Ketua Umum Panitia Pelaksana Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Jamnas Sekami) 2018 di Pontianak, Pastor Gregorius Sabinus CP/PEN@ Katolik/pcp
Ketua Umum Panitia Pelaksana Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Jamnas Sekami) 2018 di Pontianak, Pastor Gregorius Sabinus CP/PEN@ Katolik/pcp

Ketua Umum Panitia Pelaksana Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Jamnas Sekami) berharap anak-anak peserta jambore telah pulang membawa iman Katolik yang kuat dan kemampuan untuk berbaur dengan semua anak seusia mereka di tempat mereka tinggal, tanpa merasa tersendiri tetapi bagian dari Indonesia.

Pastor Gregorius Sabinus CP berharap agar semua yang mereka laksanakan dan alami selama Jamnas Sekami di Pontianak 3-6 Juli 2018 itu “menjadi bekal mereka untuk menjadi militan dalam iman atau memiliki iman Katolik yang kuat, mendalam, dan bukan radikal, serta menjadi pegangan hidup mereka karena orang muda adalah tulang punggung Gereja.”

Harapan lain dari Direktur Diosesan (Dirdios) Sekami Keuskupan Agung Pontianak itu adalah agar jambore itu berhasil menciptakan atau meningkatkan semangat dan rasa berbangsa dan bernegara dalam diri peserta sehingga mereka “tahu bahwa mereka tidak sendirian di Indonesia yang memiliki berbagai macam suku, bangsa, bahasa, budaya dan agama.”

Itulah “buah” dan “bekal” yang diharapkan dibawa pulang oleh peserta dan dikembangkan oleh para pembinannya di tempat masing-masing. “Saya harapkan para pembina membaca situasi mereka agar mereka bukan sekedar bertemu di sini tapi apa yang mereka tangkap menjadi buah dan bekal mereka.”

Di saat anak-anak banyak terpengaruh dengan intoleransi, cuek, dan tidak mau peduli, tegas imam itu, “hidup bersama dan kekeluargaan di Indonesia perlu ditanamkan secara dini.” Apalagi pelajaran ‘kewargaan negara’ tidak ada saat ini dan pendidikan serta penghayatan Pancasila tidak segencar dulu.”

Kini, menurut imam itu, Gereja masih melihat Pancasila dan kebinekaan sebagai yang nomor satu. “Tidak bisa tidak, agar anak-anak kita tidak terkontaminasi dengan paham liberal, radikal dan intoleransi,” tegas imam itu seraya menambahkan bahwa untuk itulah tema Jamnas Sekami 2018 itu berbunyi “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan.”

Injil itu sendiri adalah Kabar Sukacita yang tidak bisa dipendam tapi harus dibagi, maka “Yesus, Sang Juru Selamat itu harus kita kabarkan dalam suasana sukacita dan hati gembira bukan dalam suasana bantahan dan keberatan,” tegas Pastor Sabinus.

Tema itu ditawarkan oleh KWI di masa liburan ini supaya anak-anak tidak asing dengan nilai-nilai Katolik dan nilai-nilai kebangsaan, karena tidak diajarkan lagi seperti jaman dulu, “dan supaya anak-anak tidak kehilangan makna hidup berbangsa dan bernegara.” Dan ternyata, seperti halnya dalam pra jambore di Keuskupan Agung Pontianak, “anak-anak remaja mudah memahaminya, karena penjelasan menggunakan bahasa yang mudah mereka tangkap.

Menanggapi keraguan anak-anak jaman now yang lebih berteman dengan teknologi moderen, imam itu menegaskan bahwa “justru ketika mereka gencar menghadapi serangan teknologi modern kita tawarkan nilai-nilai moral, karena kalau tidak demikian mereka tidak kuat sejak masa dini seperti sekarang.”

Sekarang adalah dunia orang muda dan remaja, “maka kita tetap membolehkan mereka menggunakan peralatan modern itu, sembari mengingatkan mereka untuk tetap punya kendali. Bibit kontrol diri harus ditanamkan sejak kecil, agar mereka nanti bijak memakai alat-alat itu.”

Pastor Sabinus berharap, anak Katolik, khususnya peserta Jamnas Sekami 2018, kini “memiliki rasa iman kekatolikan yang dalam, sekaligus merasa sungguh orang Katolik yang berbangsa dan bernegara bangsa sesuai semboyan Mgr Soegijaranata yakni 100 persen Katolik tetapi 100 persen juga  Indonesia, bukan orang Katolik yang terpisah dari Indonesia, tetapi orang Katolik yang memang orang Indonesia.”(paul c pati)

Artikel Terkait:

Pameran Sekami Manado tampilkan tari perang untuk dorong semangat mewartakan Injil

Peserta-Jamnas Sekami 2018 akan terus wartakan sukacita Injil dan mencintai kebinekaan

Animatris Sekami main sulap agar anak-anak kenal Yesus tapi menangis di meja makan

Peserta Jamnas Sekami 2018 didampingi malaikat penjaga dan pendamping rohani

Dialog uskup-peserta Jamnas Sekami ada tawaran sembako untuk ibadah di rumah ibadah lain

Mgr Agus minta anak remaja Sekami untuk kristis tapi percaya kepada mama papa dan teman

Pemerintah buka Jamnas Sekami ajaran tentang perdamaian penting di era globalisasi

Anak-anak remaja Sekami berdatangan ke Pontianak untuk berbagi sukacita dalam keragaman

Tinggalkan Pesan