jesus-heal-boy-1

PEKAN BIASA VII (P)
Santo Ubaldus; Santo Yohanes Neponuk;
Santo Simon Stock; Santo Andreas Bobola;
Santo Yulianus Demoustier; Gemma Galgani

Bacaan I: Yak. 3:13-18

Mazmur: 19:8.9.10.15; R:9a

Bacaan Injil: Mrk. 9:14-29

Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain. Mereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Kata seorang dari orang banyak itu: ”Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Maka kata Yesus kepada mereka: ”Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: ”Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: ”Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: ”Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: ”Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: ”Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

Renungan

Setelah mengalami peristiwa transfigurasi, Yesus menuruni gunung guna melanjutkan perjalanan ke Yerusalem untuk menderita. Di lereng gunung Yesus dihadapkan dengan sebuah persoalan. Seorang bapa membawa anaknya yang menderita penyakit epilepsi kepada-Nya untuk disembuhkan. Bapa itu coba meminta para murid Yesus untuk menyembuhkan anak itu, tetapi mereka tidak mampu menyembuhkannya. Atas dasar ketidakmampuan para murid, orang itu menyampaikan kepada Yesus: ”Jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah dan kasihanilah kami.” Dengan cara meminta seperti itu, dia sepertinya kurang yakin bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya.

Kita bisa membayangkan suasana hati Yesus. Dia sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk menderita. Sementara itu murid-murid-Nya dianggap rendah oleh orang banyak karena tidak mampu menolong anak yang sakit itu. Kemudian ayah anak yang sakit tidak terlalu yakin bahwa Yesus dapat menyembuhkan anak itu. Dengan semua pengalaman itu Yesus tentu kecewa. Meski begitu, Yesus tetap menyembuhkan anak itu. Dalam berbuat baik terkadang kita mesti menundukkan ego kita supaya bisa membantu orang yang mungkin tidak menyenangkan atau malah menyakiti kita.

Tuhan, bantulah aku untuk mengalahkan ego-ku agar bisa membantu orang lain yang tidak sepaham dengan aku. Amin.

Tinggalkan Pesan