Pastor Anes (2)

Pemandangan berbeda terjadi saat Pastor Johanes M Wemay MSC ditahbiskan imam oleh Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC di Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Ambon 4 Februari 2016. Saat itu, tiga diakon ditahbiskan imam, namun beberapa keluarga beragama Protestan dan Islam, bahkan pendeta dan imam masjid, hadir sejak awal hingga selesai. Ayah dari Pastor Johanes Wemay pun mendapat dispensasi dari Mgr Mandagi untuk menerima Tubuh Kristus.

Setelah pentahbisan, Pastor Anes, demikian panggilan akrab imam itu, membuat Misa Perdana di Kairatu, Seram bagian barat. Di sana, maroritas keluarganya beragama Protestan. Akan tetapi, dengan penuh syukur dia disambut dan diarak oleh umat Protestan dan umat Islam. Di sana juga imam baru itu memberkati Gereja Katolik, Gereja Protestan dan Masjid.

Dalam rangkaian Misa Perdana di Tanah Kei, titik awal karya para Misionaris Hati Kudus Yesus di Indonesia dan juga kampung halaman ibunya, Pastor Anes Wemay MSC disambut di Desa Ngadi, Tual. Di sana Pastor Anes berlutut di tengah beberapa haji dan haja, dan pastor-pastor lainnya. Mereka memberkati dan mendoakan agar panggilan imamatnya berjalan sampai pada akhir, sebuah simbol kerukunan masyarakat Kei “Ain Ni Ain” yang berarti saling memiliki, meskipun berbeda.

Dalam khotbahnya Pastor Anes menegaskan bahwa dia lahir dari keluarga yang didalamnya terdapat perbedaan agama, tetapi mereka tidak menjadikan perbedaan itu sebagai suatu masalah. “Saya yakin bahwa iman yang saya dan ibunda saya pilih dapat menjadi jalan untuk kami masuk surga, begitu pun iman yang ayahanda dan ketiga saudara saya serta semua keluarga dan umat pilih menjadi jaminan mereka untuk masuk surga, maka mereka semua akan masuk surga, sebab sebenarnya imanlah yang menyelamatkan kita.”

Pastor Johanes M Wemay MSC mengawali panggilannya dengan masuk Seminari Santo Yudas Tadheus Langgur, kemudian KPA di Seminari Xaverianum Ambon. Studi Filsafatnya diambil di Novisiat MSC Sananta Sela Karanganyar, Jawa Tengah, dan teologi Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng.

Ketika menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Mindiptana, sekitar 500 km dari Merauke, bersama pastor-paroki dan suster-suster dia melayani sebuah desa di pedalaman. Suatu pagi, setelah Misa, cerita imam itu, mereka melaksanakan pengobatan masyarakat setempat. Ketika menerima obat-obatan yang dibawa oleh pastor dan suster, umat mengatakan “Mama suster, mama suster punya obat, boleh baru kasih saja sudah sembuh, tidak sama dengan bapa dokter punya, kami minum tapi tidak ada perubahan.” Padahal obat itu obat dari dokter yang mereka tolak.

Pastor Anes, yang menjalani masa diakon di daerah pedalaman di Pulau Buru Selatan, Maluku, lalu mengambil kesimpulan, karena iman kita diselamatkan dan bahwa masyarakat masih membutuhkan pastor.(Ferry Leonard Ngamel)

Pastor Anes (1)

Pastor Anes (5)

Pastor Anes

 

5 KOMENTAR

  1. Hidup itu harus damai walau berbeda, karena manusia di dunia berasal dari satu moyang yaitu : Adam dan Hawa.
    kita beragamapun bertolak dari ajaran dan keyakinan ( Iman) Abraham, Isak dan Yakub.
    Itu berarti bahwa semua adalah saudara ; percaya kepada TUHAN (ALLAH) yang sama, lalu kenapa harus bermusuhan !?
    Sesungguhnya bukan karena agama dan keaktifan kita menjalankan aturan agama yang menyelamatkan kita, tetapi sebesar apa IMAN kita kepada Sang Khalik lah yang membuat kita diselamatkan untuk mewarisi surga yang mulia.
    Salam Sejahtera buat semua.

  2. Bhinneka Tunggal Ika… Smg senantiasa rukun dan damai NKRI tercinta… Tuhan lindungi dan letakkanlah kami umatMu sesuai Jalan dan RencanaMu… Amin …

  3. Itu memanglah tdk salah. N sangat baik.. krna kita bisa saling mengasih satu dgn yg lain. N itu yg Tuhan Yesus mau dlm hidup kita.
    Dan untuk masuk Surga haxlah orng yg percya kepada Yesus Kristus.
    Iman yg menyelamatkan bkn Agama, itu sangat betul. Tp apakah smua iman itu menyelamatkan?
    Contoh: Aku pengikut Yesus Kristus, dan prcya Kalau Yesuslah Juruslamat umat manusia, dan DIAlah ALLAH orng Kristen. Jd itulah Imanq,
    Dan saya yakini itu.
    Nah..
    Sdngkan orng Islam, Hindu, Budha, tdk prcya kpda Yesus Kristus bahwa DIAlah Tuhan. Brti iman kita berbeda kan.
    Jd bagaimana bisa bpk mengatakan bhwa kita smua akan masuk Surga, dengan iman dan kepercyaan yg berbeda2.
    Hax dgn Menerima Baptisan selam sbagai tanda pertobatan dan percaya Kepda Yesus Kristus sebagai Juruslamat, Dan menerima pencurahan Roh Kudus, Dan melakukan Firman Tuhan dlm kehidupan kita Ini serta masih lagi yg bekenan di Mata Tuhan yang hrus kita lakukan baru bisa masuk dlm KERAJAAN SURGA bersama dengan YESUS KRISTUS.

    amin.
    Salam Damai..
    Syalom
    Tuhan Yesus memberkati.

  4. damai itu bukan tidak perang
    damai itu saling menghormati
    saling menerima perbedaan
    saling melengkapi
    damai itu…
    hati, cinta dan kasih
    damai itu milik siapa saja yang damai…

Tinggalkan Pesan