yesus-mengutus-murid-murid-pergi-berdua-dua

PEKAN BIASA XIV (H)
Pesta Santo Tomas, Rasul
Santo Helidorus; Santo Horst/Horestes

Bacaan I: Yes. 66:10-14c

Mazmur: 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20; R:1

Bacaan II: Gal. 6:14-18

Bacaan Injil: Luk. 10:1-12.17-20 (singkat: 10:1-9)

Sekali peristiwa Tuhan me­nunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: ”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

Renungan

Yesus mengutus ketujuh puluh murid-Nya berdua-dua. Mereka mewartakan damai sejahtera ke setiap rumah yang dimasuki. Walau tidak semua orang menerima, mereka berhasil menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Mereka gembira dan bangga, sebab mereka berhasil menaklukkan setan-setan.

Hal yang sama terjadi pada kita. Ketika berhasil melakukan sesuatu yang hebat, kita bersukacita dan bangga. Kadang hal itu membuat kita sombong. Gelar sarjana, menjadi kaya, sukses dalam karier, bisa membuat kita lupa Tuhan. Kita diajak hari ini untuk mengatasi kecenderungan itu. Kita perlu melihat ke dalam: Kesuksesan adalah campur tangan Tuhan juga.

Supaya tidak jatuh dalam kesombongan diri, kita harus menyangkal diri, berserah pada-Nya, dan mengakui kebesaran-Nya. Jika demikian, nama kita ”tercatat di surga”. Sebab kita mewartakan karya agung Tuhan, bukan diri sendiri. Jika kita rendah hati, Tuhan ”akan mengalirkan keselamatan-Nya seperti sungai dan seperti batang air yang membanjir” (Yes. 66:12). Dan damai Kristus akan diam di dalam hati kita.

Ya Tuhan, berilah aku damai sejahtera. Semoga aku tidak sombong dan dapat mengagungkan Dikau lewat diriku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan