Lomba Papua5

Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional 2017, Asrama Katolik Putri “Salus Populi” milik Keuskupan Timika yang dikelola oleh para Suster Ordo Santa Ursula (Ursulin) mengadakan lomba drama Kitab Suci dan membaca Kitab Suci pada Hari Kamis,  21 September 2017.

Selain berharap anak-anak lebih berkreativitas, Suster Benedicta (Edicta) Sulifan OSU, sebagai kepala asrama, berharap dengan  lomba drama dan baca Kitab Suci itu, anak-anak asrama putri Papua semakin menjadi dekat dengan Tuhan lewat Kitab Suci, bisa belajar kerjasama dan mengenal teman, saling menghargai teman, dan bisa lebih lancar dalam membaca.

Lomba Baca Kitab Suci itu dibagi dalam tiga kategori, yaitu Kategori A bagi anak putri yang bisa membaca dengan sangat lancar, kategori B untuk anak putri yang membaca agak lancar, dan kategori C, untuk anak putri yang kurang lancar.

Menurut Suster Edicta, alasan utama pembagian kelompok dalam tiga kategori ini adalah kualitas membaca anak asrama yang mayoritas asli Papua ini (Suku Kamoro, Amungme, Mee, Moni, Biak, Timor) tidak  sama.

“Mereka berasal dari latar belakang budaya, sosial ekonomi, pendidikan, keluarga berbeda-beda. Selain itu, anak putri yang kurang dalam Bahasa Indonesia bisa terpacu dan semangat dalam belajar lebih rajin dalam belajar,” kata Suster Edicta.

Sedangkan perlombaan drama Kitab Suci dibagi dalam enam kelompok. Masing-masing kelompok menampilkan drama yang berasal dari Kitab Suci. Ada yang menampilkan drama yang berkisah Lazarus, kelahiran Yesus, gadis-gadis yang bodoh dan bijaksana, perempuan Samaria yang baik hati, dan Yesus mengurapi perempuan yang berdosa.

Maxima Iyai, anak asrama yang berasal dari Suku Mee, Paniai, mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa perlombaan drama dan baca Kitab Suci itu “membuat saya menjadi semakin lebih berani tampil di depan umum (kepercayaan diri) dan belajar mewartakan Sabda Tuhan.”

Sedangkan Salomena Epera dari Suku Kamoro menyatakan dia menjadi lebih baik dan lebih tahu segala sesuatu. “Aku ingin belajar dari saya tidak tahu menjadi lebih tahu,” katanya.

Seluruh juri dalam acara yang berlangsung dari pagi sampai siang hari adalah para calon imam dari Keuskupan Timika yang asli Papua yakni Diakon Yance, Diakon Yosi, Diakon Ibra, dan Frater Frans.(Vincent Budi)

 Lomba Papua

Lomba Papua2

Lomba Papua1Lomba Papua4

Tinggalkan Pesan