WASHINGTON, Pena Katolik – Lembaga kemanusiaan Katolik Catholic Relief Services (CRS) atau Caritas America siap menyalurkan bantuan pangan darurat senilai US$ 235 juta (sekitar Rp 3,8 triliun) untuk mengatasi bencana kelaparan di Sudan dan Etiopia. Langkah ini dipastikan melalui kesepakatan prinsip dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang diumumkan Selasa (14/7/2026).
Melalui program Food for Peace Act, USDA akan mengirimkan lebih dari 110.000 metrik ton komoditas pertanian yang ditanam langsung oleh petani Amerika Serikat. Bantuan ini memanfaatkan jaringan operasional kuat CRS di Tanduk Afrika, termasuk Proyek Darurat Sudan dan Operasi Darurat Bersama di Etiopia.
Dukungan finansial ini menjadi angin segar bagi CRS. Pasalnya, lembaga ini sempat mengalami penurunan dana federal yang signifikan setelah restrukturisasi fungsi kemanusiaan USAID oleh pemerintah AS pada tahun 2025 lalu.
“Kemitraan ini hadir di momen yang sangat krusial bagi keluarga-keluarga yang sedang berjuang di Sudan dan Etiopia,” ujar Presiden dan CEO CRS, Sean Callahan.
Guna mengantisipasi kerawanan korupsi dan penyelewengan di medan konflik—yang sempat dikhawatirkan oleh pengamat akibat absennya pengawasan langsung USAID di lapangan—Callahan menegaskan bahwa CRS menerapkan sistem pelacakan ketat hingga kilometer terakhir (to the last mile). Proses distribusi dipantau dengan verifikasi berlapis dan pengawasan finansial yang kokoh demi memastikan bantuan tepat sasaran.
Melalui tata kelola yang bertanggung jawab, CRS berkomitmen mengubah sumber daya ini menjadi bantuan nyata yang dapat memulihkan ketahanan pangan dan membangun kemandirian masyarakat yang terdampak krisis.



