pictures-of-jesus-with-a-child-1127679-wallpaper

PEKAN PASKAH VI (P)

Santo Agustinus dari Centerbury; Santo Yulius

Bacaan I: Kis. 18:23-28

Mazmur: 47:2-3.8-9.10; R:8a

Bacaan Injil: Yoh. 16:23b-28

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

Renungan

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, sebuah pepatah yang tetap mempunyai makna mendalam untuk kehidupan hingga saat ini. Sebuah pekerjaan berat akan terasa ringan kalau dikerjakan secara bersama. Sebaliknya, akan terasa berat kalau dilakukan seorang diri. Makna bernas di balik pepatah ini adalah betapa indahnya hidup bersama, bahu membahu saling membantu. Hakikat hidup seharusnya seperti itu. Tidak ada orang hidup seperti sebuah pulau (No man is an island), yang kokoh berdiri sendiri, tetap bermanfaat di dalam dirinya sendiri. Hidup manusia tidak demikian, hanya akan berarti di dalam kebersamaan dengan orang lain.

Hal serupa dialami oleh Apolos dan teman-teman dalam tugas mewartakan Yesus yang mereka imani di tengah bangsa-bangsa. Ketika dia berada di Efesus, beberapa jemaat di sana membawanya ke rumah, melengkapi pengetahuannya tentang Yesus yang terus diwartakan,

”….mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah” (Yoh. 18:26). Apolos meneruskan perjalanan ke kota Akhaya untuk menjumpai saudara-saudara di sana. Maka, saudara-saudara di Efesus mengirimkan surat kepada murid di situ supaya menjemput dan menerima Apolos di sana. Mereka kuat karena mereka bersatu dan selalu bersama dalam menjalankan tugas pewartaan. Bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh, mungkin prinsip yang perlu selalu mengisi kesadaran Gereja zaman ini agar karya pewartaan bisa menjangkau banyak hati dan banyak bangsa.

Tuhan Yesus, rajutlah di dalam diriku kesadaran akan betapa pentingnya menjalin kebersamaan dalam hidup imanku. Kalahkanlah beragam sikap yang membuat kebersamaan itu redup dalam hidupku. Amin.

Tinggalkan Pesan