Jamnas Sekami 2018 dimulai dengan pengguntingan pita balon oleh wakil pemerintah/PEN@ Katolik/pcp
Jamnas Sekami 2018 dimulai dengan pengguntingan pita balon oleh wakil pemerintah/PEN@ Katolik/pcp

“Membangun rasa toleransi dengan pihak-pihak atau umat lainnya adalah sejalan dengan tujuan semua ajaran agama yang mengajarkan perdamaian dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia. Ajaran ini semakin penting ketika kita memasuki era globalisasi, saat hubungan antarmanusia semakin terbuka tanpa batas dan cenderung bebas.”

Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Suprianus Herman berbicara mewakili Pejabat Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji dalam peresmian Jambore Nasional (Jamnas) Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (Sekami) di Lapangan SMA Santo Paulus Pontianak, 3 Juli 2018.

Suprianus membuka Jamnas Sekami 2018, yang akan berlangsung sampai 6 Juli itu, dengan mengatakan “Demi Nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, dengan ini Jambore Sekami 2018 dimulai” kemudian dia menggunting pita balon. Balon-balon kemudian terbang ke udara.

Selain dihadiri oleh wakil pihak keamanan dan Dirjen Bimas Katolik, pengguntingan pita di depan peserta jambore itu ditemani juga oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Uskup Agung Kuching Malaysia Mgr Simon Poh, Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi, Uskup Agung Pontianak Mgr Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap, dan Uskup Weetebula Mgr Edmund Woga CSsR.

Menurut Suprianus, peran Gereja dan orangtua dituntut untuk “memberikan pendidikan kondusif kepada anak-anak tentang keagamaan, agar iman mereka bertumbuh sesuai ajaran Katolik yang baik dan benar.” Oleh karena itu dia berharap agar jambore itu “menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, bermartabat dan religius yang mengutamakan keamanan dengan menjaga stabilitas dan kerukunan.”

Atas nama pemerintah, Suprianus mengucapkan selamat atas pelaksanaan “acara yang sangat besar itu,” dan berharap  “semoga perayaan HUT ke-175 Sekami dan Jamnas Sekami 2018 berjalan baik dan lancar dan memberikan masukan positif bagi Gereja dan pemerintah dalam rangka pembangunan daerah untuk mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera dan untuk pertumbuhan anak-anak yang belia dalam keimanan Katolik.”

Dalam rangka HUT ke-175 berdirinya Sekami, yang berdiri tahun 1843, ditampilkan tarian massal dengan penari sebanyak 175, yang antara lain memperlihatkan budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa. Selain animasi misioner, penampilan lain dalam acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu adalah display Drumband SMA Santo Paulus dan Pertunjukan Barongsai.

Direktur Diosesan Sekami KAP Pastor Gregorius Sabinus CP menegaskan dalam sambutannya bahwa tema Jamnas Sekami 2018, “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan” sangat sesuai dengan situasi negara dan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa agama dan budaya.

Total peserta dari 35 keuskupan se-Indonesia ditambah dari Keuskupan Agung Kuching, Malaysia, dan utusan dari tiga keuskupan di Timor Leste, menurut imam itu, berjumlah sekitar 1500 orang termasuk panitia. “Peserta menempati ruang-ruang kelas di kompleks persekolahan Bruder MTB yaitu SD Bruder Melati, SMA Santo Paulus dan Kompleks Persekolahan SD dan SMP Suster SFIC. Mereka dibagi dalam tiga kampung yaitu Kampung Galilea, Kampung Nazareth dan Kampung Betlehem. Masing-masing kampung dihuni oleh kurang lebih 500 orang,” jelas Dirdios Sekami KP itu.(paul c pati)

PEN@ Katolik/pcp
PEN@ Katolik/pcp
PEN@ Katolik
PEN@ Katolik
PEN@ Katolik
PEN@ Katolik
PEN@ Katolik
PEN@ Katolik
IMG_1919
PEN@ Katolik
IMG_1840
PEN@ Katolik

Tinggalkan Pesan