Melampaui Zamannya: Guglielmo Marconi, Paus Pius XI, dan Cikal Bakal Ponsel Pertama di Vatikan

VATIKAN, Pena Katolik — Guglielmo Marconi, insinyur asal Italia peraih Hadiah Nobel Fisika tahun 1909, selama ini dikenal luas sebagai penemu radio. Namun, berbagai bukti sejarah menunjukkan bahwa ia juga merupakan sosok di balik cikal bakal telepon seluler (mobile phone)—sebuah gelar yang saat ini diklaim oleh Bell Laboratories.

Meski perangkat ciptaannya belum bisa mengirim pesan teks ataupun menjalankan aplikasi pada layar sentuh, teknologi tersebut sudah cukup canggih untuk diuji coba langsung oleh Paus Pius XI pada dekade 1930-an.

Berdasarkan temuan di Arsip Marconi di Chelmsford, Inggris, pakar sejarah Livio Spinelli mengungkapkan bahwa Marconi telah merancang sebuah perangkat yang terdiri dari antena portabel, generator gelombang mikro (microwave generator), dan pemancar radio. Komponen-komponen ini sangat mirip dengan struktur dasar telepon seluler modern. Dalam catatannya, Marconi sendiri menyebut alat tersebut sebagai prototipe ” telepon portabel” yang memanfaatkan gelombang mikro pendek dan sangat pendek (short and ultra-short microwaves).

Dicoba Paus

Salah satu pengujian penting teknologi ini dilakukan pada tahun 1932 melalui pemasangan telepon radio gelombang pendek untuk menghubungkan komunikasi antara Kota Vatikan dan kediaman musim panas Paus di Castel Gandolfo yang berjarak sekitar 30 kilometer. Peristiwa ini terjadi hanya setahun setelah peresmian Radio Vatikan pada 1931—proyek besar lain yang juga dipelopori oleh Marconi.

Pengembangan teknologi mutakhir di lingkungan Takhta Suci ini tidak lepas dari peran Paus Pius XI, pemimpin Gereja Katolik yang dikenal memiliki visi modernisasi yang kuat. Selain meresmikan Radio Vatikan dan memanfaatkannya untuk pelayanan pastoral, Paus Pius XI juga mendirikan Observatorium Vatikan, Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan (Pontifical Academy of Sciences), serta memoderisasi Perpustakaan Vatikan.

Meskipun Paus Pius XI dan Marconi memiliki keselarasan visi dalam berinovasi di bidang teknologi, keduanya berada di kutub yang berseberangan secara politik. Marconi diketahui mendukung kebijakan rezim Benito Mussolini. Sebaliknya, Paus Pius XI merupakan tokoh tegas yang menentang sistem totalitarian abad ke-20 melalui tiga ensiklik utamanya: Non abbiamo bisogno (berisi penolakan Fasisme Italia), Mit brennender Sorge (mengecam Nazisme Jerman), dan Divini Redemptoris (menolak Komunisme ateis).

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini