DSCN1851

Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak seluruh pasangan suami-isteri (pasutri) yang tergabung dalam Couple for Christ di seluruh Indonesia untuk selalu mengalami perubahan hidup iman yang positif dan lebih baik.

“Pengalaman hidup setiap manusia pasti berbeda-beda. Kendati ada pengalaman tertentu persis sama, namun yang  terpenting adalah bahwa semua pengalaman iman itu dijadikan acuan untuk lebih memperbaiki hidupnya,” kata Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung Pr dalam Misa di Lantai V Aula Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, 15 September 2013.

Misa itu dirayakan dalam rangka HUT ke-23 Couple For Christ (CFC) Indonesia. Sekitar 500 anggota CFC dari Keuskupan Agung Jakarta, dan Larantuka, Yogyakarta, serta Pulau Timor, Kalimantan dan Sumatera hadir dalam Misa itu.

Mgr Kopong Kung bercerita bahwa Santo Paulus, yang semula bernama Saulus, memiliki pengalaman mengejar, menganiaya, bahkan membunuh pengikut Yesus. “Namun dari pengalaman tersebut, ia mengalami perjumpaan dengan Allah, sehingga sungguh-sungguh mengubah jalan hidupnya,” kata uskup.

Allah itu maha baik, lemah  lembut, dan penuh pengampunan. Oleh karena itu, lanjut Mgr Kopong Kung, “anggota CFC perlu meneladani Paulus yang mengalami pertobatan dan menjadi pewarta kabar gembira, paling rajin, tekun dan tiada kenal putus asa.”

Semangat hidup Paulus juga diharapkan uskup itu untuk menjadi teladan para anggota CFC  yakni semangat hidup dalam doa karena dengan hidup dalam doa semua yang semula tidak mungkin menjadi mungkin. Mengandalkan hidup dalam doa, tegus Mgr Kupong Kung, diperlukan untuk menjadi pewarta. “Mengandalkan Tuhan dalam karya pewartaan merupakan suatu yang mutlak,” kata uskup.

Nabi Musa, yang sangat dekat  dengan Tuhan dan menerima wahyu Sepuluh Perintah Allah demi kebaikan manusia, saat ziarahnya di gunung Sinai, juga diangkat Mgr Kopong Kung dalam Misa itu, seraya memohon agar pasutri semakin menghayati bahwa hidup berkeluarga merupakan panggilan  untuk mewartakan karya keselamatan Allah, dan agar seluruh CFC menjadi “Musa-Musa baru zaman sekarang.”

Ketua Nasional CFC, Alex Gosyanto, berharap agar dengan semakin bertambah usia CFC, seluruh anggota diharapkan selalu mendorong serta memberikan semangat kepada seluruh anggota sehingga CFC di seluruh wilayah keuskupan di Indonesia berkembang.

Dengan jumlah aktif sekitar 6000 orang di seluruh Indonesia wadah ini bisa memberikan pengaruh yang lebih luas dalam segala bidang pelayanan, katanya. “Terlebih dalam hal memberikan kabar baik kepada semua orang tentang Yesus, Sang Juru Selamat umat manusia.”***