Paus berdoa bersama para pemimpin agama Irak

Allah Yang Mahakuasa, Pencipta kami, Engkau mencintai keluarga manusia kami dan setiap karya tangan-Mu: Sebagai anak-anak Abraham, umat Yahudi, umat Kristen dan umat Muslim, bersama dengan umat beriman lainnya dan semua orang berkehendak baik, kami berterima kasih karena telah memberi kami Abraham, putra terhormat dari negara yang mulia dan tercinta ini, untuk menjadi bapa kami bersama dalam iman.

Itulah petikan doa yang dipanjatkan bersama umat Muslim, Yahudi, perwakilan Gereja-Gereja Kristen Irak, dan anggota-anggota agama minoritas Irak, termasuk Yazidi dan Saba, yang bersama-sama memohon kepada Tuhan untuk perdamaian, rekonsiliasi dan kekuatan untuk membangun kembali bangsa yang telah diporak-porandakan oleh konflik.

Paus Fransiskus datang untuk doa bersama di Ur pada hari kedua kunjungan apostoliknya ke Irak, 6 Maret 2021. Di kota kuno itu, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, Paus mengadakan pertemuan antaragama di suatu tempat sederhana yang terbuat dari tenda dan tirai putih untuk melindungi peserta dari matahari, yang dipasang di sebelah rumah Abraham, dengan latar latar belakang sisa-sisa kuil Sumeria berusia 4.000 tahun, kompleks perumahan, dan istana yang dikenal sebagai Ziggurat Agung Ur.

Doa bersama di atas disampaikan setelah pertemuan para pemimpin agama itu. Isi lengkap doa itu:

Allah Yang Mahakuasa, Pencipta kami, Engkau mencintai keluarga manusia kami dan setiap karya tangan-Mu:

Sebagai anak-anak Abraham, umat Yahudi, umat Kristen dan umat Muslim, bersama umat beriman lain dan semua orang berkehendak baik, kami berterima kasih karena telah memberi kami Abraham, putra terhormat dari negara yang mulia dan tercinta ini, untuk menjadi bapa kami bersama dalam iman.

Kami berterima kasih atas teladannya sebagai orang beriman, yang sangat menaati-Mu, meninggalkan keluarganya, sukunya dan tanah kelahirannya, dan berangkat ke tanah yang dia tidak tahu.

Kami juga berterima kasih atas teladan keberanian, keuletan, kekuatan semangat, kemurahan hati, dan keramahan yang diberikan oleh bapa kami bersama dalam iman.

Kami berterima kasih secara khusus atas iman heroik yang ditunjukkan oleh kesediaannya bahkan untuk mengorbankan putranya karena ketaatan pada perintah-Mu. Kami tahu, ini adalah ujian yang sangat keras, namun dia muncul sebagai pemenang ujian itu, karena dia sungguh percaya akan Dikau, yang penuh belas kasih dan selalu memberi kemungkinan untuk mulai lagi.

Kami berterima kasih kepada-Mu karena dengan memberkati bapa kami Abraham, Engkau menjadikannya berkat bagi semua orang.

Kami mohon kepada-Mu, Allah dari bapa kami Abraham dan Allah kami, untuk memberi kami iman yang kuat, iman berlimpah dalam karya-karya yang baik, iman yang membuka hati kami kepada-Mu dan kepada semua saudara dan saudari kami;  dan memberi harapan tak terbatas yang dalam setiap situasi mampu mencermati  kesetiaan-Mu pada janji-janji-Mu

Jadikanlah setiap kami saksi tentang kepedulian-Mu yang penuh kasih bagi semua orang, khususnya para pengungsi dan orang terlantar, para janda dan yatim piatu, orang miskin dan orang lemah.

Bukalah hati kami untuk saling memaafkan dan dengan cara ini jadikanlah kami alat-alat rekonsiliasi, pembangun masyarakat yang lebih adil dan lebih bersaudara.

Sambutlah ke dalam tempat tinggal-Mu yang damai dan terang, semua orang yang telah meninggal, terutama para korban kekerasan dan perang.

Bantulah para pihak berwajib dalam upaya mencari dan menemukan para korban penculikan dan secara khusus melindungi para perempuan dan anak-anak.

Bantulah kami merawat bumi, rumah kita bersama, yang telah Engkau berikan kepada kami semua dalam kebaikan dan kemurahan hati-Mu.

Bimbinglah tangan-tangan kami dalam usaha membangun kembali negara ini, dan berikan kami kekuatan yang dibutuhkan untuk membantu orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah dan tanah mereka, dan bantulah mereka untuk bisa kembali dengan aman dan bermartabat, dan untuk memulai kehidupan yang baru, tenang dan sejahtera. Amin.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus tekankan persaudaraan dalam pertemuan dengan Ayatollah Agung Irak

Paus di Katedral Bagdad: Tuhan beri kita vaksin efektif untuk lawab virus keputusasaan

Paus desak otoritas Irak bangun kembali masyarakat di atas solidaritas persaudaraan

Paus terbang dengan pesawat kepausan untuk melakukan perjalanan apostolik ke Irak

Paus akan ke Irak sebagai peziarah perdamaian demi persaudaraan dan rekonsiliasi

Vatican Media
Vatican Media
Doa bersama Anak Anak Abraham 2
Vatican Media
Doa bersama Anak Anak Abraham 4
Situs tempat doa bersama anak-anak Abraham (Vatican Media)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

1 komentar

  1. PAUS menauladani Yesus Kristus dan mengingatkan kita bahwa awal mula kita ini adalah satu kemudian dengan berganti masa zaman keberadapam kita dipisahkan oleh ruang dan waktu bahkan menjadi berkotak kotak dengan dalih dan ilmu yang berkembang dari masa kemasa terjadilah perbedaan tapsir yang bias serta fanatik sehingga menjadikan setiap insan manusia saling bersinggungan dan mengarah pada porak poranda akibat kekerasan dalam peperangan. Paus mengajak semua umat beragama dan anak bangsa untuk marilah Kembali dengan Aman dan Bermartabat Memulai Hidup Baru yang Tenang dan Sejahtera sungguh mulianya hati Engkau yang mempercayai bahwa Yesus Sang Juru Selamat. Amin

Tinggalkan Pesan