Sebuah mobil terlihat di antara rerentuhan setelah tsunami melanda pantai Carita di Pandeglang, Banten. Foto diambil dari web Vatican News
Sebuah mobil terlihat di antara rerentuhan setelah tsunami melanda pantai Carita di Pandeglang, Banten. Foto diambil dari web Vatican News

Paus Fransiskus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membantu para korban tsunami di Indonesia. Jumlah korban tewas, terluka dan hilang akibat tsunami yang melanda pesisir Selat Sunda di malam hari, 22 Desember 2018, itu masih tetap bertambah karena belum semua wilayah yang terkena dampaknya bisa dijangkau.

Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu, 23 Desember 2018, pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Ketika berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk Doa Malaikat Tuhan Hari Minggu 23 Desember 2018, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, Paus mengatakan bahwa dia sedang memikirkan rakyat Indonesia “yang dilanda serangkaian bencana alam yang ganas, yang telah menyebabkan banyak kematian, banyak orang hilang, banyak pengungsian dan kerusakan material yang cukup besar.”

Paus mengajak semua orang untuk ikut berdoa bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai. Paus juga menyatakan kedekatan spiritualnya kepada mereka yang terkena dampak tragedi itu dengan mengatakan bahwa ia memohon penghiburan Tuhan dalam penderitaan mereka.

“Saya memohon semoga saudara dan saudari ini tidak kekurangan solidaritas kita serta dukungan dari Masyarakat Internasional,” kata Paus.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Rahmat Triyono, gelombang tsunami yang melanda Pantai Anyer, Banten, dan Lampung diduga disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang tinggi akibat cuaca. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan