Kadang-kadang, kita suka menghakimi orang lain dengan cepat tanpa memahami dan mengerti apa yang sedang terjadi. Kita lebih suka mengunakan cara pikir kita dalam melihat situasi tetapi jarang mau mendengar dan memberikan kesempatan orang lain berbicara. Terkadang kita merasa kita paling tahu dan paling mengerti, maka kita mampu mengatakan banyak hal, tetapi sebenarnya kita belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan fakta-fakta yang ada.

Orang Farisi lebih suka menghujat dan menghakimi orang-orang yang tidak berbuat sesuai hukum dan aturan yang ada. Mereka merasa diri paling benar dan paling tahu aturan dan hukum, tetapi mereka lupa akan situasi apa yang sedang dihadapi. Ketika orang jatuh pada aturan dan hukum semata mereka lupa akan sisi kemanusiaan yang terkadang lebih penting dibanding hal yang lain. Dalam bacaan Injil Markus 2:23-38, contohnya. Ketika orang lapar dan tidak memiliki makanan, mereka menghakimi orang yang mencari makan pada hari Sabat sebagai orang yang tidak taat. Tetapi, kalau kita melihat sisi kemanusiaan, kita akan membantu dan memberikan yang terbaik kepada orang yang membutuhkan.

Sahabat, mari kita mohon rahmat Allah agar jangan kita jatuh pada fanatisme seperti itu. Ya, memang kita butuh aturan dan hukum, tetapi kedua hal ini sebenarnya membuat kita harus menjadi bebas dan bertanggung jawab bukan malah kita menjadi gila pada hukum sehingga kita melupakan orang-orang yang membutuhkan. Sama seperti kata Yesus, aturan dan hukum ada untuk membantu kita menjadi orang yang lebih baik bukan menjadi orang yang sombong dan fanatik.(FRAY.EL.OP)

 

Tinggalkan Pesan