Home BERITA TERKINI Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Tengah Arus AI

Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Tengah Arus AI

0

PanaKatolik.Com, Pontianak | Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi kehidupan manusia, Seminar Nasional dalam rangka Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII mengajak peserta untuk kembali merenungkan pertanyaan mendasar, apakah manusia masih mampu menjaga kemanusiaannya ketika teknologi semakin cerdas?

Pertanyaan itu menjadi benang merah pemaparan RP. Andreas Kurniawan, OP dalam Seminar Nasional PKSN XIII yang berlangsung di Pontianak, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Seminar tersebut mengusung tema besar “Membumikan Pesan Paus Leo XIV: Menjaga Wajah dan Suara Manusia.”

Dalam presentasinya yang berjudul “Martabat Manusia di Arus Kecerdasan Buatan”, Romo Andre mengingatkan bahwa diskusi mengenai AI pada dasarnya bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal manusia itu sendiri.

Belajar dari Langkah Pertama Manusia

Untuk membuka refleksinya, Romo Andre mengajak peserta melihat lukisan First Steps, after Millet karya pelukis Belanda, Vincent van Gogh. Lukisan tersebut menggambarkan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan dengan pendampingan kedua orang tuanya.

Menurutnya, di balik kesederhanaan lukisan itu tersimpan pesan yang sangat relevan bagi zaman digital. Tidak ada layar, tidak ada algoritma, tidak ada kecerdasan buatan. Yang ada hanyalah kehadiran, sentuhan, perhatian, dan kasih.

Dia mengisahkan bahwa Van Gogh melukis karya tersebut ketika dirinya sedang berada dalam masa-masa sulit di rumah sakit jiwa Saint-Rémy. Di tengah kesepian dan luka batin, sang pelukis justru memilih menghadirkan gambaran tentang keluarga, rumah, kasih, dan harapan.

“Bahkan ketika hidupnya sendiri terasa gelap, Van Gogh memilih melukis harapan,” demikian bahan dan isi refleksi yang disampaikan Romo Andre.

Bagi Romo Andre, lukisan itu mengingatkan bahwa kemanusiaan tumbuh melalui relasi yang nyata. Hal-hal paling mendasar dalam hidup manusia dan belajar berjalan, mencintai, mendengarkan, dan mendampingi dan tidak dapat digantikan oleh mesin.

Dari Homo Sapiens hingga Era AI

Romo Andre kemudian mengajak peserta menelusuri perjalanan panjang peradaban manusia, mulai dari Homo sapiens hingga lahirnya era kecerdasan buatan. Dia menggarisbawahi manusia berkembang bukan hanya karena kecerdasan intelektual, tetapi juga karena kemampuan berimajinasi dan membangun makna bersama. Agama, hukum, uang, dan negara lahir dari kemampuan manusia menciptakan dan mempercayai narasi kolektif.

Perkembangan teknologi kemudian melahirkan manusia sebagai homo faber yakni manusia yang mencipta dan menguasai dunia melalui mesin, listrik, komputer, dan internet. Kini, manusia memasuki tahap baru ketika mulai menciptakan “kecerdasan” di luar dirinya sendiri melalui AI.

Namun Romo Andre mengingatkan bahwa kecerdasan tidak otomatis berarti kebijaksanaan.

“Apakah mesin yang mampu menjawab segalanya sungguh mengerti arti hidup?” demikian pertanyaan reflektif yang diajukan kepada peserta seminar.

Bahan Seminar Nasional – PKSN XIII · Pontianak, 27 Mei 2026 – Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 · Komsos KWI. (Romo Andreas Kurniawan OP). – PKSN XIII Pontianak Angkat Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan
Ketika Manusia Berisiko Menjadi Mesin

Salah satu bagian yang mendapat perhatian peserta adalah ketika Romo Andreas menampilkan gambaran simbolis tentang manusia modern yang berdiri tegak seperti patung-patung besar dengan berbagai perangkat teknologi di tangannya. Di bawahnya berdiri robot kecil yang memandang ke atas.

Menurutnya, gambaran tersebut memunculkan pertanyaan penting: apakah teknologi sedang belajar menjadi manusia, atau justru manusia perlahan berubah menjadi mesin?

“Mesin mulai belajar berpikir, tetapi manusia justru lupa bagaimana merenung,” ujarnya.

Dia menilai manusia modern sering kali tampak kuat, produktif, dan rasional, tetapi sekaligus rentan kehilangan kehangatan jiwa. Dalam situasi seperti itu, AI bukan hanya tantangan teknologi, melainkan juga tantangan spiritual dan kemanusiaan.

Pesan Paus Leo XIV

Dalam refleksinya, Romo Andreas banyak merujuk pada pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60.

Paus menegaskan bahwa menjaga wajah dan suara manusia berarti menjaga pantulan kasih Allah yang hadir dalam diri setiap pribadi manusia. Jika gagal melakukan hal tersebut, teknologi digital berisiko mengubah secara radikal fondasi-fondasi utama peradaban manusia.

Karena itu, setiap inovasi teknologi harus tetap berpusat pada manusia. Komunikasi yang melibatkan AI harus selalu menghormati martabat pribadi manusia, bukan mereduksinya menjadi sekadar data atau objek manipulasi.

Romo Andre juga memaparkan sejumlah ancaman nyata yang muncul dalam ekosistem digital saat ini. Dia menyebut lima fenomena yang perlu diwaspadai, yakni echo chamber, doomscrolling, adiksi digital, manipulasi politik, dan polarisasi sosial.

Fenomena tersebut membuat orang hanya mendengar suara yang sejalan dengan pandangannya sendiri, terus-menerus mengonsumsi informasi negatif, menjadi tergantung pada gawai, mudah terpengaruh propaganda, serta terjebak dalam konflik sosial yang berkepanjangan.

Ancaman lain yang semakin nyata adalah kemunculan teknologi deepfake. Dengan AI, wajah, suara, bahkan gerakan tubuh seseorang dapat ditiru secara sangat meyakinkan. Akibatnya, batas antara kebenaran dan kebohongan menjadi semakin kabur.

“Dulu kita takut pada kebohongan. Sekarang kebohongan terlihat seperti kebenaran,” ungkapnya.

AI Tidak Memiliki Jiwa

Meskipun mengakui kemampuan AI yang luar biasa, Romo Andre menegaskan bahwa ada sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh teknologi.

AI dapat meniru wajah, suara, ekspresi, gambar, dan bahasa manusia. Namun AI tidak memiliki kehadiran, kesaksian hidup, hati nurani, jiwa, maupun kasih.

Dia mengutip pemikiran Santo Thomas Aquinas yang membedakan antara scientia dan sapientia. AI unggul dalam informasi, analisis, dan komputasi. Akan tetapi kebijaksanaan, kontemplasi, hati nurani, dan cinta tetap menjadi wilayah khas manusia.

“Information is not wisdom. Intelligence is not conscience. Calculation is not contemplation,” mengutip tradisi pemikiran Aquinas.

Dalam konteks inilah Gereja merasa perlu terlibat dalam diskusi mengenai AI. Romo Andre menjelaskan bahwa Paus Leo XIV telah menyetujui pembentukan Komisi Antar-Dikasteri untuk Kecerdasan Buatan pada Mei 2026.

Langkah tersebut bukan karena Gereja ingin menjadi pelaku industri teknologi, melainkan karena AI menyentuh hampir seluruh dimensi kehidupan manusia mulai cara belajar, bekerja, berelasi, mengambil keputusan, memahami kebenaran, hingga memahami dirinya sendiri.

“Gereja tidak takut pada teknologi. Gereja takut ketika manusia kehilangan kemanusiaannya,” kata Romo Andre.

Bahan Seminar Nasional – PKSN XIII · Pontianak, 27 Mei 2026 – Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 · Komsos KWI. (Romo Andreas Kurniawan OP).
Tugas Komsos untuk Membawa Wajah Kristus

Menutup pemaparannya, Romo Andre mengajak para pelaku komunikasi sosial untuk menjalankan empat transformasi besar untuk mengutamakan manusia di atas data, kebijaksanaan di atas algoritma, kebenaran di atas viralitas, dan belas kasih di atas sekadar kecanggihan teknologi.

Dia juga memperkenalkan konsep W.A.J.A.H. sebagai lima pilar komunikasi bermartabat meliputi Wawasan, Afeksi, Jati Diri, Amanah, dan Harga Diri Manusia. Kelima unsur itu menjadi pedoman agar komunikasi digital tetap menghormati martabat manusia sebagai citra Allah.

Pada akhirnya, Romo Andre menegaskan bahwa masa depan dunia tidak ditentukan oleh AI semata, kemudian yang menentukan adalah kemampuan manusia menjaga kebijaksanaan dan belas kasihnya. Sebab hanya manusia yang mampu mengasihi, berbelarasa, berdoa, menemukan makna penderitaan, dan mendampingi sesama dalam perjalanan hidupnya.

“Mungkin suatu hari AI bisa membuat gambar yang indah. Tetapi hanya manusia yang bisa menemani manusia lain belajar berjalan,” tutupnya.*Samuel (Sumber: Seminar Nasional PKSN 2026 – Rm Andre).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Susunan Simbol yang Terus Berubah dan Ada Mekanisme Menarik di Baliknya

Mengapa Mahjong Ways Menggunakan Simbol Bernuansa Tradisional dalam Tampilan Permainannya?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Satu Rangkaian Simbol Dapat Memicu Perubahan Berikutnya

Ada Perbedaan antara Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Sisi Desain

Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Mudah Dikenali meski Menggunakan Elemen Visual Sederhana

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menampilkan Informasi Multiplier tanpa Mengganggu Tampilan Utama?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Pemilihan Simbol dengan Tema Permainan yang Diusung

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Pentingnya Urutan Animasi dalam Menjelaskan Mekanisme Cascade

Mengapa Efek Perubahan Simbol dalam Mahjong Ways 2 Perlu Ditampilkan secara Bertahap?

Mahjong Ways Menggabungkan Ornamen Klasik dan Tampilan Digital dalam Satu Konsep Permainan

Game Mobile Kini Dirancang untuk Berbagai Ukuran Layar dan Ada Tantangan Desain di Baliknya

Mengapa Kenyamanan Mata Mulai Menjadi Pertimbangan dalam Pengembangan Game Digital?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Membuat Desain Game Smartphone Semakin Memperhatikan Detail Kecil

Game Digital dengan Tampilan Minimalis Bisa Tetap Menarik Berkat Pengaturan Elemen yang Tepat

Bagaimana Pengembang Menjaga Kelancaran Animasi Game pada Smartphone dengan Spesifikasi Berbeda?

Perkembangan Game Mobile Memperlihatkan Pentingnya Kontrol yang Mudah Dipahami Pengguna Baru

Mengapa Tata Letak Tombol dalam Game Smartphone Bisa Memengaruhi Kenyamanan Penggunaan?

Teknologi Game Digital Terus Berkembang tetapi Kejelasan Tampilan Tetap Menjadi Kebutuhan Utama

Game Mobile dan Perubahan Cara Pengembang Menghadirkan Pengalaman Interaktif di Layar Kecil

Bagaimana Pengujian Pengalaman Pengguna Membantu Memperbaiki Desain Game Digital Sebelum Dirilis?

Game Bertema Asia Memiliki Ragam Inspirasi Visual yang Tidak Hanya Berasal dari Simbol Tradisional

Mengapa Unsur Budaya dalam Game Digital Perlu Disajikan dengan Pemahaman yang Tepat?

Komunitas Game Mobile Bisa Membentuk Cara Baru dalam Mengenalkan Permainan kepada Pengguna Lain

Di Balik Sebuah Game yang Ramai Dibicarakan, Ada Peran Percakapan Digital yang Terus Berkembang

Kecerdasan Buatan Membantu Pengembang Game Memahami Masalah Teknis melalui Analisis Data

Bagaimana Tren Video Pendek Memengaruhi Cara Orang Mengenal Game Digital yang Belum Pernah Dicoba?

Perkembangan Game Digital Membuka Ruang bagi Kolaborasi antara Seniman dan Pengembang Teknologi

Mengapa Sebuah Game Bisa Memiliki Identitas Kuat tanpa Harus Mengikuti Semua Tren Visual?

Game Mobile Menjadi Bagian dari Perubahan Kebiasaan Masyarakat dalam Mengakses Hiburan Digital

Bagaimana Ulasan dan Diskusi Komunitas Membantu Pengguna Memahami Kelebihan serta Kekurangan Game?

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami