Tarian Perang Tradisional Minahasa menghiasi Stand Pameran Sekami Keuskupan Manado dalam Jamnas Sekami 2018 di Pontianak/PEN@ Katolik/pcp
Tarian Perang Tradisional Minahasa menghiasi Stand Pameran Sekami Keuskupan Manado dalam Jamnas Sekami 2018 di Pontianak/PEN@ Katolik/pcp

Dalam rangkaian Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Jamnas Sekami) 3-6 Juli 2018 di Pontianak, para direktur diosesan (dirdios) beserta pendamping rohani dan animator-animatris menyelenggarakan pameran yang menampilkan keanekaragaman budaya, variasi alat praga hingga buku pembinaan anak dan remaja, serta aneka hasil karya serta foto kegiatan anak dan remaja.

Salah satu yang menarik banyak peminat adalah stand Keuskupan Manado karena menampilkan langsung penari Tarian Perang Daerah Minahasa, Sulawesi Utara, yang dikenal dengan Tarian Kabasaran, dan beberapa makanan tradisional yang bisa dicicipi.

Banyak peserta termasuk animator-animatris serta pembina rohani dan remaja peserta dari keuskupan lain mengunjungi stand Keuskupan Manado untuk berfoto bersama dengan tiga penari Tarian Kabasaran, yang tidak henti-hentinya menari diiringi ketukan tambur di depan stand mereka.

“Tarian Perang Tradisional Minahasa ini hendak menunjukkan semangat orang Minahasa. Tapi, tarian ini bukan sekedar ditampilkan sebagai kekayaan budaya di Keuskupan Manado tetapi juga pendorong agar para anggota Sekami senantiasa bersemangat dalam mewartakan Injil di Indonesia,” kata Pendamping Rohani Sekami Keuskupan Manado Pastor Marson Pungis Pr kepada PEN@ Katolik.

Menurut imam itu, Sekami Keuskupan Manado datang untuk membagikan keberagaman dan toleransi yang juga dihidupi atau dijalani di keuskupan itu, “karena wilayah Keuskupan Manado dengan 65 paroki yang tersebar di tiga provinsi (Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Gorontalo) memiliki beragam budaya, tapi kami datang menunjukkan kesatuan sebagai anggota Sekami Keuskupan Manado.”

Di saat yang sama, imam itu membuat video dari semua stand keuskupan yang ditampilkan “untuk mengenal dan belajar dari keuskupan lain,” dan ketika peserta dari keuskupan lain datang ke stand Keuskupan Manado “kami berharap mereka bisa mengenal budaya di wilayah Keuskupan ini dan menyadari keberagaman budaya di Indonesia yang saat ini bisa ditampilkan dalam satu tempat yakni Jamnas Sekami Pontianak.”

Dalam jambore itu, lanjut imam itu, selain menampilkan pameran, Sekami Keuskupan Manado yang diwakili 27 orang yang terdiri dari dirdios, pendamping rohani, animator dan animatris serta 19 peserta, juga menampilkan pentas seni berupa tarian daerah termasuk Tarian Kabasaran dan pakaian adat. Lebih daripada itu, “kami datang dengan kehendak tulus untuk berbaur dengan semua peserta dari Indonesia untuk menunjukkan kesatuan anak-anak Indonesia yang 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.”(paul c pati)

Artikel Terkait:

Peserta-Jamnas Sekami 2018 akan terus wartakan sukacita Injil dan mencintai kebinekaan

Animatris Sekami main sulap agar anak-anak kenal Yesus tapi menangis di meja makan

Peserta Jamnas Sekami 2018 didampingi malaikat penjaga dan pendamping rohani

Dialog uskup-peserta Jamnas Sekami ada tawaran sembako untuk ibadah di rumah ibadah lain

Mgr Agus minta anak remaja Sekami untuk kristis tapi percaya kepada mama papa dan teman

Pemerintah buka Jamnas Sekami ajaran tentang perdamaian penting di era globalisasi

Anak-anak remaja Sekami berdatangan ke Pontianak untuk berbagi sukacita dalam keragaman

Semua foto di bawah ini adalah foto PEN@ Katolik:

IMG_2217

IMG_2194IMG_2220IMG_2174IMG_2172IMG_2180

Tinggalkan Pesan