Pastor Filemon Dela Cruz OP  (PEN@ Katolik/pcp)
Pastor Filemon Dela Cruz OP (PEN@ Katolik/soni)

Pastor Filemon Dela Cruz terpilih sebagai provinsial Ordo Pewarta atau Ordo Dominikan Provinsi Filipina, termasuk Indonesia. Pemilihan imam, yang hari ini, 19 Januari, berusia 57 tahun, itu terjadi pada Kapitel Provinsi ke-12 di Nasugbu, Batangas, hari Minggu, 17 Januari.

Menurut Facebook CBCP News, Pastor Gerard Francisco Timoner OP, master jenderal ordo religius sedunia yang didirikan oleh Santo Dominikus de Guzman, mengonfirmasi pemilihan imam itu di hari yang sama. Dengan penerimaan itu, Pastor Filemon Dela Cruz akan memimpin komunitas Dominikan selama empat tahun ke depan. Dia menggantikan Pastor Napoleon Sipalay, yang mengakhiri masa jabatan setelah menjabat sejak Oktober 2016.

Sebagai provinsial, Pastor Filemon Dela Cruz juga akan menjabat Ketua Dewan Pengurus Universitas Santo Tomas (UST). Pastor yang lahir di Manila itu memasuki pra-novisiat Dominikan tahun 1980 dan menerima jubah Ordo Pewarta tahun 1983. Ia mengucapkan kaul pertama tahun 1984 dan kaul kekal tahun 1987. Pastor Dela Cruz mengikuti studi filsafat di Pusat Studi Kelembagaan Dominikan Filipina, dan teologi di UST.

Pastor Dela Cruz ditahbiskan imam bulan Oktober 1992 oleh mendiang Uskup Camilo Gregorio, yang saat itu uskup Keuskupan Bacolod. Tahun 2006, imam itu menyelesaikan gelar masternya di bidang teologi dari UST, lanjut tulisan di Facebook itu.

Sebelumnya imam itu pernah bertugas sebagai Magister Mahasiswa (1992-1996), Master Novis (1996-2000), Promotor Persaudaraan Imam Dominikan (2012-2014), anggota Dewan Provinsi (2012-2016), dan Socius Provinsi (2014-2016).

Imam itu juga bertugas di banyak pelayanan di UST dari 2001 hingga 2017 dan pernah jadi pemimpin komunitas Rumah Santo Tomas di Surabaya, Indonesia (2017-2020). Sebelum terpilih, imam itu baru ditugaskan menjadi imam di House of Saint Lorenzo Ruiz and Companion Martyrs di Navotas City.

Dalam wawancara dengan PEN@ Katolik di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, saat imam itu menjadi salah satu pembicara dalam Retret Nasional Persaudaraan Dominikan Awam (PDA) Indonesia, 6-8 September 2019, yang juga dihadiri beberapa suster dan imam Dominikan, Pastor Filemon Dela Cruz kaget melihat Keluarga Dominikan yang besar di Indonesia.

“Bukan hanya soal jumlahnya tetapi sungguh merupakan sebuah keluarga yang dinamis. Bahkan ini belum lengkap. Banyak awam, pastor dan suster tidak hadir. Namun dengan jumlah sekitar 150 ini, kita melihat, kalau keluarga Dominikan berkumpul, selalu ada sukacita,” kata imam itu.

Oleh karena itu, imam itu menegaskan, “meski berada jauh dari Filipina, di sini saya seperti berada di negara sendiri. Begitu selalu pengalaman saya di mana-mana. Bukan tempatnya tetapi kebersamaan saudara-saudari Dominikan yang membuat saya merasa seperti di negara sendiri. Saya merasa penuh suka cita.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Semangat Dominikan awam tak akan mati kalau setia pada karisma Ordo dan panggilan mereka

Awalnya Rosario tak begitu menarik saya, tapi kini ke mana pun saya bawa Rosario panjang

Band Dominikan mengadakan konser ucapan syukur untuk peringatan 20 tahun

Pertama dalam Ordo Dominikan penerimaan gelar dan jubah frater OP terjadi di Indonesia

Kaul sementara butuh komitmen waktu pengorbanan yang sama dengan kaul kekal

Tinggalkan Pesan