Tempat Ziarah Maria Medjugorje
Tempat Ziarah Maria Medjugorje

Tahun ini, dunia terbalik oleh pandemi virus corona, yang terus menyebar tanpa henti. Namun, pembatasan bahkan lockdown di banyak negara tidak menghentikan ziarah, meskipun secara virtual. Untuk pertama kalinya, organisasi amal kasih pemberian makan untuk sekolah sedunia Mary’s Meals (Santapan Maria) menyelenggarakan ziarah keluarga virtual, Jumat 13 November hingga Minggu 15 November.

Sejak 2017, anggota amal kasih itu berkumpul untuk berefleksi, berdoa, dan bersyukur di Tempat Ziarah Maria di Medjugorje, Bosnia-Herzegovina, tempat amal kasih itu berakar. Meskipun program itu akan dilakukan secara virtual, namun peserta dari seluruh dunia akan ikut bersama untuk berdoa Rosario dalam berbagai bahasa.

“Agak sulit, sangat menyedihkan saat kami tahu tidak bisa melakukannya [ziarah] tahun ini secara fisik; dan istri saya Julie mulai berkata, ‘Mengapa kita tidak secara online saja?’” kata Magnus MacFarlane-Barrow, Pendiri dan CEO Mary’s Meals.

“Awalnya aku pikir itu ide cukup gila; Aku tidak bisa bayangkan ziarah tanpa perjalanan secara fisik ke suatu tempat, dan kemudian aku pikirkan, dalam situasi yang kita semua alami ini, ‘Mengapa tidak?’”

Kemudian dia mengatakan, yang paling mereka sukai saat ini adalah Rosario Global, yang akan didaraskan oleh anak-anak dari Afrika dan India, termasuk peranserta dari Roma, Polandia, Myanmar dan Haiti. Juga dikatakan akan ada dua bahasa yang mewakili dua kelompok etnis di Sudan Selatan yang memiliki sejarah konflik. “Mereka akan mendaraskan Rosario bersama untuk perdamaian,” katanya.

CEO itu mencatat, “Para Suster Putri Kasih yang merupakan mitra di Tigray, Ethiopia, mengingatkan hari ulang tahun mereka yang ke-10 terjadi tepat sebelum pertempuran meletus di Tigray selama beberapa hari terakhir, dan mereka semakin pedih berdoa untuk perdamaian.”

Dalam ziarah akhir pekan ini ada kesempatan untuk menghadiri Misa Kudus dan mengikuti Doa Ofisi secara online, yang disiarkan secara streaming dari Paroki Santo Yakobus di Medjugorje, dan untuk berdoa bersama dan bersyukur kepada Maria Ratu Perdamaian.

Ziarah itu juga memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk berdoa dan berpuasa hari Jumat 13 November untuk menunjukkan solidaritas dengan 1,6 juta anak kelaparan yang menerima makanan setiap hari melalui program-program pemberian makanan sekolah dari organisasi amal kasih itu.

Meski Covid-19 mendatangkan malapetaka pada kehidupan banyak orang, MacFarlane Barrow mengatakan, “kadang-kadang kita menemukan cara melewatinya, cara itu membuka peluang baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.” Namun dia ingin menekankan, meskipun “peluang-peluang yang diberikan oleh teknologi baru kepada kita itu hebat dan merupakan berkah sangat besar,” tidak ada yang dapat menggantikan kontak manusia.

CEO itu menekankan, ziarah virtual itu terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berdoa, tanpa pandang latar belakang agama atau keterlibatan sebelumnya dalam Mary’s Meals. Semua yang ingin ikut ziarah keluarga Mary’s Meals virtual tahun ini bisa mengakses streaming langsung, di www.marysmealsmedjugorje.org.

Mary’s Meals menyediakan makanan tiap hari bagi anak-anak melalui program pemberian makan sekolah di 19 negara. Saat sekolah kembali di tengah pandemi global, “Mary’s Meals bekerja dengan komunitas lokal dan mitra terpercaya akan kembali memberikan makanan untuk sekolah jika memungkinkan – dan sejalan dengan saran keselamatan lokal – sambil terus berbagi di tempat-tempat di mana sekolah-sekolah masih tutup.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Lydia O’Kane/Vatican News)

Tinggalkan Pesan