JAKARTA, Pena Katolik – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi para pemimpin Gereja Katolik se-Asia yang akan menghadiri Sidang Umum ke-12 Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) di Jakarta pada 20–26 Juli 2026.
Fokus kenyamanan dan keamanan para delegasi ini dibahas secara matang dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta pada 7 Juli 2026.
“Para peserta ini adalah tokoh agama, jadi kita harus membuat mereka merasa damai dan nyaman saat di Indonesia,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI.
Pemerintah bersama panitia penyelenggara telah menyelaraskan berbagai aspek teknis, mulai dari pelayanan keimigrasian, pengamanan dari TNI dan Polri, transportasi, hingga penyediaan konsumsi yang memperhatikan sensitivitas budaya para delegasi yang berasal dari 29 negara Asia serta perwakilan Eropa, Amerika, dan Afrika. Kesiapan aksesibilitas bagi peserta dengan keterbatasan mobilitas pun turut didata sejak awal.
Salah satu agenda krusial yang dipersiapkan dengan detail adalah kunjungan para delegasi ke Masjid Istiqlal melalui Terowongan Silaturahmi setelah Misa Penutupan di Gereja Katedral Jakarta pada 26 Juli 2026. Mengingat agenda tersebut bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di Jakarta, koordinasi ketat dilakukan bersama Pemprov DK Jakarta untuk mengatur mobilitas peserta.
Kemenag menegaskan bahwa kesuksesan Indonesia menyambut kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2024 lalu menjadi bekal penting dalam koordinasi lintas lembaga kali ini. Melalui Sidang Umum FABC 2026, pemerintah berharap para pemimpin Gereja Katolik dunia tidak hanya sukses bersidang, tetapi juga membawa pulang impresi mendalam tentang Indonesia sebagai bangsa yang ramah, rukun, dan hidup damai dalam keberagaman.



