Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Merauke Gabriel Rettobjaan dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Mappi Yohanes Jamtel membuka muspas di Aula Pankat. Foto PEN@ Katolik/ym
Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Merauke Gabriel Rettobjaan dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Mappi Yohanes Jamtel membuka muspas di Aula Pankat. Foto PEN@ Katolik/ym

Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Saputra MSC membuka Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Agung Merauke bertema Keluarga Katolik Keuskupan Agung Merauke yang Sejahtera di Rumah Bina Pankat, Merauke, 7 Oktober 2018.

Muspas yang akan dilaksanakan hingga 14 Oktober 2018 itu, menurut Mgr Adi Saputra, adalah saat rahmat, “saat seluruh umat Allah yang diberkati oleh Roh Kudus dapat melihat kembali apa yang telah dikerjakan, sambil membaca tanda zaman serta melihat terang iman yang menjadi kebutuhan umat dan masyarakat saat ini dan yang akan datang.”

Muspas, yang dibuka dengan Misa yang dipimpin Mgr Adi Saputra dengan beberapa imam sebagai konselebran itu, dihadiri oleh para imam, dewan paroki dan tokoh-tokoh umat serta para biarawan-biarawati dari berbagai tarekat religius yang berkarya di keuskupan itu.

Menurut Mgr Adi Saputra, muspas juga merupakan saat pertobatan dan pembaharuan diri yang mengarah ke depan dengan langkah-langkah tepat sesuai perutusan yang telah dan akan ditetapkan. “Dengan tema yang kita gumuli dalam muspas ini, kita masing-masing digugah untuk memberi apa yang dipercayakan kepada kita, bukan dengan bersungut-sungut, tetapi dengan suka cita,” kata uskup.

Oleh karena itu Mgr Adi Saputra mengajak peserta untuk hadir dan memperkaya muspas dengan penuh semangat dan suka cita, “sebab kualitas muspas kita, bukan hanya karena kita dibimbing oleh Roh Kudus, tetapi karena kita semua memilih untuk menjadi bagian dan turut mengambil bagian aktif dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat kita.”

Mgr Adi Saputra yakin, dalam kehidupan sehari-hari, seluruh peserta telah turut berperan, bekerja, dan mengambil bagian dalam mengembangkan masyarakat. “Kita telah terlibat dalam kehidupan dan pengembangan itu, baik di dalam keluarga, lingkungan kerja, lingkungan Gereja Katolik atau di bidang maupun lembaga apa saja. Pengalaman itu akan dibagikan, dikuatkan dan diperkaya oleh peserta muspas lain serta dalam diskusi umum,” lanjut uskup.

Pemerintah, jelas Mgr Adi Saputra, telah berjuang keras untuk membuat masyarakatnya makmur dan sejahtera, namun masih banyak yang harus dibenahi. “Untuk itu, Gereja juga turut membantu pemerintah untuk bekerja di bidang pendidikan dan kesehatan serta berusaha melibatkan diri dalam pengembangan sosial ekonomi,” tegas uskup.

Keluarga Katolik yang Terlibat adalah tema keuskupan itu di tahun lalu. Berdasarkan tema itu, lanjut Mgr Adi Saputra, Gereja sudah memberi bukan hanya uang atau benda tetapi juga sumbangan pemikiran, tenaga, keterampilan, kehadiran serta perhatian. “Dengan memberi sebenarnya setiap orang meningkatkan kualitas, kapasitas, pengalaman dan kematangan kepribadiannya,” kata Mgr Adi Saputra. (PEN@ Katolik/Yakobus Maturbongs)

Peserta muspas saat pembukaan. PEN@ Katolik/ym
Peserta muspas saat pembukaan. PEN@ Katolik/ym

 

Tinggalkan Pesan