Soroti Krisis Demokrasi dan Lingkungan, Mgr. Budi Kleden Uraikan Poin Nota Pastoral KWI 2026

MAUMERE, Pena Katolik — Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, menyampaikan orasi kunci yang menguraikan poin-poin penting Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2026 bertajuk “Jalan Harapan di Tengah Dinamika Bangsa: Gereja Berjalan Bersama Merawat Kehadiran Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan di Indonesia”.

Dalam orasinya pada Konferensi Republik di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Mgr. Budi Kleden menegaskan penolakan para uskup se-Indonesia terhadap kecenderungan otoritarianisme, militerisme, dan sentralisasi kekuasaan. Ia menyoroti krisis multidimensi bangsa, mulai dari kemunduran kualitas demokrasi, pelebaran ketimpangan ekonomi, kerusakan lingkungan—termasuk penolakan proyek geotermal yang merusak ruang hidup masyarakat lokal—hingga isu HAM di Papua dan maraknya perdagangan orang (human trafficking).

Beliau menegaskan bahwa kritik Gereja atas kerusakan alam dan penegakan hukum bukanlah bentuk kurangnya pekerjaan, melainkan wujud nyata cinta terhadap bangsa yang membutuhkan seruan moral kritis.

Menutup orasinya, Mgr. Budi Kleden mengutip puisi “Manusia Utama” karya Sutan Takdir Alisjahbana dan pesan Santo Agustinus. Ia mengajak masyarakat keluar dari “kepompong gelap” ketakutan dan kepasifan untuk menjadi agen perubahan bagi masa depan demokrasi serta keadilan sosial di Indonesia.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini