DSCN4103

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengatakan bahwa lima puluh tahun usia paroki merupakan usia yang sudah matang dan melalui perjalanan yang sangat panjang Allah mengutus orang-orang yang baik untuk mengabdi dan bekerja dengan tulus ikhlas di Paroki Santo Kristoforus Grogol, Jakarta.

Mgr Ignatius menyampaikan kesan itu dalam pesan yang direkam khusus dan diperdengarkan Misa HUT ke-50 Paroki Santo Kristoforus Grogol, tanggal 16 Agustus 2014, karena di saat yang sama Mgr Suharyo berada di Korea bersama uskup-uskup Asia lainnya untuk bertemu Paus Fransiskus dalam rangka Asian Youth Day (AYD) ke-6 yang dilaksanakan di negara itu.

Tuhan memang mengirimkan orang-orang yang bekerja dengan tulus ikhlas untuk membangun paroki itu hingga saat ini dan mereka patut didoakan dalam rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan, kata Mgr Suharyo. Namun, keberadaan sebuah paroki, lanjut Uskup Agung Jakarta itu, tidak dilepaspisahkan dengan pihak pemerintah dan masyarakat  sekitar.

Oleh karena itu, Mgr Suharyo meminta umat Katolik untuk selalu bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjalin persaudaraan yang semakin akrab. “Umat Katolik diharapkan ‘menyeberangkan’ Kristus di tempat yang lain, di mana orang-orang lain akan merasa lebih bersaudara. Intinya umat Katolik diharapkan terlibat dalam membantu orang-orang yang kurang beruntung.”

Umat Paroki Kristoforus, lanjut Mgr Suharyo, harus bersedia berkurban dan memberikan perhatian terhadap warga yang kurang mampu, sehingga mendapatkan suasana yang hidup, yang semakin bersaudara, lebih damai dan sejahtera. Dengan demikian, “situasi kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat benar-benar terwujud di tengah masyarakat,” kata Mgr Suharyo.

Sekitar 2000 umat mendengarkan pesan uskup agung itu lewat video yang diputar saat ritus pembuka Misa Pesta Emas yang dipimpin Vikjen KAJ Pastor Samuel Pangestu Pr yang didampingi Kepala Paroki Santo Kristoforus Pastor Heru Jati Wahyono MSC, Wakil Provinsial MSC Pastor Albert Jamela MSC, Superior Daerah Jakarta dan Kalimantan Pastor Andreas Gunawan MSC, dan 13 imam lain yang pernah menjadi kepala dan pastor rekan paroki itu.

Dalam homili Misa bertema “Kekal Abadi Kasih Setia-Nya” itu, Pastor Pangestu mengatakan bahwa Allah telah mengutus orang-orang luar biasa yang menjadikan paroki itu kini memiliki 12.000 lebih umat. “Saya berharap umat menjauhi perbedaan antara umat dengan imam atau dengan ordo tertentu, dan selalu bekerja sama dalam melakukan kebaikan bersama,” pinta imam itu.

Menurut Pastor Heru Jati, paroki yang dipimpinnya semakin bertumbuh, berkembang, dan menyatu dengan masyarakat. “Mewujudkan iman artinya bersaudara dan berbela rasa,” kata imam itu seraya meyakini bahwa jika umat hidup saling memperhatikan Tuhan pasti akan mendampingi.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Paroki Kristoforus, Cosmas Christanmas, mengangkat tiga tantangan yang sedang dihadapi umat paroki itu yakni keberagaman etnis umat, banjir yang setiap tahun mengepung gereja, dan pendampingan Orang Muda Katolik (OMK) yang belum optimal.

Ketua panitia Katharina Joewono menjelaskan bahwa pesta itu juga diisi berbagai kegiatan antara lain seminar, talk show dengan beragam tema, pemberian makanan bagi umat Muslim di saat bulan puasa, dan Pesta Rakyat dalam rangka HUT Kemerdekaan yang dilengkapi berbagai lomba tradisional termasuk di lapangan masjid yang berdekatan dengan gereja itu. (Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan