AMBON, Pena Katolik – Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, memberikan pesan mendalam bagi para biarawati dalam perayaan syukur Hari Ulang Tahun ke-99 Tarekat Maria Mediatrix (TMM). Ia menegaskan bahwa panggilan hidup membiara bukanlah sebuah panggung untuk mengejar popularitas atau pengakuan duniawi, melainkan komitmen kesetiaan total dalam menjalankan kehendak Tuhan.
Pesan ini disampaikan dalam homili Misa perayaan HUT TMM ke-99, yang dirangkaikan dengan pencanangan menuju 100 tahun (Yubileum), serta perayaan kaul pertama dan kaul kekal di Gereja Santa Maria Bintang Laut Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, pada Jumat 01 Mei 2026.
Di hadapan para suster, imam, dan umat yang hadir, Mgr. Ino mengangkat teladan Bunda Maria saat menerima kabar dari Malaikat Gabriel.
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Menurutnya, ungkapan tersebut adalah bentuk penyerahan diri yang radikal. Beliau mengingatkan bahwa Maria pun manusia biasa yang mengalami kecemasan dan keraguan.
“Maria bukan pribadi yang sempurna. Ia percaya bukan karena semua hal jelas, tetapi karena keyakinan bahwa Allah mampu berkarya melalui keterbatasan manusia,” ujar Mgr. Seno.
Ia menegaskan bahwa esensi menjadi “hamba Tuhan” adalah hadir untuk melakukan kehendak-Nya, bukan untuk mengejar gelar atau ketenaran.
Perayaan yang khidmat ini juga diwarnai dengan syukur atas keberanian para suster dalam menjawab panggilan Tuhan. Tercatat satu suster mengikrarkan profesi kekal, yakni Sr. Yulita Goban TMM, didampingi oleh tujuh suster yang mengikrarkan profesi pertama: Sr. Maria Monika Boger TMM; Sr. Maria Alfontina Wamir TMM; Sr. Maria Bonefasia Djondjonler TMM; Sr. Maria Helena Romena TMM; Sr. Maria Ivone Djabutafuran TMM; Sr. Maria Xaveria Merek TMM; dan Sr. Maria Ambrosia Remetwa TMM.
Momentum 99 tahun ini dipandang sebagai ruang refleksi penting sebelum memasuki usia satu abad. Mgr. Ieno berpesan agar para suster muda khususnya, terus menjaga ketaatan seperti Nabi Samuel yang selalu siap mendengarkan suara Tuhan.
“Panggilan ini bukan untuk menjadi populer, tetapi menjadi hamba yang setia. Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang melengkapi dan menyempurnakan. Setialah sampai akhir,” tegasnya menutup homili.
Selain perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan pelantikan Panitia Perayaan Yubileum serta seremoni launching menuju 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix yang bertempat di gedung Catholic Center. Rangkaian acara ini diharapkan mampu memperkuat dedikasi pelayanan dan kesaksian iman TMM di tengah masyarakat luas.



