)

Zefanya Widya Nikita (10), siswi Protestan yang bersekolah SD Katolik Bhaktyarsa Maumere milik dan asuhan Suster Kongregasi SSpS, menyumbangkan uang tabungan di celengannya sejak tahun lalu sebesar 648.000 rupiah lewat Grup Sahabat Sikka, sebuah kelompok lintas agama yang terdiri Katolik, Protestan dan Islam, untuk pembelian masker.

Saat Grup Sahabat Sikka membagikan masker gratis untuk pedagang kecil dan pembeli di Pasar Alok, Maumere, 28 April 2020, Zefanya mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa dirinya merasa iba dengan opa dan oma yang tidak tahu mengambil uang dari mana untuk memiliki masker. “Saya ikhlas menyumbangkan uang tabungan di celengan. Sebenarnya uang itu untuk beli ponsel. Saya batalkan. Nanti baru tabung lagi,” ujar anak keempat dari Yesriel Bana dan Made Candra itu.

Rasa iba kepada opa dan oma ditunjukkan Zefanya saat pembagian masker di Pasar Alok. Zefanya sendiri yang memasang masker untuk opa dan oma, dan mereka terharu.

Koordinator Grup Sahabat Sikka Made Candra mengakui, Zefanya telah menyerahkan uang tabungannya kepada Grup Sahabat Sikka dan pihaknya telah membeli 100 masker dengan 1 dos handscoon buat tenaga medis di Puskesmas Wolofeo.

Made menjelaskan Grup Sahabat Sikka membagikan 1500 masker gratis bagi pedagang kecil dan pembeli yang betul- betul belum memiliki masker dan tidak mampu membelinya. “Target kami adalah membagi 1500 masker, bukan hanya di pasar-pasar tetapi juga di tiga puskesmas terpencil yakni Wolofeo, Hewokloang dan Mapitara. Fokus lain adalah edukasi kepada masyarakat bahwa pemakaian masker adalah kebutuhan,” jelas Made.

Grup Sahabat Sikka terdiri dari 10 orang Maumere yang berada di luar Sikka seperti di Ende, Batam dan Papua. Mereka membentuk grup itu karena kepedulian. “Hidup ini bukan lomba lari tapi lomba berbagi,” kata Made.

Yang paling berharga, lanjutnya, “bukanlah seberapa cepat kamu bisa mewujudkan mimpi, namun seberapa banyak manfaat bisa kamu berikan bagi orang lain saat mimpi tersebut akhirnya menjadi nyata.”

Tiga hari sebelumnya, sebanyak 18 anggota Komunitas “Maumere Mau Yesus” bersedia menjadi relawan untuk membagi masker gratis bagi masyarakat Sikka. “Sebagai relawan mereka sungguh gembira  dan merasakan pembagian masker gratis sungguh bermanfaat untuk menangkal penyebaran Covid-19,” ungkap pendamping komunitas itu Pastor Yanuarius Hilarius Role Pr kepada PEN@ Katolik usai pembagian masker itu.

Pastor Yoris, demikian imam projo ini biasa disapa, menjelaskan bahwa komunitas itu adalah komunitas Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Maumere. “Mereka mengucapkan terimakasih kepada para donatur masker dari Jakarta yang tidak mau namanya disebutkan yang telah dengan sukarela mengirimkan masker untuk masyarakat Sikka,” kata imam itu.

Dengan menggunakan baliho bertuliskan “Dia yang memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (Yes, 40:29), Komunitas “Maumere Mau Yesus” Lawan Covid-19, Mai Ita Paket Masker” (Mari Kita Pake Master, Sikka, Red.), bersama koordinator komunitas Kostodia Pito bersama 18 relawan menyasar tiga titik utama pembagian masker yakni depan Gelora Samador, Perempatan Jalan El Tari dan halaman UGD Rumah Sakit TC Hillers Maumere.

Kurang lebih 60 menit, masker habis dibagikan. PEN@ Katolik mengamati, masyarakat senang mendapatkan masker gratis, namun ada yang bingung dan takut menerima karena mengira masker itu dijual. .”(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

PEN@ Katolik/yf
PEN@ Katolik/yf
Relawan Komunitas " Maumere Mau Yesus" (Dok Komunitas MMY)
Relawan Komunitas ” Maumere Mau Yesus” (Dok Komunitas MMY)
Pembagian masker di halaman UGD RS TC. Hillers Maumere (Dok Komunitas MMY)
Pembagian masker di halaman UGD RS TC. Hillers Maumere (Dok Komunitas MMY)

Tinggalkan Pesan