LVIV, Pena Katolik – Ketua Konferensi Waligereja Italia, Kardinal Matteo Maria Zuppi, telah memulai misi kemanusiaan empat hari di Ukraina, 14-17 Juli 2026. Mengawali perjalanannya, ia mengunjungi pusat penahanan Zakhid-1 di wilayah Lviv, tempat para tentara yang ditangkap saat bertempur untuk tentara Rusia ditahan.
Dalam kunjungan emosional tersebut, Kardinal Zuppi membawa pesan kuat dari Paus Leo XIV serta membagikan tiga hadiah simbolis kepada para tahanan: sebuah gambar kudus Salus Populi Romani sebagai lambang harapan, foto Paus Leo XIV, dan sebuah gantungan kunci.
“Paus mengutus saya ke sini untuk memberi tahu Anda bahwa beliau berdoa untuk perdamaian dan agar perang segera berakhir. Saya berharap Anda dapat segera meletakkan kunci rumah pada gantungan ini, sehingga Anda bisa membuka pintu dan memeluk orang-orang terkasih,” ujar Kardinal Zuppi saat membagikan hadiah tersebut secara personal.
Kunjungan ini merupakan misi kedua Kardinal Zuppi ke Ukraina selama kecamuk perang. Pada misi pertamanya Juni 2023 lalu atas utusan Paus Fransiskus, ia telah menjembatani dialog di Kyiv, Moskow, Washington, hingga Beijing. Misi kemanusiaan Vatikan ini terus berfokus pada kedekatan Gereja terhadap korban perang, mendukung pertukaran tawanan, serta memfasilitasi pemulangan anak-anak Ukraina.
Didampingi oleh Nuncio Apostolik Mgr. Visvaldas Kulbokas dan Duta Besar Ukraina untuk Takhta Suci Andrii Yurash, Kardinal Zuppi meninjau barak tinggal, klinik, hingga kapel kamp. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan puluhan tahanan dari berbagai negara dalam bahasa Prancis dan Spanyol, termasuk menyemangati seorang tawanan muda berusia 25 tahun yang kehilangan kakinya akibat perang.
Kunjungan diakhiri dengan doa bersama di kapel kamp penahanan. Kardinal Zuppi menegaskan pentingnya menjaga hati dari kebencian di tengah situasi konflik.
“Kita harus mengusir segala sesuatu yang jahat dari hati kita. Tuhan selalu memberi kita harapan. Jangan pernah membiarkan kejahatan tumbuh di dalam diri kita, dan Tuhan akan selalu membantu kita mengatasinya,” pungkas Kardinal Zuppi.



