Indonesia Peduli dan Bersatu
Penyerahan simbolis paket bahan makanan bagi orang yang terdampak Covid-19 (Foto dok PenMas)

GP Ansor bekerjasama dengan Keuskupan Agung Pontianak melalui Yayasan Landak Bersatu dan Yayasan PenaMas Mulia membentuk gerakan “Indonesia Peduli & Bersatu” yang kini sedang membuat program bantuan 1.000.000 paket bahan makanan untuk kalangan ekonomi bawah yang benar-benar merasakan dampak pandemi Covid-19 di wilayah DKI dan sekitarnya, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur mendukung penuh misi kemanusiaan gerakan itu bagi masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur. “Serah terima secara simbolis paket sembako di kantor PW GP Ansor Jawa Timur, Rabu 15 April 2020. Kita akan membagikan 10.000 paket sembako di beberapa kabupaten dan didistribusikan secara bertahap pada gelombang pertama,” kata Ketua PW Ansor Jatim, H Syafiq Syauqi. Paket sembako itu akan berisi beras, minyak goreng, mie gelas instant dan mie telur.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak melalui Zoom Meeting menyampaikan apresiasi pada “Indonesia Peduli & Bersatu” dan semangat gotong-royong para pengusaha, paguyuban, yayasan sosial dan banyak pihak lain, yang sangat membantu masyarakat Jatim. ”Insya Allah, pada bulan Ramadhan ini, puluhan ribu paket sembako yang dibagikan di Jawa Timur akan membantu masyarakat terdampak,” kata Emil Dardak.

Sementara itu Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta yang dihubungi secara online menegaskan, “Kami membuka donasi bagi siapa saja yang menyumbang baik barang atau uang.”

WHO menyebut, pandemi Covid-19 telah menyebar pada 210 negara di dunia. Bagi bangsa Indonesia, pandemi itu menimbulkan krisis yang merambat ke berbagai bidang, termasuk penghidupan dan ekonomi masyarakat banyak. Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu yang berjalan secara nasional oleh para tokoh lintas agama dan budaya di Indonesia mencoba menjawab kebutuhan itu.

Gerakan itu dilahirkan dan dijalankan oleh KH Yahya Cholil Staquf (Katib Aam PBNU), Mgr Agustinus Agus Pr (Uskup Agung Pontianak sebagai pembina Yayasan Landak Bersatu), H Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum GP Ansor), Totok Lusida (Ketua Umum REI/Penasehat Yayasan Landak Bersatu) dan Sujanto Tjokro (Ketua Yayasan PenaMas Mulia).

“Pandemi Covid-19 harus dibarengi Pandemi Cinta Kasih dan kepedulian kepada anak-anak bangsa, termasuk mereka yang paling rentan terkena imbas ekonomi,” kata Mgr Agus. Menurut Uskup Keuskupan Agung Pontianak dan pembina Yayasan Landak Bersatu yang kini menjalankan STKIP Pamane Talino di Landak itu, “Kita tidak bisa berdiam diri saja. Kita harus mendukung pemerintah dengan ikut serta membantu sesama anak bangsa. Hanya dengan demikian, kita bisa melalui krisis dan menjadi bangsa yang besar.”

Gus Syafiq berharap paket sembako dapat meringankan beban ekonomi warga, “karena Covid-19 ini sangat berpengaruh bagi penghasilan masyarakat menengah ke bawah yang mengandalkan hidup dari penghasilan harian.” Dia berharap masyarakat bergandengan tangan membantu mereka, dan “Indonesia Peduli & Bersatu” mampu menyebarkan pesan kesadaran kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 PW GP Ansor Jawa Munasir Huda sudah menyiapkan skenario penyaluran bantuan yang akan distribusikan oleh Pengurus Cabang (PC) di Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur. “Kita sudah koordinasikan dengan jajaran PC GP Ansor se-Jatim untuk melakukan assessment data calon penerima bantuan. Kita pastikan dengan sangat detail di lapangan agar bantuan tepat sasaran, menjangkau dari rumah ke rumah, dengan memperhatikan physical distancing,” tegas Munasir.

Sesuai skenario distribusi , Pasuruan Raya akan menjadi daerah pertama yang akan mendapat pasokan paket bantuan. “Tahap pertama ini, ada tiga cabang PC Ansor yang akan menjadi ujung tombak untuk menyalurkan paket bantuan ke masyarakat terdampak.

Menurut Totok Lusida, bangsa Indonesia itu beragam, dan saat ini seluruh anak bangsa bergandengan tangan, berjuang dan berbagi asa untuk Indonesia tercinta. “Lihatlah …,  pada saat pandemi ini berakhir, bangsa ini akan semakin besar dan bersatu, itu semua karena kepedulian dan kesatuan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pengusaha.”

Dian Rini, perwakilan Yayasan PenaMas Mulia, menjelaskan “tangan dan kemampuan kami terbatas, tetapi kita percaya banyak saudara-saudara yang lain juga telah bergerak.” Jika ada yang hendak bergabung dengan kami, jelasnya, mohon menghubungi Benny Sitinjak 08165449746. “Jika hendak berpartisipasi dan memberi donasi berupa uang dapat disalurkan melalui nomor Rekening BCA 512-5500002 atas nama Keuskupan Agung Pontianak,” lanjutnya.(PEN@ Katolik/tim pena mas)

Artikel Terkait:

Indonesia Peduli dan Bersatu lahir hadapi pandemi Covid-19 setiap agama ajarkan berbagi

Mgr Agustinus Agus ini momentum saat seluruh dunia kompak dan bersatu

Indonesia Peduli dan Bersatu 2Indonesia Peduli dan Bersatu 1

Tinggalkan Pesan